Harga Perak Meroket! Koin Dirham Malah Stagnan, Dinar Turun

Syariah - Putu Agus Pransuamitra, CNBC Indonesia
02 February 2021 19:30
A National Bank employee displaying new coins of the national currency dinar, with a traditional Serbian coat of arms which was abolished during decades of Communist rule, in Belgrade, Friday, July 1, 2005. Serbia is part of Serbia-Montenegro union but the two republics use different currencies and have separate monetary system. (AP Photo/Darko Vojinovic)

Jakarta, CNBC Indonesia - Harga koin emas dinar turun pada perdagangan Selasa (2/2/2021), sementara harga koin dirham yang berbahan dasar perak stagnan. Padahal, harga emas dunia kemarin naik, dan perak meroket.

Melansir data dari situs resmi PT Antam, logammulia.com, koin 1 dinar dengan kemurnian 99,99% dibanderol Rp 3.893.000, turun 0,11% dibandingkan harga kemarin. Sementara itu koin 1 dinar dengan kemurnian 91,7% dibanderol Rp 3.582.289, juga 0,11%.

Sementara itu koin dirham yang stagnan dibanderol Rp 97.055.


PT Antam menjual koin dinar dengan kemurnian 91,7% mulai dari pecahan 1/4 dinar hingga 4 dinar, sementara kemurnian 99,99% mulai pecahan 1/4 dinar hingga 2 dinar. Sementara koin dirham yang berbahan dasar perak dengan kemurnian 99,95% dijual dengan pecahan 1 dan 2 dirham.

Koin dinar dan dirham dapat digunakan untuk pembayaran zakat, alat investasi atau simpanan, serta menjadi mahar.

Harga dinar hari ini berlawan dengan emas dunia yang menguat 0,76% ke US$ 1.860.16/troy ons kemarin. Kenaikan tersebut menjadi awal yang bagus bagi emas setelah Sepanjang bulan Januari, logam mulia ini tercatat melemah 2,66% di US$ 1,846.09/troy ons, dengan level tertinggi yang berhasil dicapai US$ 1.959,01/troy ons pada 6 Januari lalu.

Setelah mencapai level tertinggi tersebut, emas seakan kehilangan tenaga, sempat melesat lagi saat Joseph 'Joe' Biden dilantik menjadi Presiden AS ke-46 pada 20 Januari lalu. Setelahnya, emas kembali kehilangan tenaga dan baru sejak Jumat lalu mampu perlahan bangkit.

Pelaku pasar kini menanti kapan stimulus fiskal senilai US$ 1,9 triliun yang dijanjikan Presiden Biden akan cair. Maklum saja, stimulus fiskal merupakan salah satu bahan bakar utama emas untuk menguat, selain juga stimulus moneter.

Sementara itu, harga perak meroket 7,3% ke US$ 28,9/ons kemarin, bahkan sempat menyentuh level US$ 30/ons untuk pertama kalinya sejak 8 Mei 2012.

Akibat lonjakan harga tersebut, Commodity Futures Trading Commission (CFTC) Amerika Serikat (AS) mengatakan "mengawasi dengan seksama" pasar perak.

Penguatan tajam perak tersebut dipicu aksi beli investor ritel. Selain itu, fundamental perak terlihat menjanjikan.

Perekonomian global yang diprediksi membaik setelah merosot akibat pandemi penyakit virus corona (Covid-19), membuat outlook perak menjadi cerah.

Saat perekonomian perlahan bangkit, maka industri kembali berekspansi, efeknya permintaan perak sebagai bahan baku tentunya meningkat.

Perak memang digunakan di banyak industri, peralatan rumah tangga, komputer, handphone, hingga industri otomotif menggunakan perak sebagai bahan baku. Sehingga permintaan untuk industri menjadi penopang utama kenaikan harga perak.

TIM RISET CNBC INDONESIA


[Gambas:Video CNBC]

(pap/pap)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading