Duh! Harga Koin Dinar Ambrol Nyaris Tembus Rp 3,9 Juta

Syariah - Putu Agus Pransuamitra, CNBC Indonesia
10 December 2020 18:15
Dinar (Rumahdinarcom)

Jakarta, CNBC Indonesia - Harga koin dinar produksi PT Aneka Tambang (Antam) Tbk. turun tajam pada perdagangan Kamis (10/12/2020). Harga emas dunia yang merosot pada perdagangan Rabu kemarin ambrol turut menyeret harga logam mulia di dalam negeri.

Melansir data dari situs resmi milik PT Antam, logammulia.com, koin 1 dinar dengan kemurnian 99,99 gram hari ini dibanderol Rp 3.901.500, merosot 1,08% dari harga Selasa. Kemudian koin 1 dinar dengan kemurnian 91,7% juga turun 1,09% ke ke 3.589.307. Koin 1 dinar memiliki berat 4,25 gram.

Sementara, koin dirham yang berbahan dasar perak hari ini dibanderol Rp 91.510, justru naik 0,12%. Koin 1 dirham ini memiliki berat 2,975 gram.


PT Antam menjual koin dinar dengan kemurnian 91,7% mulai dari pecahan 1/4 dinar hingga 4 dinar, sementara kemurnian 99,99% mulai pecahan 1/4 dinar hingga 2 dinar. Selain itu PT Antam juga menjual koin dirham yang berbahan dasar perak dengan kemurnian 99,95% pecahan 1 dan 2 dirham.

Koin dinar dan dirham dapat digunakan untuk pembayaran zakat, alat investasi atau simpanan, serta menjadi mahar.

Harga emas dunia pada perdagangan Rabu kemarin ambrol hingga 1,72% ke US$ 1.839,11/troy ons. Ambrolnya harga emas terjadi akibat pembahasan stimulus fiskal di Amerika Serikat (AS) yang masih belum ada titik terang. Padahal banyak yang berharap stimulus tersebut bisa cair di pekan ini.

Stimulus fiskal serta stimulus moneter merupakan bahan bakar bagi emas untuk menanjak. Sehingga belum pastinya kapan stimulus tersebut akan cair membuat emas merosot setelah membukukan penguatan dalam 5 dari 6 perdagangan sebelumnya.

Selain itu, belum pastinya stimulus fiskal membuat bursa saham AS juga merosot kemarin, alhasil dolar AS yang selama ini tertekan kembali naik. Indeks dolar AS kemarin menguat 0,13% ke 91,087.

Indeks yang mengukur kekuatan dolar AS ini bahkan sudah menguat 3 hari beruntun meski tipis-tipis. Total penguatan selama periode tersebut sebesar 0,43%, setelah merosot 1,2% pada pekan lalu dan menyentuh level terendah dalam 2,5 tahun terakhir.

Kenaikan indeks dolar tersebut juga menekan harga emas. Emas dibanderol dengan dolar AS, saat the greenback menguat, maka harga emas akan lebih mahal bagi pemegang mata uang lainnya, sehingga permintaan berisiko menurun.

TIM RISET CNBC INDONESIA


[Gambas:Video CNBC]

(pap/pap)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading