Startup

Saingi Go-Jek, Grab Siap Rambah Jasa Pengiriman Belanjaan

Tech - Rehia Sebayang, CNBC Indonesia
10 July 2018 12:51
Saingi Go-Jek, Grab Siap Rambah Jasa Pengiriman Belanjaan
Singapura, CNBC Indonesia - Grab berencana meluncurkan layanan pengiriman bahan makanan dan belanjaan (grocery) dengan memanfaatkan jaringan 7,1 juta pengemudi, agen, dan pedagangnya. Langkah ini diambil Grab untuk mengarahkan ekspansi usaha di luar bisnis utamanya di Asia Tenggara, kata kepala eksekutifnya kepada Reuters.

Strategi untuk menyediakan penawaran 'sehari-hari' menggarisbawahi ambisi Grab untuk mengamankan pangsa pasar dominan ketika saingan utamanya, Go-Jek, memulai ekspansi senilai US$500 juta (Rp 7,2 triliun) ke Asia Tenggara, termasuk ke Thailand dan Singapura.

Go-jek, layanan pemesanan transportasi online yang didukung oleh invstor besar seperti KKR dan Warburg Pincus, telah berkembang menjadi platform pembayaran digital, pengiriman makanan, layanan pembersihan, dan pijat sesuai permintaan.


Grab, yang mengubah dirinya menjadi kelompok teknologi konsumen, sudah menawarkan pinjaman, transfer uang elektronik, pembayaran, dan layanan pengiriman makanan.

"Kami percaya bahwa ketika kami menawarkan layanan sehari-hari yang lebih terkoalisasi, maka akan ada lebih banyak pengguna dan keterlibatan yang lebih tinggi di seluruh basis pengguna," kata Anthony Tan, co-founder dan CEO grup Grab yang berusia 36 tahun, kepada Reuters dalam sebuah wawancara pada hari Senin (9/7/2018).

"Ketika itu terjadi, perusahaan menarik lebih banyak mitra dan ini adalah siklus kenaikan yang baik. Bagus untuk bisnis," kata Tan, yang mencetak kemenangan besar ketika Uber menyerahkan operasi regionalnya kepada Grab tahun ini sebagai imbalan atas kepemilikan saham saham.

Layanan pengiriman bahan makanan bisa menjadikan Grab yang berkantor pusat di Singapura bersaing dengan perusahaan seperti Amazon.com dan RedMart, yang dimiliki oleh Lazada yang didukung Alibaba, yang menawarkan belanja bahan makanan online di kota-kota.

Namun, Tan mengatakan Grab juga terbuka untuk bermitra dengan pebisnis yang ada.

Pengiriman bahan makanan adalah bagian dari rencana Grab untuk menawarkan berbagai layanan melalui platform terbuka baru yang akan memungkinkan mitra mengakses bagian dari teknologinya seperti logistik dan pembayaran.

"Apakah itu makanan, apakah itu bahan makanan, kita perlu memastikan bahwa semua ini didukung dengan baik, baik secara teknologi dan keuangan," kata Tan di kantor pusat baru Grab yang luas di Singapura, tempat kotak-kotak Apple Macbook menumpuk.



Bisnis yang Berkelanjutan

Grab, yang mempekerjakan 5.000 orang, memiliki investor dari berbagai perusahaan, seperti Softbank Group di Jepang dan perusahaan layanan kendaraan onine Didi Chuxing.

Bulan lalu, Toyota Motor Corp setuju untuk menyuntikkan dana sebesar US$1 miliar di Grab, yang disebut oleh seorang sumber menjadikan valuasi perusahaan menjadi lebih dari US$10 miliar.

Dilansir dari Reuters, Grab melayani lebih dari 6 juta penumpang per hari di delapan negara dan lebih dari 200 kota, naik dari 2,5 juta layanan setahun yang lalu, menjadikannya salah satu platform terbesar di dunia.

Tan mengatakan Grab menguntungkan di banyak pasar tetapi menolak untuk memberikan target bagi profitabilitas perusahaan secara keseluruhan.

Grab mengatakan memiliki perkiraan (runrate) pendapatan yang diawasi ketat oleh analis sebesar US$1 miliar.

"Tujuannya bukan menembak secara membabi buta untuk mencapai target. Cara berpikirnya adalah bagaimana kita menciptakan bisnis yang berkelanjutan.

Untuk tujuan ini, Grab membenahi aplikasinya, yang akan memiliki tampilan baru yang menawarkan akses lebih cepat ke layanannya, seperti pembayaran dan pengiriman makanan kepada pengguna. Aplikasinya juga akan memperkenalkan newsfeed yang dibantu oleh Yahoo lewat kerja samanya.

Ketika ditanya tentang rencana untuk IPO, Tan mengatakan itu adalah sesuatu yang perusahaan "harus pikirkan, tetapi pastinya tidak segera terjadi". (prm)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading