OJK Larang Amanah Finance Beroperasi, Kenapa?

Syariah - Iswari Anggit, CNBC Indonesia
17 December 2018 08:12
OJK Larang Amanah Finance Beroperasi, Kenapa?
Jakarta, CNBC Indonesia - Terhitung sejak tanggal 30 Oktober 2018 sampai 29 April 2019, kegiatan usaha perusahaan pembiayaan syariah, PT Amanah Finance, dibekukan oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK). Hal ini tertulis dalam Surat Deputi Komisioner Pengawas IKNB II dengan nomor S-668 INB.2/2018.

Dalam surat pembekuan tersebut dijelaskan tiga masalah yang dialami PT Amanah Finance yang membuat OJK menilai perusahaan pembiayaan syariah tersebut 'tidak sehat'.



Ketiga masalah tersebut di antaranya:
1. Tidak dapat memenuhi rencana pemenuhan atas rasio permodalan.
2. Rasio aset produktif bermasalah.
3. Gearing ratio dan pemenuhan ekuitas.


Tiga masalah yang dialami PT Amanah Finance ini dinilai OJK melanggar dan tidak sesuai ketentuan dalam Peraturan Otoritas Jasa Keuangan atau POJK Nomor 31/ POJK.05/ 2014, terkait pembiayaan syariah. Setidaknya terdapat tiga pasal yang dilanggar dan tidak sesuai, yakni:

1. Pasal 25 ayat 1 yang mengharuskan setiap perusahaan pembiayaan syariah wajib setiap waktu mempertahankan rasio aset produktif bermasalah setelah dikurangi cadangan penyisihan penghapusan aset produktif, paling tinggi sebesar 5% dari total aset produktif.
2. Pasal 31 ayat 1 huruf a yang menyatakan bahwa, perusahaan pembiayaan syariah yang berbentuk badan hukum perseroan terbatas, wajib memiliki ekuitas paling sedikit Rp 100 miliar.
3. Pasal 32 di mana setiap perusahaan pembiayaan syariah wajib memiliki rasio ekuitas terhadap modal disetor paling rendah sebesar 50%.

OJK Larang Amanah Finance Beroperasi, Kenapa?Foto: Infografis/Simak! Ini Sederet Larangan OJK untuk Fintech P2P/Aristya Rahadian Krisabella

Sebelum melayangkan surat pembekuan, OJK telah memberikan surat pemberitahuan hingga surat peringatan kepada PT Amanah Finance. Selama itu juga, OJK memberi kesempatan pada PT Amanah Finance untuk menyampaikan rencana pemenuhan atas masalah yang dialaminya. Namun, hingga batas waktu yang ditentukan, OJK menilai bahwa rencana pemenuhan yang diberikan PT Amanah Finance tidak bisa menyelesaikan masalah.



Dengan dibekukannya PT Amanah Finance selama enam bulan, perusahaan yang kantornya berlokasi di Jakarta dan Makassar ini, tidak boleh melakukan kegiatan pembiayaan syariah. Bila selama dibekukan PT Amanah Finance tetap melakukan kegiatan pembiayaan, maka OJK tidak segan-segan mencabut izin usahanya.

Selama dibekukan, OJK juga mengharuskan OT Amanah Finance membuat rencana pemenuhan atau strategi untuk mengatasi masalah yang dialaminya. OJK pun akan terus memantau langkah-langkah yang ditempuh PT Amanah Finance dalam upaya 'menyehatkan' kembali perusahaannya.

(prm)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading