Sedih! Harga Koin Dinar 99,99% Kini di Bawah Rp 4 Juta

Syariah - Putu Agus Pransuamitra, CNBC Indonesia
18 November 2020 18:12
Ancient gold coins are displayed in Caesarea, north of Tel Aviv along the Mediterranean coast February 18, 2015. REUTERS/Nir Elias

Jakarta, CNBC Indonesia - Harga koin dinar dan dirham yang dijual PT Aneka Tambang (Antam) Tbk. turun pada perdagangan Rabu (18/11/2020), mengikuti penurunan harga emas dunia. 

Melansir data dari situs resmi milik PT Antam, logammulia.com, harga koin 1 dinar dengan kemurnian Au 91,7% hari ini dibanderol Rp 3.663.420, turun 0,53% dibandingkan harga Selasa kemarin. 1 koin dinar memiliki berat 4,25 gram.

Sementara, koin 1 dinar dengan kemurnian FG 99,99%, dibanderol Rp 3.982.250, juga turun 0,53%.


Selain koin dinar, Antam juga menjual koin dirham yang berbahan dasar perak. 1 koin dirham dengan kemurnian Ag 99,95% dibanderol Rp 91.105, turun 0,65%. 1 koin dirham ini memiliki berat 2,975 gram.

Koin dinar dan dirham dapat digunakan untuk pembayaran zakat, alat investasi atau simpanan, serta menjadi mahar.

Harga emas dunia melemah 0,52% ke US$ 1.878,86/troy ons pada perdagangan Selasa kemarin, masih tertekan kabar vaksin dari Moderna, yang diklaim efektif mengatasi virus corona hingga 94%.

Di sisi lain, World Platinum Investment Council (WPIC) mengatakan supply emas di tahun ini akan merosot lebih besar 4 kali lipat dibandingkan prediksi sebelumnya, sementara demand meningkat pesat setelah sempat menurun di awal-awal virus corona menyerang dunia.

Artinya, kemungkinan akan ada kelangkaan emas di pasar, dan harga emas kemungkinan masih berpeluang naik kembali.

Para analis pun masih belum merubah proyeksi emas akan naik lagi ke depannya.

Survei yang dilakukan Kitco terhadap para analis dan pelaku pasar menunjukkan outlook bullish (tren naik) untuk emas di pekan ini.

Kitco melakukan survei terhadap 17 analis di Wall Street pada pekan lalu, dan 10 atau 59% di antaranya memberikan outlook bullish. Sementara survei yang dilakukan terhadap pasar atau yang disebut Main Street juga menunjukkan hal yang sama. Dari 1.511 responden, sebanyak 61% memprediksi emas akan naik di pekan ini.

Philip Streible, kepala strategi pasar di Blue Line Futures, menjadi salah satu analis yang bullish terhadap emas. Menurutnya penyebaran virus corona di Amerika Serikat (AS) yang melonjak belakangan ini menjadi alasan emas diramal akan naik lagi di pekan ini.

"Kasus Covid-19 sedang naik, jadi ekspektasi pemerintah akan menggelontorkan stimulus lebih besar kembali meningkat. Saya pikir emas jika harga emas kembali naik ke atas US$ 1.900/troy ons, maka investor akan lega, dan kita akan melihat momentum penguatan emas lagi," kata Streible sebagaimana dilansir Kitco, Jumat (13/11/2020).

TIM RISET CNBC INDONESIA


[Gambas:Video CNBC]

(pap/pap)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading