Laba Naik, Tapi Pembiayaan Bermasalah BRI Syariah Meroket

Syariah - Roy Franedya, CNBC Indonesia
31 October 2018 19:58
Laba Naik, Tapi Pembiayaan Bermasalah BRI Syariah Meroket
Jakarta, CNBC Indonesia - PT Bank Bri Syariah Tbk (BRIS) mencatatkan rasio pembiayaan bermasalah (non performing financing/NPF) bersih menembus 4,3% pada September 2018, meskipun berhasil mencatatkan pertumbuhan laba bersih 18,73%.

Berdasarkan publikasi laporan keuangan Kuartal III-2018, NPF gross BRI Syariah mencapai 5,3%, meningkat 48 basis points (bps) dibandingkan posisi setahun sebelumnya, dan meningkat 20bps dari kuartal sebelumnya.

Sementara itu, NPF nett pada kuartal III-2018 mencapai 4,3%, meningkat 28bps dari setahun lalu dan 7bps dari kuartal sebelumnya. Anak usaha PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI) ini selalu mencatatkan NPF nett di atas 4% sejak September 2017, dan selalu menutup tahun dengan NPF gross di atas 4% sejak 2013 lalu. 


Sebagai informasi, batas tingkat kesehatan bank syariah untuk NPF adalah 5%. Bila NPF nett tersebut menembus 5% maka ada peluang bank tersebut masuk bank dalam pengawasan intensif.

BRI syariah mencatatkan laba bersih Rp 151,15 miliar pada 9 bulan pertama 2018, naik 18,73% dibandingkan dengan setahun sebelumnya yang tercatat Rp 127,29 miliar. Laba bersih tersebut didorong oleh pendapatan setelah distribusi bagi hasil sebesar Rp 1,36 triliun, naik 13,86% dibandingkan setahun sebelumnya.

Perseroan juga mencatatkan pertumbuhan pendapatan operasional hampir 3 kali lipat menjadi Rp 324,35 miliar, terutama ditopang oleh pemulihan cadangan kerugian penurunan nilai sebesar Rp 195,74 miliar

Bank yang baru saja melantai di Bursa Efek Indonesia mencatatkan penurunkan Return on Equity menjadi 4,87% dari setahun sebelumnya 6,9%.

Adapun net operating margin menyentuh 0,1% dibandingkan dengan setahun sebelumnya 0,28%. sementara itu, rasio cadangan kerugian penurunan nilai tercatat 1,56% pada akhir September 2018.

(roy/dob)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading