Kebijakan BI Akhirnya Buat Kurs Riyal Merosot

Syariah - Putu Agus Pransuamitra, CNBC Indonesia
04 March 2020 09:17
Kebijakan BI Akhirnya Buat Kurs Riyal Merosot
Jakarta, CNBC Indonesia - Nilai tukar riyal Arab Saudi (SAR) akhirnya kembali merosot melawan rupiah setelah mencapai level tertinggi 10 bulan di awal pekan.

Pada perdagangan Senin lalu, kurs riyal sempat menguat 0,55% ke Rp 3.843/SAR yang merupakan level tertinggi dalam 10 bulan 29 Mei 2019. Tetapi pada akhirnya berbalik melemah 0,55% ke Rp 3.801/SAR setelah Bank Indonesia (BI) menggelontorkan stimulus moneter guna meredam dampak virus corona ke perekonomian.

Selasa kemarin riyal menguat tipis, tetapi pada hari ini, Rabu (4/3/2020) kembali merosot. Pada pukul 8:50 WIB SAR 1 setara dengan Rp 3.779, riyal anjlok 0,81% di pasar spot, melansir data Refinitiv.




Efek stimulus dari BI masih berlanjut pada hari ini apalagi ditambah dengan bank sentral AS (Federal Reserve/The Fed) yang mengejutkan pasar dengan memangkas suku bunga acuan 50 basis poin (bps) menjadi 1-1,25% pada Selasa pagi waktu setempat. Sentimen pelaku pasar terangkat, dan kembali masuk ke aset dengan imbal hasil tinggi, salah satunya rupiah.


Senin lalu, setelah Rapat Dewan Gubernur (RDG), Gubernur BI Perry Warjiyo mengeluarkan lima kebijakan.

Pertama adalah meningkatkan intensitas intervensi di pasar keuangan baik di pasar spot, Domestic Non-Deliverable Forwards (DNDF), dan obligasi pemerintah atau Surat Berharga Negara (SBN) guna menstabilkan nilai tukar rupiah.

Kedua adalah menurunkan Giro Wajib Minimum (GWM) valas dari 8% terhadap Dana Pihak Ketiga (DPK) menjadi 4% DPK, berlaku mulai 16 Maret. Penurunan ini akan meningkatkan likuiditas valas di perbankan US$ 3,2 miliar.

Ketiga, BI juga menurunkan GWM rupiah sebesar 50 basis poin (bps) khusus kepada bank yang melakukan kegiatan ekspor-impor, berlaku mulai 1 April selama sembilan bulan. BI menilai eksportir dan importir memang kesulitan setelah merebaknya virus corona.

Keempat, BI memperluas jenis dan cakupan underlying investor asing di dalam melakukan lindung nilai, termasuk kalau mau masuk ke pasar DNDF. Memang kalau ingin mengakses DNDF, partisipan harus punya underlying yang jelas seperti kebutuhan impor, pembayaran utang luar negeri, dan sebagainya.

Langkah kelima, adalah investor global dapat menggunakan bank kustodi baik global maupun domestik dalam melakukan kegiatan investasi di Indonesia. Jadi tidak hanya bank asing, bank lokal juga sudah mampu menyediakan jasa kustodi.

Baik BI dan The Fed mengambil langkah cepat guna membantu roda perekonomian akan terpacu lebih cepat akibat wabah virus corona yang diprediksi akan menekan pertumbuhan ekonomi global.

Arab Saudi pada pekan lalu bahkan harus menangguhkan sementara semua perjalanan umroh, termasuk kunjungan ke Masjid Nabawi di Madinah guna mencegah masuknya virus tersebut ke dalam negeri. Akibat penangguhan tersebut, pendapatan devisa Arab Saudi terancam merosot.


TIM RISET CNBC INDONESIA 


(pap/pap)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading