Cryptocurrency

Gara-gara Twitter, Nilai Bitcoin Anjlok 7% ke Rp 108,1 Juta

Tech - Ester Christine Natalia, CNBC Indonesia
27 March 2018 11:16
Twitter melarang iklan mata uang digital (cryptocurrency) pada Senin (26/3/2018).
Jakarta, CNBC Indonesia - Harga Bitcoin diperdagangkan mendekati US$7.886/btc atau setara Rp 108,1 juta pada pukul 15.00 waktu setempat (26/3/2018), turun lebih dari US$600 daripada hari sebelumnya, menurut data dari Coinbase. Nilai tersebut anjlok lebih dari 42% secara year to date (ytd) setelah memulai tahun ini dengan nilai di atas US$13.000/btc.

Anjloknya nilai Bitcoin setelah twitter mengumumkan pelarangan iklan untuk mata uang virtual (cryptocurrency) pada hari Senin (26/3/2018), mengikuti pelarangan serupa oleh Google dan Facebook untuk menindak tegas penipuan di penawaran koin umum (initial coin offerings/ICO).

"Berita hari ini tentang pelarangan dari Twitter cenderung menjadi kontributor penting pada aksi jual," kata Timothy Tam, co-founder kanal intelijen pasar kripto CoinFi yang dikutip oleh CNBC Internasional. "Seraya investor ritel baru memasuki cryptocurrency, sebagian besar dari mereka menjual dengan emosional."
Gara-gara Twitter, Nilai Bitcoin Anjlok 7% ke Rp 108,1 JutaFoto: CNBC International

Harga bitcoin anjlok di awal tahun ini setelah berita tentang pengumuman serupa muncul. Mata uang digital tersebut terjerembab 12% di akhir bulan Januari setelah Facebook, penyedia iklan online terbesar kedua di dunia, mengatakan akan melarang semua iklan yang mempromosikan cryptocurrency. Hal tersebut dilakukan untuk mencegah penyebaran apa yang disebutnya sebagai "produk dan jasa keuangan yang seringkali dikaitkan dengan praktik promosi menyesatkan dan menipu."


Sementara itu, Google yang menjadi penyedia iklan online nomor satu di dunia mengumumkan info terbaru tentang peraturan jasa keuangan di kanalnya pada awal Maret. Peraturan itu membatasi periklanan untuk "cryptocurrency dan konten terkait" mulai bulan Juni.

"Karena kanal yang lebih besar dan lebih penting sudah bertindak, menurut hemat saya pemberitaan tentang Twitter tidak akan memberi dampak yang terlalu besar," kata Spencer Bogart, mitra di Blockchain Capital.

Bogart merujuk pada sikap pribadi CEO Twitter Jack Dorsey tentang bitcoin.

"Jack Dorsey benar-benar orang yang sangat yakin pada kripto, jadi saya akan membaca apa yang tersirat dari segala pengumuman 'pelarangan'," katanya.

Dorsey, yang juga menjadi CEO Square, mengatakan kepada harian Sunday Times pekan ini, menurutnya bitcoin akan menjadi mata uang global tunggal dalam satu dekade mendatang, "tapi bisa saja lebih cepat".

Pemberitaan tentang peraturan telah menjadi pendorong pergerakan harga di tahun 2018. Para pengawas keuangan telah vokal menyuarakan potensi risiko di ICO atau koin digital terbitan para penggalang dana yang juga dikenal sebagai penjual token.

Otoritas Bursa Amerika Serikat (AS) atau Security and Exchange Commission (SEC) meningkatkan usahanya untuk mengawasi proses penggalangan dana lewat skor panggilan pengadilan (subpoena) yang diberitakan pada awal Maret.

Bitcoin sudah anjlok sekitar 60% dari posisi tinggi yang mendekati $20.000 di bulan Desember, menurut Coinbase. Harganya mulai merosot ke bawah $10.000 tiga pekan lalu, setelah SEC mengatakan pihaknya akan mewajibkan bursa aset digital untuk mendaftar ke badan tersebut.

Harga membaik ke kisaran $9.000 pekan lalu menyusul Rapat G20, di mana para gubernur bank sentral dan menteri keuangan 20 negara dengan perekonomian terkuat di dunia mengatakan mereka mengadakan diskusi "produktif" tentang cryptocurrency. Gubernur bank sentral Italia mengatakan kepada jurnalis seusai rapat bahwa mata uang kripto menimbulkan risiko tetapi seharusnya tidak dilarang sepenuhnya, menurut Reuters. Namun, tetap saja bitcoin anjlok 24% satu bulan terakhir, menurut Coinbase.

Mata uang digital lainnya atau yang disebut dengan "alt coins" telah anjlok double digit tahun ini.

Bitcoin cash terkoreksi sekitar 29%, ethereum turun 45%, sementara litecoin jatuh 40% sejak 1 Januari, menurut Coinbase. Ripple anjlok lebih dari 38% sejak awal tahun ini.

(roy/roy)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading