Startup

Akuisisi Grab-Uber Berpotensi Monopoli

Tech - Gita Rossiana, CNBC Indonesia
06 July 2018 09:49
Akuisisi Grab-Uber Berpotensi Monopoli
Jakarta, CNBC Indonesia - Singapura mengancam akan membatalkan penjualan bisnis Asia Tenggara Uber ke Grab. Hal ini dilakukan untuk menyerukan perubahan kesepakatan yang dinilai melanggar aturan persaingan.

Pada Maret lalu, Grab yang berbasis di Singapura menyetujui pembelian bisnis antar makanan dan transportasi digital Uber di Asia Tenggara. Hal ini untuk mengakhiri perseteruan di antara perusahaan penyedia jasa transportasi digital.

Namun demikian, komisi persaingan usaha Singapura menemukan kesepakatan tersebut menimbulkan praktik monopoli di pasar transportasi digital. Pasalnya, Grab menaikkan tarif setelah proses merger selesai.


Komisi Persaingan dan Konsumen Singapura (CCCS) mengkritik kedua perusahaan yang terus melanjutkan proses dengan membuat kesepakatan yang tidak bisa diubah. Padahal, pada Maret lalu, kesepakatan sempat ditunda karena sedang diselidiki adanya potensi anti-kompetisi.

"CCCS berdasarkan penyelidikan yang dilakukannya, bahkan menyatakan sudah memberikan mekanisme sanksi keuangan atas monopoli,"ujar CCCS melalui pernyataan tertulis seperti dilansir dari AFP, Kamis (5/7/2018).

Pihak Komisi Singapura meminta Grab untuk mengenakan tarif seperti sebelum merger dan mengakhiri kontrak eksklusif dengan driver sehingga pemain lain bisa lebih mudah masuk ke industri tersebut.

Selain itu, pihak komisi juga menyarankan solusi potensial yang bisa dilakukan untuk menciptakan kompetisi yang adil, sekaligus menyerukan konsultasi publik tentang langkah-langkah yang bisa dilakukan.

"CCCS mungkin mengharuskan para pihak untuk melepaskan diri dari transaksi kecuali ... konsultasi publik menegaskan bahwa salah satu solusi yang diusulkan ... cukup untuk mengatasi masalah persaingan yang teridentifikasi, "kata CCCS memperingatkan.

Penyelidikan mengenai kesepakatan tersebut dilakukan di seluruh wilayah Singapura. Sementara itu, negara seperti Malaysia dan Filipina juga tengah melakukan penyelidikan.

Sebagai timbal balik dari penjualan bisnis antar makanan dan transportasi digital, kantor pusat Uber menerima 27,5% saham di Grab.

Grab dalam pernyataannya tidak menyetujui penemuan pihak komisi dengan menyebutnya "pendekatan yang sempit dalam mendefinisikan kompetisi".

"Keputusan sementara dan usulan perbaikan ini berlebihan dan bertentangan dengan peraturan pro-inovasi dan pro-bisnis di Singapura yang berada dalam ekonomi pasar bebas, "kata Grab seraya menambahkan bahwa pihaknya akan mengajukan banding atas keputusan tersebut.


(roy/roy)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading