Cryptocurrency

Harga Bitcoin Kembali Jeblok, Koin Digital Tak Berharga Lagi?

Tech - Roy Franedya, CNBC Indonesia
21 November 2018 08:38
Harga Bitcoin Kembali Jeblok, Koin Digital Tak Berharga Lagi?
Jakarta, CNBC Indonesia - Investor dan trader mata uang digital (cryptocurrency) masih dilingkupi kepanikan yang membuat aksi jual besar-besaran (sell-off) masih terus berlanjut.

Kepanikan investor tercermin dari anjloknya harga Bitcoin dan sempat menyentuh US$4.076,59 per koin. Dalam sepekan penurunannya sudah mencapai 30% dan sejak awal tahun ini sudah turun lebih dari 65%.

Pada pukul 08:26 WIB. Bitcoin dihargai US$4.253,99 per koin atau setara Rp 62,34 juta. Dalam semalam harga Bitcoin sudah drop 10,92%.


Penurunan ini terjadi setelah selama Oktober lalu harga Bitcoin stabil di kisaran US$6.400 per koin. Adapun harga tertinggi Bitcoin sempat mencapai US$20.000 per koin.

"Pasar di seluruh dunia sedang rapuh dan panik ini menjadi sentimen yang mempengaruhi [pelaku] saat ini," ujar Tom Lee, Pendiri Fundstrat Global Advisor kepada CNBC Internasional, Selasa (20/11/2018). "Apa Bitcoin bermasalah? Tidak. Tidak ada masalah disana teapi dalam jangka pendek, panik adalah panik."

Kejatuhan nilai Bitcoin karena Otoritas bursa AS mengumumkan denda perdata pertamanya terhadap pendiri mata yang digital pada Jumat (16/11/2018) sebagai bentuk tindakan tegas regulator akan aksi pelanggaran dan penipuan langsung dalam industri mata uang digital yang sedang berkembang.

Penyebab lainnya adalah pernyataan anggota Dewan Eksekutif Bank Sentral Eropa Benoit Coeure di Bank for International Settlements di Basel yang mengeluarkan pernyataan keras soal Bitcoin, menurut laporan dari Bloomberg News.

"Bitcoin adalah ide yang sangat pintar. Sayangnya, tidak semua ide pintar adalah ide yang bagus," kata Benoit Coeure Kamis. "Bitcoin adalah bibit jahat dari krisis keuangan."

Benoit Coeure juga mengatakan dia setuju dengan kepala BIS Agustin Carstens, yang pada bulan Juni mengatakan, "Cryptocurrency adalah, secara singkat, bubble, skema Ponzi dan bencana lingkungan."

[Gambas:Video CNBC]



(roy/roy)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading