Kurs Riyal Hari Ini: 1 SAR Setara dengan Rp 3.632

Syariah - Putu Agus Pransuamitra, CNBC Indonesia
11 February 2020 09:25
Kurs Riyal Hari Ini: 1 SAR Setara dengan Rp 3.632
Jakarta, CNBC Indonesia Nilai tukar riyal Arab Saudi (SAR) melemah tipis melawan rupiah di awal perdagangan Selasa (11/2/2020) setelah menguat dua hari beruntun perdagangan Senin kemarin. Posisi riyal saat ini masih belum jauh dari level terlemah dua tahun Rp 3.632/SAR yang disentuh dua pekan lalu.

Senin kemarin, riyal mengakhiri perdagangan di level Rp 3.650/SAR menguat 0,16% di pasar spot, melansir data Refiniltiv. Pada Jumat pekan lalu, riyal menguat 0,41%, sementara pada hari ini, Selasa (11/2/2020) pukul 9:00 WIB, melemah tipis 0,08% ke level Rp.3647/SAR.

Berikut kurs jual beli riyal yang diambil dari situs resmi beberapa bank nasional pagi ini.

BankKurs BeliKurs Jual
Bank BNI3.680,003.615,00
Bank BRI3.609,553.635,93
Bank Mandiri3.635,003.660,00
Bank BTN3.429,003.876,00
Bank BCA3.632,833.662,83
CIMB Niaga3.655,003.662,00



Pergerakan riyal mengikuti dolar Amerika Serikat (AS) yang juga membukukan penguatan dua hari beruntun Senin kemarin, dan melemah tipis hari ini.

Untuk diketahui, pergerakan riyal melawan rupiah nyaris selalu sama dengan dolar AS melawan rupiah. Saat dolar AS menguat, riyal juga akan menguat, begitu juga sebaliknya.

Penyebaran virus corona masih menjadi isu utama pasar finansial hingga hari ini. Berdasarkan data dari ArcGis, total korban meninggal akibat virus corona kini menjadi 1.016 orang, dan telah menjangkiti lebih dari 43.000 orang di berbagi negara.

Pelambatan ekonomi kini menghantui pasar global, hasil riset S&P menunjukkan pertumbuhan ekonomi China bisa terpangkas 1,2% akibat virus corona.
Kala ekonomi China melambat, negara-negara lain tentunya juga akan terseret, sebabnya Negeri Tiongkok merupakan negara dengan nilai perekonomian terbesar kedua di dunia setelah AS.



Sementara itu dari dalam negeri, Senin kemarin Bank Indonesia (BI) melaporkan data Neraca Pembayaran Indonesia (NPI) yang cukup bagus.

Pada kuartal IV-2019, NPI membukukan surplus sebesar US$ 4,28 miliar. Jauh membaik dibandingkan kuartal sebelumnya yang defisit US$ 46 juta. Ini membuat NPI untuk keseluruhan 2019 menjadi surplus US$ 4,68 miliar. Juga jauh membaik ketimbang 2018 yang negatif US$ 7,13 miliar.

Dari sisi ekspor-impor barang dan jasa atau transaksi berjalan (current account), masih ada defisit sebesar US$ 8,12 miliar atau 2,84% dari Produk Domestik Bruto (PDB) pada kuartal IV-2019. Sementara untuk keseluruhan 2019, transaksi berjalan membukukan defisit US$ 30,41 miliar (2,72% PDB), membaik dibandingkan tahun 2018 yang minus US$ 30,63 miliar (2,94% PDB). 

Defisit transaksi berjalan tersebut mampu ditutup oleh transaksi modal dan finansial. Pada kuartal IV-2019, transaksi modal dan finansial surplus US$ 12,4 miliar, lebih tinggi ketimbang kuartal sebelumnya yaitu US$ 7,4 miliar. Sepanjang 2019, transaksi modal dan finansial mencatat surplus US$ 36,3 miliar, naik dibandingkan 2018 yakni US$ 25,2 miliar.

Sayangnya rilis data NPI belum mampu membuat rupiah menguat Senin kemarin. Mata Uang Garuda sejak awal tahun menjadi salah satu mata uang dengan kinerja terbaik di dunia, bahkan sempat menjadi juara dunia atau yang terbaik dalam waktu yang cukup lama hingga akhirnya lengser pada pekan lalu.

Melawan riyal sepanjang tahun ini rupiah sudah menguat 1,35%, sehingga ketika sentimen pelaku pasar belum benar-benar bagus, rupiah rentan terkoreksi akibat aksi ambil untung (profit taking).


TIM RISET CNBC INDONESIA  (pap/pap)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading