Liputan Khusus

Bisakah Startup Jadi Unicorn Tanpa Disuntik Modal Besar?

Tech - Arina Yulistara, CNBC Indonesia
06 May 2018 15:57
Bisakah Startup Jadi Unicorn Tanpa Disuntik Modal Besar?
Jakarta, CNBC Indonesia - Startup Indonesia yang masuk kelas unicorn atau memiliki nilai lebih dari US$1 miliar (Rp 13,8 triliun) masih dalam hitungan jari. Banyak pihak berpendapat untuk bisa menjadi sekelas unicorn sebuah perusahaan rintisan perlu tim yang merupakan lulusan sekolah luar negeri dan perlu suntikan modal awal yang besar dari para investornya.

Chief Executive Kibar Kreasi Indonesia yang menaungi 137 startup lokal, Yansen Kamto, berpendapat lain. Ia mengatakan bisnis startup bisa berkembang tak melulu karena suntikan dana besar. Namun, kembali kepada tujuan dan visi serta misi pendirian masing-masing startup.

[Gambas:Video CNBC]

"Ada orang bikin startup hanya untuk cari investor bukan bikin produk dulu. Balik lagi ke pola pikirnya ya, bikin usaha buat apa sih? Untuk memperkaya diri sendirikah? Mau dapat investment? Gaya-gayaan? Atau membangun sesuatu yang bermanfaat buat banyak orang? Membangun sesuatu yang bermanfaat juga bisa menghasilkan," ujar Yansen saat berbincang dengan CNBC Indonesia di kantor Kibar, Jl. Raden Saleh, Cikini, Jakarta Pusat, Kamis (3/5/2018).


Daripada memikirkan cara agar perusahaan dapat menjadi unicorn, Yansen menyarankan agar pelaku startup fokus dulu terhadap produk. Jangan baru mulai sudah mencari investor yang mau menanamkan modal. Pastikan dulu produk yang dimiliki berkualitas dan model bisnisnya jelas.


Ketika produk bagus, model bisnis jelas, dan sudah ada pengguna yang menggunakannya, investor akan datang dengan sendirinya. Namun, butuh pertimbangan juga saat akan bekerja sama dengan investor.

"Misalnya kamu buka warung sate sudah mulai besar, nah pilihan selanjutnya cari partner untuk kerjasama soal lokasi atau mau berkembang sendiri seperti menambahnya menjadi 100 kios. Tapi harus diingat juga mampu tidak kita mengelola langsung 100 warung?" ujarnya.

"Bikin startup itu harus bisa menawarkan solusi yang inovatif untuk Indonesia bukan sekadar jadi kaya raya," saran pria yang kini sudah memiliki omzet puluhan miliar rupiah tersebut.

Soal lulusan luar negeri, menurut Yansen, perusahaan startup yang sukses tidak semua pernah menempuh pendidikan di negara orang. Salah satu contohnya pendiri Tokopedia, William Tanuwijaya yang merupakan lulusan universitas lokal.

Semua orang bisa mendirikan startup sukses yang penting mau mencoba, tujuan bisnis jelas, serta pintar melihat peluang.


"Bukan berarti lulusan lokal tak bisa berkompetisi. Kita lihat di 10 kota dari program 1.000 startup, teman-teman dari Pontianak, Medan, banyak potensinya,"ucapnya.

"Saya percaya, startup besar berikutnya datang dari luar Jawa. Teman-teman di daerah, terutama luar Jawa, bisa melihat peluang lebih besar dari yang di Jakarta," pungkasnya. (prm)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading