5 Tahun Rerata Pertumbuhan Industri Perbankan Syariah 15%

Syariah - Rahajeng Kusumo Hastuti, CNBC Indonesia
08 June 2019 - 18:37
5 Tahun Rerata Pertumbuhan Industri Perbankan Syariah 15%
Jakarta, CNBC Indonesia - Industri perbankan syariah menunjukkan perkembangan yang positif dari tahun ke tahun. Direktur Utama BNI Syariah, Abdullah Firman Wibowo mengatakan dalam kurun 2014-2018, perbankan syariah mampu mencatat Compounded Annual Growth Rate (CAGR) sebesar 15%, lebih tinggi dari industri perbankan nasional yang mencatat CAGR sebesar 10%.

Meski dia mengakui dalam lima tahun terakhir terdapat dinamika yang memengaruhi laju pertumbuhan. "Misalnya proses konsolidasi yang dilakukan beberapa Bank Umum Syariah serta melambatnya sektor riil," katanya saat dihubungi CNBC Indonesia, Sabtu (8/06/2019).

Di sisi lain, ada beberapa faktor yang mendorong pertumbuhan industri perbankan syariah, seperti konversi yang dilakukan beberapa Bank Pembangunan Daerah, implementasi peraturan daerah syariah. Selain itu peningkatan tren industri halal adalah beberapa hal yang menjadi faktor pertumbuhan perbankan syariah.

Selain itu, komitmen pemerintah melalui pembentukan Komite Nasional Keuangan Syariah (KNKS) merupakan angin segar bagi industri perbankan syariah. Terlebih dengan diluncurkannya Masterplan Ekonomi Syariah 2019-2024.


"Kami optimis perbankan syariah dapat tumbuh lebih baik dan lebih berkontribusi bagi pembangunan bangsa," kata Firman.

Namun dia mengakui masih banyak tantangan yang diselesaikan perbankan syariah. Pertama, harus ada perbaikan kualitas pembiayaan termasuk Financing at Risk (FaR).

Kedua, penguatan permodalan, meningkatkan BUKU berdasarkan modal sehingga bisa meningkatkan Batas Maksimal Pemberian Kredit (BMPK).

Ketiga, Perbaikan IT untuk memperkuat "transactional banking" dan "digital banking" demi menekan Cost of Funds meningkatkan current account and saving account (CASA), sekaligus meningkatkan fee based income (FBI).

"Harus ada peningkatan Capacity building untuk SDM perbankan syariah menuju global dan modern bank. Jangan lupa juga ada kepemimpinan berdasarkan Nilai2 Hasanah," tegasnya.

Sebelumnya Ketua Dewan Komisioner Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) Halim Alamsyah mengatakan saat ini kinerja perbankan syariah masih lambat. Perlambatan ini membuat kondisi perbankan syariah selalu menjadi pembahasan, terutama masalah penguatan modal, likuiditas dan efisiensi.

Selain itu kondisi setiap bank pun tidak sama. Ada yang menurut Halim kondisinya bagus, ada yang memprihatinkan, dan ada yang biasa saja.

"Harus ada penguatan permodalan, likuiditas harus dijaga dan efisiensi harus ditingkatkan," ujar Halim (hps/hps)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading