Special Report Bitcoin

Para Miliarder yang Menolak dan Dukung Bitcoin

Tech - Roy Franedya, CNBC Indonesia
11 January 2018 16:08
Jamie Dimon, CEO dan Chairman JP Morgan Chase sebut Bitcoin sebagai fraud. Pangeran Arab Saudi, Alwaleed bin Talal anggap Bitcoin akan meledak seperti Enron.

Jakarta, CNBC Indonesia
 - Tahun 2017 bisa disebut sebagai tahunnya Bitcoin, dimana mata uang kripto (cryptocurrency) ini mendulang popularitas di belahan dunia. Banyak orang yang penasaran dan membicarakannya.

Salah satunya yang sering dibicarakan adalah volatitas harga. Pada tahun 2017 beberapa kali harga Bitcoin menyentuh harga tertinggi sepanjang masa atau harga tertinggi sejak pertama kali diterbitkan. Hal ini membuat sebagian investor pembeli bitcoin menjadi kaya mendadak. 

Namun ada juga yang mengalami nasib sial karena harga Bitcoin anjlok hanya dalam satu hari perdagangan saja. Harga tertinggi sepanjang masa Bitcoin mencapai US$19.800 per koin atau setara Rp 267,3 juta (asumsinya US$1 = Rp 13.500).  


Harganya yang naik tinggi ini membuat popularitas mata uang kripto lainnya juga terdongkrak. Rasa penasaran dan investor yang beralih ke alternatif mata uang kripto di pasar karena bitcoin dianggap sudah kemahalan. 

Banyak juga pemilik Bitcoin yang mulai menggunakan Bitcoin sebagai alat pembayaran. Beberapa gerai di Bali menerima pembayaran dengan Bitcoin. Bahkan beberapa negara Eropa sudah tersedia mesin ATM Bitcoin. 

[Gambas:Video CNBC]

Legalitas Bitcoin 
Hal lain yang menjadi sorotan adalah legalitas Bitcoin sebagai mata uang dan produk investasi. Saat ini para perusahaan jasa keuangan dan investor kakap dunia sedang terbagi kedalam dua kubu. Ada yang mendukung, ada yang menolak.

Salah satu yang lantang menolak legalitas Bitcoin adalah Jamie Dimon. CEO dan Chairman JP Morgan Chase ini bahkan menyebutkan Bitcoin sebagai fraud atau penyimpangan. 

Bahkan ia menyamakan resiko Bitcoin seperti gelembung tulip, sebuah krisis yang menghancurkan ekonomi Belanda karena penurunan harga bunga tulip. Pada kemudian hari Jamie Dimon meralat omongannya tetapi tetap tidak berencana membolehkan nasabah bertransaksi bitcoin. 

Para Miliarder yang Menolak dan Dukung BitcoinFoto: Aristya Rahadian Krisabella



Pendiri sekaligus CEO Alibaba, Jack Ma dan Investor kakap Warren Buffet juga bergabung di barisan penolak Bitcoin. Bagi Jack Ma Bitcoin belum bisa meningkatkan pertumbuhan ekonomi digital di kancah internasional.

"Saya tidak tahu bitcoin. Kalau anda tidak tahu itu bukan hal yang memalukan. Tapi jika anda tidak tahu tetapi pura-pura tau, itu yang memalukan," ujar Jack Ma seperti dikutip dari Reuters.
 

Adapun Warren Baffet menilai segala euforia seputar bitcoin dan mata uang kripto lainnya dalam beberapa waktu terakhir tidak akan berakhir dengan baik.“Terkait cryptocurrency, bisa saya katakan dengan hampir pasti bahwa perjalanannya akan berakhir buruk,” ujarnya Warren Buffet. 

Pada sisi pendukung Bitcoin ada Peter Thiel. Pendiri PayPal ini menyatakan Bitcoin memiliki potensi keuntungan yang besar seperti emas pada umumnya. Bahkan bila euforia berakhir, nilai Bitcoin menjadi setara dengan emas dunia. Thiel telah lama menjadi salah satu pendukung Bitcoin. Awal 2013, ia menyatakan bahwa Bitcoin memiliki potensi untuk mengubah dunia. Ini yang membuat Thiel mendirikan PayPal.

Pendukung lainnya, Pangeran Arab Saudi, Alwaleed bin Talal. Orang Arab terkaya di dunia ini percaya bahwa Bitcoin akan meledak seperti Enron. 

(roy)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading