Harga Koin Dinar Turun Lagi, Tapi Harapan Naik Masih Ada

Syariah - Putu Agus Pransuamitra, CNBC Indonesia
15 December 2020 19:25
Ancient gold coins are displayed in Caesarea, north of Tel Aviv along the Mediterranean coast February 18, 2015. REUTERS/Nir Elias

Jakarta, CNBC Indonesia - Harga koin dinar produksi PT Aneka Tambang (Antam) Tbk. turun tipis perdagangan Selasa (14/12/2020), terseret penurunan harga emas dunia awal pekan kemarin. 

Melansir data dari situs resmi milik PT Antam, logammulia.com, koin 1 dinar dengan kemurnian 99,99 gram hari ini dibanderol Rp 3.880.250, turun 0,11% dibandingkan harga kemarin. Kemudian koin 1 dinar dengan kemurnian 91,7% juga turun 0,11%% ke ke 3.569.822. Koin 1 dinar memiliki berat 4,25 gram.

Sementara, koin dirham yang berbahan dasar perak hari ini dibanderol Rp 91.510, tidak berubah dalam beberapa hari perdagangan. Koin 1 dirham ini memiliki berat 2,975 gram.


PT Antam menjual koin dinar dengan kemurnian 91,7% mulai dari pecahan 1/4 dinar hingga 4 dinar, sementara kemurnian 99,99% mulai pecahan 1/4 dinar hingga 2 dinar. Selain itu PT Antam juga menjual koin dirham yang berbahan dasar perak dengan kemurnian 99,95% pecahan 1 dan 2 dirham.

Koin dinar dan dirham dapat digunakan untuk pembayaran zakat, alat investasi atau simpanan, serta menjadi mahar.

Meski masih dalam tren menurun, harga koin dinar masih berpeluang naik di pekan ini mengikuti harga emas dunia.

Harga emas dunia kemarin turun 0,64% ke US$ 1.827,16, tertekan oleh vaksinasi masal yang akan dilakukan AS. Pada Jumat (11/12/2020) malam waktu AS, Badan Pengawas Obat dan Makanan Amerika Serikat (Food and Drug Administration/FDA) menyetujui penggunaan darurat vaksin Pfizer dan BionTech.

Pemerintah AS berencana untuk mendistribusikan 2,9 juta dosis dalam tempo 24 jam, dan 2,9 juta dosis 21 hari kemudian untuk suntikan kedua.

Awal vaksinansi besar-besaran dilakukan pada Senin pagi waktu setempat, dengan kota New York menjadi yang pertama.

Meski demikian, Kamis dini hari WIB The Fed akan mengumumkan kebijakan moneter. Ada kemungkinan The Fed akan menambah nilai program pembelian aset (quantitative easing/QE) sebab hingga saat ini stimulus fiskal di AS masih belum cair dan pasar tenaga kerja AS kembali memburuk.

Stimulus moneter plus stimulus fiskal merupakan "bahan bakar" utama emas menguat sepanjang pekan tahun ini. Sehingga tambahan stimulus tersebut bisa menjadi tenaga bagi emas untuk kembali menguat.

Ketika emas dunia kembali menguat, maka harga logam mulia di dalam negeri juga akan terkerek. Para analis juga memprediksi harga emas berisiko bergerak liar atau naik turun tajam dalam waktu singkat. Sebab menjelang libur Natal dan Tahun Baru, volume perdagangan akan menurun, dan bisa memicu volatilitas tinggi.

TIM RISET CNBC INDONESIA


[Gambas:Video CNBC]

(pap/pap)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading