Warga RI Bisa Masuk ke Arab Lagi, Cek Dulu Kurs Riyal

Syariah - Putu Agus Pransuamitra, CNBC Indonesia
27 August 2021 16:45
A station attendant counts Saudi Riyal cash as he waits for customers at a gas station in Jiddah, Saudi Arabia, Wednesday, Nov. 13, 2019. (AP Photo/Amr Nabil)

Jakarta, CNBC Indonesia - Pandemi penyakit akibat virus corona (Covid-19) membuat Pemerintah Arab Saudi menutup pintu masuknya bagi warga di beberapa negara, termasuk Indonesia. Tetapi kini, larangan tersebut sudah dicabut, termasuk untuk warga Indonesia.

Sementara itu kurs riyal Arab Saudi (SAR) stagnan melawan rupiah pada hari ini di Rp 3.843/SAR, tetapi sepanjang pekan ini melemah 0,26%.

Stagnannya riyal di pekan ini tidak lepas dari pergerakan dolar AS menjelang pertemuan Jackson Hole.


Untuk diketahui, Arab Saudi menerapkan kebijakan fixed exchange rate mata uang riyal terhadap dolar Amerika Serikat (AS) sejak tahun 1986. US$ 1 ditetapkan setara 3,75 riyal.

Dengan kebijakan tersebut naik turunnya nilai tukar riyal melawan rupiah menjadi sama persis dengan dolar AS melawan rupiah, meski dengan persentase yang berbeda. Bagaimana pun kondisi perekonomian Arab Saudi, pergerakan mata uangnya akan selalu copy paste dari dolar AS.

Sementara itu mengutip Al Arabiya, Indonesia bersama 19 negara lainnya mendapatkan pelonggaran masuk ini. Ke-19 negara lainnya adalah Uni Emirat Arab, Lebanon, Mesir, India, Argentina, Jerman, Amerika Serikat (AS), Irlandia, Italia, Pakistan, Brasil, Portugal, Inggris, Turki, Republik Afrika Selatan, Swedia, Swiss, Prancis, dan Jepang.

Duta Besar Saudi untuk Lebanon, Walid al-Bukhari, mengumumkan bahwa instruksi ini dikeluarkan hanya bagi pendatang yang menerima dua dosis vaksin sebelum keberangkatan dari negara-negara tersebut. Namun, dalam laporan itu tak disebutkan izin masuk bagi para pendatang yang ingin melaksanakan ibadah umrah, hanya berlaku bagi tenaga kerja asing.

Sebelumnya negara pimpinan Raja Salman bin Abdulaziz itu mengeluarkan pengumuman mengenai vaksin yang diterima sebagai syarat masuk ke negara itu. Pemerintah Arab Saudi mengatakan bahwa ada kewajiban vaksin teruntuk pendatang yang akan tiba.

"Wajib telah mendapatkan dua dosis penuh vaksin Covid-19 besutan Pfizer, Moderna, AstraZeneca, dan Johnson & Johnson," kata pernyataan resmi Arab Saudi bulan lalu.

"Selain itu, untuk yang mendapatkan dosis penuh vaksin China (Sinovac atau Sinopharm) diwajibkan menambah suntikan booster dari vaksin Pfizer, Moderna, AstraZeneca dan Johnson & Johnson."

TIM RISET CNBC INDONESIA 


[Gambas:Video CNBC]

(pap/pap)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading