Duh! Harga Koin Dinar 99,99% kini Nyaris di Bawah Rp 4 Juta

Syariah - Putu Agus Pransuamitra, CNBC Indonesia
17 November 2020 18:45
Dinar (Rumahdinarcom)

Jakarta, CNBC Indonesia - Harga koin emas dinar merosot tajam dalam 3 bulan terakhir, mengikuti kemerosotan harga emas dunia. Melansir data dari logammulia.com, pada 3 Agustus lalu saat harga emas dunia sedang meroket harga koin 1 dinar dengan kemurnian Au 91,7% hari ini dibanderol Rp 3.870.137. 1 koin dinar ini memiliki berat 4,25 gram. Sementara pada hari ini, koin 1 dinar dihargai Rp 3.682.976, itu artinya terjadi penurunan sebesar 4,84%.

Koin 1 dinar dengan kemurnian FG 99,99%, dibanderol Rp 4.003.500, turun 4,85% di harga 3 Agustus lalu Rp 4.207.500.

Selain koin dinar, Antam juga menjual koin dirham yang berbahan dasar perak. 1 koin dirham dengan kemurnian Ag 99,95% dibanderol Rp 91.700. 1 koin dirham ini memiliki berat 2,975 gram.


Koin dinar dan dirham dapat digunakan untuk pembayaran zakat, alat investasi atau simpanan, serta menjadi mahar.

Dinar yang berbahan dasar emas tentu sangat terpengaruh dengan harga emas dunia. Ketika harga emas dunia naik, maka koin dinar juga cenderung ikut naik, begitu juga sebaliknya.

Sayangnya, harga emas dunia sedang ambrol sejak pekan lalu akibat kabar vaksin virus corona.

Melansir data Refinitiv, harga emas dunia ambrol lebih dari 3% sepanjang pekan lalu, tetapi kemerosotan tajam sebesar 4,6% sebenarnya hanya terjadi di hari Senin (9/11/2020) akibat kabar vaksin corona dari Pfizer.Setelahnya, harga emas mulai stabil.

Perusahaan farmasi asal AS, Pfizer yang berkolaborasi dengan BioNTech asal Jerman, Senin pekan lalu mengumumkan vaksin buatanya efektif menangkal penyakit akibat virus corona (Covid-19) hingga lebih dari 90% tanpa efek samping yang berbahaya.

Vaksin dapat membuat hidup kembali normal, roda bisnis berputar, dan perekonomian dunia bangkit. Sehingga emas yang merupakan aset safe haven menjadi kurang menarik lagi.

Kemarin, harga emas dunia sempat kembali merosot 1,27% ke 1.864.09/troy ons dalam waktu singkat, tetapi berhasil rebound berakhir stagnan di US$ 1.888,51/troy ons.
Pergerakan tersebut dipicu perusahaan farmasi AS, Moderna, yang melaporkan kesuksesan vaksin corona seperti Pfizer.

CEO Moderna, Stephane Bancel, kemarin mengatakan hasil sementara uji coba tahap III vaksin miliknya efektif mencegah Covid-19 hingga lebih dari 94%.

Respon emas kemarin mengindikasikan pelaku pasar sudah menakar akan adanya vaksin virus corona yang bisa membuat hidup kembali normal. Tetapi respon ekonomi terhadap vaksin tersebut masih menjadi tanda Tanya, apakah bisa bangkit dengan cepat, atau lambat.

Hal itulah yang membuat banyak analis masih memprediksi emas akan menguat lagi ke depannya.

"Virus bisa hilang, tetapi bukan berarti perekonomian akan pulih dengan cepat. Sudah terjadi banyak kerusakan yang tidak bisa diperbaiki dengan cepat," kata Ole Hansen, kepala strategi komoditas di Saxo Bank, sebagaimana dilansir Kitco, Senin (9/11/2020).

"Pada dasarnya kita melihat pelaku pasar yang keluar dari emas setelah melakukan aksi beli dalam 6 bulan terakhir. Tetapi masih ada banyak ketidakpastian untuk emas, vaksin menjadi kabar bagus (bagi perekonomian), tetapi tetap tidak merubah narasi (penguatan emas) yang ada," katanya.

Dengan harga emas dunia yang diprediksi masih akan menguat, harga koin dinar juga berpeluang kembali terkerek naik.

TIM RISET CNBC INDONESIA


[Gambas:Video CNBC]

(pap/pap)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading