Jelang Idul Adha, Kurs Riyal Arab Saudi Akhirnya Naik Lagi

Syariah - Putu Agus Pransuamitra, CNBC Indonesia
31 July 2020 01:04
Mata Uang Riyal Arab Saudi (REUTERS/Faisal Al Nasser)

Jakarta, CNBC Indonesia - Nilai tukar riyal Arab Saudi menguat melawan rupiah pada perdagangan Kamis (30/7/2020), sehari menjelang Hari Raya Idul Adha. Ini merupakan kali pertama kurs riyal naik melawan rupiah setelah melemah dalam 7 hari beruntun.

Melansir data Refinitiv, kurs riyal hari ini menguat 0,41% ke Rp 3.874/SAR di pasar spot. Sementara dalam 7 hari perdagangan terakhir, total riyal melemah 1,64%.

Pelemahan cukup tajam tersebut tentunya memicu aksi ambil untung (profit taking) ke rupiah yang membuat nilainya melemah. Apalagi, "hantu" resesi kembali bergentayangan hari ini.


Setelah Jepang, Singapura dan Korea Selatan kini giliran Hong Kong. Masuk wilayah administratif China, PDB Hong Kong di kuartal II-2020 -9% year-on-year (YoY), sementara di kuartal sebelumnya -9,1% YoY.

Dari Asia beralih ke Eropa, Jerman juga mengalami nasib yang sama. PDB di kuartal II-2020 dilaporkan -11,7% YoY, sementara di kuartal sebelumnya -2,3 YoY. Motor penggerak ekonomi Eropa ini pun sah mengalami resesi.

Indonesia juga tak lepas dari isu resesi, yang memberikan tekanan bagi rupiah. Pada Kamis (16/7/2020) Bank Dunia merilis laporan Indonesia Economic Prospects edisi Juli 2020. Laporan itu diberi judul The Long Road to Recovery.

Lembaga yang berkantor pusat di Washington DC (Amerika Serikat) itu memperkirakan ekonomi Indonesia tidak tumbuh alias 0%. Namun Bank Dunia punya skenario kedua, yaitu ekonomi Indonesia mengalami kontraksi -2% pada 2020 jika resesi global ternyata lebih dalam dan pembatasan sosial (social distancing) domestik lebih ketat.

"Ekonomi Indonesia bisa saja memasuki resesi jika pembatasan sosial berlanjut pada kuartal III-2020 dan kuartal IV-2020 dan/atau resesi ekonomi dunia lebih parah dari perkiraan sebelumnya," tulis laporan Bank Dunia.

Di saat yang sama pada sore hari, Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan memperpanjang pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) transisi selama 14 hari, akibat penyebaran kasus penyakit virus corona yang masih cukup tinggi.

Hari ini, Gubernur Anies kembali memperpanjang PSBB selama 2 pekan hingga 13 Agustus mendatang bahkan akan lebih ketat dari sebelumnya. PSSB transisi yang terus diperpanjang tersebut berisiko membuat pemulihan ekonomi Indonesia berjalan lebih lambat dan lama.

Dengan demikian, separuh kuartal III-2020 masih terjadi PSBB transisi, artinya masih belum semua sektor ekonomi yang dibuka, maka ada risiko pertumbuhan ekonomi minus, seperti yang diramal oleh Bank Dunia. Maklum saja, DKI Jakarta berkontribusi sebesar 29% terhadap produk domestik bruto (PDB) nasional di tahun 2019.

TIM RISET CNBC INDONESIA


[Gambas:Video CNBC]

(pap/pap)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading