Ponsel

Tantang Samsung, Huawei Luncurkan Ponsel Lipat 5G Rp 36 Juta

Tech - Bernhart Farras, CNBC Indonesia
25 February 2019 10:35
Ponsel layar lipat Huawei diluncurkan pertengahan tahun ini.
Jakarta, CNBC Indonesia - Perusahaan China, Huawei Technologies meluncurkan ponsel layar lipat 5G pada acara Mobile World Congress di Barcelona, Spanyol, Minggu (24/2/2019).  Beberapa hari setelah Samsung meluncurkan ponsel serupa.

Smartphone yang dinamakan Mate X memang ditujukan untuk bersaing dengan Samsung Fold Galaxy. Ponsel ini akan jual lebih mahal daripada pesaingnya, dengan harga sekitar US$ 2.600 (Rp 36.448.490), termasuk pajak dan akan tersedia pada pertengahan 2019.

Perbandingan antara ponsel Samsung dan Huawei tidak berhenti di situ. Huawei memastikan konektivitas 5G, sebuah teknologi di tengah upayanya untuk dominasi global di pasar smartphone. Sedangkan, Samsung akan menawarkan versi dengan 4G dan versi dengan 5G.


Pada versi 8 inci, ponsel lipat Huawei memiliki layar memanjang hingga 7,3 inci yang lebih besar daripada Samsung Galaxy Fold. Dalam mode ponsel, Huawei hadir sekitar 6,6 inci sedangkan Samsung 4,6 inci. Mate X juga memiliki ketebalan 11 milimeter saat dilipat, ini jauh lebih tipis dari Samsung Galaxy Fold dengan 17 milimeter.

Tantang Samsung, Huawei luncurkan ponsel lipat 5G Rp 36 JutaFoto: REUTERS/Sergio Perez

Para pembuat smartphone telah mulai meluncurkan ponsel yang dapat dilipat dengan sangat serius, tetapi analis tetap skeptis.

"Tidak peduli seberapa inovatif dan canggihnya perangkat ini, akan dibutuhkan lebih banyak waktu bagi banyak konsumen kritis untuk merasakan manfaat ponsel yang dapat dilipat dan teknologi 5G," kata Thomas Husson, seorang analis di Forrester, seperti dikutip dari CNN International.

Samsung dan Huawei yakin bahwa ponsel yang dapat bertindak seperti tablet akan menarik perhatian konsumen.

Peluncuran Huawei menarik perhatian banyak orang. Penggemar mengantri di luar venue beberapa jam sebelum kickoff dan mereka yang tidak bisa menyaksikan acara di luar di layar lebar. Kadang-kadang, mereka tepuk tangan meriah.

"Mate X jelas menunjukkan bahwa Huawei adalah pemimpin inovasi teknologi," kata Husson. "Perangkat baru itu tidak membuat iri dengan pengumuman Galaxy Fold terbaru Samsung," tambahnya.

Huawei hanya mengizinkan analis dan jurnalis mengintip perangkat melalui dinding kaca dan tidak memperbolehkan untuk mencobanya. Ponsel itu diawasi ketat oleh penjaga keamanan.

Samsung mengatakan akan meluncurkan Galaxy Fold pada 26 April. Sedangkan Huawei belum memberikan tanggal pasti.

Huawei tidak merahasiakan fakta bahwa Ia membandingkan dirinya dengan saingan Korea Selatannya Samsung.

Samsung memegang mahkota sebagai pembuat smartphone terbesar di dunia, dan Huawei yang telah berada di posisi kedua, ingin merebutnya.

Pada satu titik selama peluncuran Huawei, kedua produk itu dibandingkan berdampingan di layar besar. Satu hal yang tidak disebutkan Huawei di acara itu adalah tuduhan Amerika Serikat (AS) atas keamanan dan spionase.

AS mengklaim Huawei berpotensi sebagai ancaman keamanan nasional.

Bulan lalu, jaksa penuntut AS mengungkapkan dakwaan pidana terhadap perusahaan tersebut, menuduh bahwa Huawei mencuri rahasia dagang dan bekerja untuk menutupi sanksi AS terhadap Iran.

Huawei dengan keras membantah klaim tersebut dan berusaha keras membujuk dunia untuk menggunakan teknologi 5G-nya serta tidak menyerah pada tekanan dari Washington.

"Ini bukan sesuatu yang harus diputuskan oleh politik," kata ketua Huawei Guo Ping pada Minggu di Mobile World Congress.

Guo juga mengatakan Huawei harus mematuhi hukum Tiongkok dan perusahaan "tidak akan pernah, dan tidak berani, serta tidak dapat melanggar peraturan apa pun," di negara mana pun di mana Ia beroperasi.


(roy/roy)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading