Naik 3 Hari Beruntun, Koin Dinar 99,99% Kini Dekati Rp 4 Juta

Syariah - Putu Agus Pransuamitra, CNBC Indonesia
04 December 2020 19:03
A National Bank employee displaying new coins of the national currency dinar, with a traditional Serbian coat of arms which was abolished during decades of Communist rule, in Belgrade, Friday, July 1, 2005. Serbia is part of Serbia-Montenegro union but the two republics use different currencies and have separate monetary system. (AP Photo/Darko Vojinovic)

Jakarta, CNBC Indonesia - Harga koin emas dinar produksi PT Aneka Tambang (Antam) Tbk. kembali naik pada perdagangan Jumat (4/12/2020), melanjutkan kinerja positif dalam 2 hari perdagangan sebelumnya.

Melansir data dari situs resmi PT Antam, logammulia.com, koin 1 dinar dengan kemurnian 99,99 gram hari ini dibanderol Rp 3.922.750, naik 0,44%. Sementara dalam 2 hari sebelumnya dinar menguat 0,55% setelah melesat 1,56% kemarin. Koin 1 dinar memiliki berat 4,25 gram.

Sementara itu koin 1 dinar dengan kemurnian 91,7% hari ini naik 0,43% ke ke 3.608.862.


Selain itu, koin dirham yang berbahan dasar perak hari ini dibanderol Rp 91.105 naik 0,33%. Koin 1 dirham ini memiliki berat 2,975 gram.

PT Antam menjual koin dinar dengan kemurnian 91,7% mulai dari pecahan 1/4 dinar hingga 4 dinar, sementara kemurnian 99,99% mulai pecahan 1/4 dinar hingga 2 dinar. Selain itu PT Antam juga menjual koin dirham yang berbahan dasar perak dengan kemurnian 99,95% pecahan 1 dan 2 dirham.

Koin dinar dan dirham dapat digunakan untuk pembayaran zakat, alat investasi atau simpanan, serta menjadi mahar.

Harga produk emas di dalam negeri menguat hari ini mengikuti harga emas dunia yang kemarin menguat 0,51% ke US$ 1.840,36/troy ons, merespon pelemahan dolar Amerika Serikat (AS). Indeks dolar AS yang mengukur kekuatan mata uang Paman Sam terus menurun, kemarin turun 0,44% ke 90,714 dan berada di level terendah sejak 23 April 2018.
Pelemahan indeks dolar AS tersebut dipicu oleh ekspektasi cairnya stimulus fiskal di Negeri Paman Sam.

"Pembahasan stimulus dan pelemahan dolar AS memberikan dorongan naik bagi harga emas," kata Rhona O'Connell analis StoneX dalam sebuah catatan yang dikutip CNBC International, Kamis (3/12/2020).

Dalam keterangan tertulis, Ketua House of Representatives (salah satu dari dua kamar yang membentuk kongres) Nancy Pelosi mengatakan Menteri Keuangan Steven Mnuchin akan mengkaji proposal yang diajukan kubu Partai Demokrat. Salah satunya adalah pemberian vaksin anti-virus corona harus gratis dan bisa dinikmati oleh siapa saja.

Selain itu, Pelosi dan Pemimpin Partai Minoritas di Senat, Chuck Schumer mendukung paket stimulus fiskal senilai US$ 908 miliar. Ini siap digolkan oleh kedua partai politik mayoritas di AS untuk menyokong bisnis kecil dan pengangguran di AS

Keputusan stimulus harus cepat, karena tenggat waktu pengesahan anggaran tahun fiskal 2021 adalah 11 Desember 2020.

Selain itu, bank sentral AS (Federal Reserve/The Fed) yang akan mengumumkan kebijakan moneter pada Kamis 17 Desember dini hari WIB.

Ada peluang The Fed akan menambah stimulus moneternya dengan meningkatkan nilai pembelian aset (quantitative easing/QE).

Saat stimulus fiskal atau moneter tersebut cair, maka jumlah uang yang beredar tentunya akan semakin banyak, secara teori dolar AS akan melemah.

Stimulus baik fiskal maupun moneter memberikan 2 keuntungan bagi emas. Yang pertama, seperti disebutkan sebelumnya stimulus menyebabkan dolar AS melemah. Saat itu terjadi, maka harga emas dunia yang dibanderol dolar AS akan lebih murah bagi pemegang mata uang lainnya, sehingga permintaan berpeluang meningkat.

Yang kedua, bertambahnya jumlah mata uang yang beredar di juga berpotensi memicu kenaikan inflasi. Emas secara tradisional dianggap sebagai aset lindung nilai terhadap inflasi, sehingga daya tarik emas sebagai investasi akan kembali muncul.

TIM RISET CNBC INDONESIA


[Gambas:Video CNBC]

(pap/pap)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading