Rupiah Babak Belur, Riyal Arab Saudi Naik 5 Hari Beruntun

Syariah - Putu Agus Pransuamitra, CNBC Indonesia
14 August 2020 20:13
A Saudi man shows Saudi riyal banknotes at a money exchange shop, in Riyadh, Saudi Arabia January 20, 2016. REUTERS/Faisal Al Nasser

Jakarta, CNBC Indonesia - Nilai tukar riyal Arab Saudi menguat melawan rupiah pada perdagangan Jumat (14/8/2020) dan mencapai level tertinggi sejak 19 Mei. Tidak hanya itu, riyal juga mencatat pekan sempurna, alias menguat 5 hari beruntun pekan ini.

Melansir data Refinitiv, riyal hari ini menguat 0.13% ke Rp 3.924/SAR di pasar spot, melansir data Refinitiv. Posisi tersebut merupakan level penutupan tertinggi sejak 19 Mei lalu.


Isu resesi membuat rupiah tertekan. Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) Transisi DKI Jakarta yang kembali diperpanjang selama 2 pekan memperbesar risiko resesi di Indonesia, setelah produk domestik bruto (PDB) di kuartal II-2020 lalu -5,32% year-on-year (YoY). Jika pertumbuhan ekonomi negatif lagi di kuartal ini, Indonesia sah mengalami resesi untuk pertama kalinya sejak 1998.

PSBB Transisi DKI Jakarta yang kembali diperpanjang memperbesar risiko tersebut.

"Dengan mempertimbangkan segala kondisi, setelah kami berkonsultasi dengan pakar kesehatan khususnya epidemiolog, dan berkoordinasi dengan jajaran Forkopimda pada sore tadi, kami memutuskan untuk kembali memperpanjang PSBB Masa Transisi di fase pertama ini untuk keempat kalinya hingga tanggal 27 Agustus 2020," ujar Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan dalam pernyataannya seperti dikutip dari CNN Indonesia, Kamis (13/8).

Dengan diperpanjangnya PSBB, artinya selama 2 bulan di kuartal III-2020 roda bisnis masih berputar pelan. Laju pemulihan ekonomi saat PSBB menjadi lambat setelah mengalami kontraksi 5,32% YoY di kuartal II-2020, sehingga risiko resesi meningkat seperti yang diramal oleh Bank Dunia dalam laporan Indonesia Economic Prospects edisi Juli 2020, dengan judul The Long Road to Recovery.

Lembaga yang berkantor pusat di Washington DC (Amerika Serikat) itu memperkirakan ekonomi Indonesia tidak tumbuh alias 0%. Namun Bank Dunia punya skenario kedua, yaitu ekonomi Indonesia mengalami kontraksi -2% pada 2020 jika resesi global ternyata lebih dalam dan pembatasan sosial (social distancing) domestik lebih ketat.

"Ekonomi Indonesia bisa saja memasuki resesi jika pembatasan sosial berlanjut pada kuartal III-2020 dan kuartal IV-2020 dan/atau resesi ekonomi dunia lebih parah dari perkiraan sebelumnya," tulis laporan Bank Dunia.

Dampaknya, rupiah tak mampu menguat sekalipun melawan riyal di pekan ini.

TIM RISET CNBC INDONESIA


[Gambas:Video CNBC]

(pap/pap)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading