Didukung Qanun Aceh, BRI Syariah Incar Laba 2019 Naik Double

Syariah - Rahajeng Kusumo Hastuti, CNBC Indonesia
09 September 2019 20:35
Didukung Qanun Aceh, BRI Syariah Incar Laba 2019 Naik Double
Jakarta, CNBC Indonesia- PT BRI Syariah Tbk (BRIS) menargetkan laba bisa naik dua kali lipat pada akhir 2019 yang didukung oleh kebijakan qanun lembaga keuangan syariah (LKS) di Daerah Istimewa Aceh.

Dengan kebijakan qanun ini semua lembaga keuangan baik perbankan wajib memberlakukan sistem syariah, termasuk BRI konvensional yang merupakan induk dari BRIS.

"Gambaran kami dengan perbaikan ini profitnya dari Desember 2018, pasti akan dua kali lipat. hitungan kami dengan progres ini kami sangat yakin," kata Direktur Bisnis Ritel BRI Syariah Firdi Arnaldy dalam talkshow dengan CNBC Indonesia, Rabu (04/05/2019).


Dengan target tersebut, maka BRI Syariah berharap dapat meraih laba bersih Rp 212 miliar sepanjang tahun ini, dibandingkan dengan 2018 sebesar Rp 106,6 miliar. Meski demikian, target tersebut cenderung tinggi bila dibandingkan pencapaian semester I/2019 yang baru meraih Rp 35,55 miliar.



Firdi menyatakan saat ini proses migrasi dari BRI sebagai induk ke BRI syariah masih berjalan dan ditargetkan rampung pada 2020. Ada sekitar 2 juta nasabah dari BRI yang akan pindah ke BRIS secara bertahap dengan nilai Rp 20 triliun. Saat ini nilai portofolio kredit yang sudah dipindahkan sekitar Rp 350 miliar.

"Dari beberapa akun yang sudah pindah kami memberikan gambaran tentang syariah. Apa yang mereka dapat di konvensional harus sama dengan di syariah, kalau sudah seimbang Insya Allah aman," kata Firdi.

Untuk nasabah yang sudah hijrah, BRIS tetap akan fokus pada ritel dan komersial, dan baru akan menyentuh mikro pada Januari 2020.

BRIS juga melakukan persiapan infrastruktur dan sumber daya manusia (SDM) agar siap melayani segmen syariah. Firdi menegaskan BRIS mengejar agar bisa berada di service level yang sama dengan bank konvensional.

"Kami kejar sekarang service level, bermain digital di aplikasi pembiayaan. Kami juga mau bersinergi dengan fintech, kami mau tumbuh bersama. Nanti kami akan pilih mitra yang tahu upaya servis level kami. Ini agar tidak ada perbedaan konvensional dan syariah," katanya.

Selain itu, perusahaan juga berencana naik kelas dari Bank Umum Kelompok Usaha (BUKU) II menjadi BUKU III pada akhir 2019, dengan mengandalkan pertumbuhan organik. Dibutuhkan dana sekitar Rp 300 miliar agar perusahaan bisa loncat ke BUKU III.

Dia mengatakan perusahaan akan fokus pada peningkatakan pemasukan, dan penyaluran kredit dengan portofolio sesuai agar profitnya lebih tinggi. BRIS juga akan tetap fokus pada segmen ritel dan consumer.

Hingga saat ini menurutnya belum ada rencana untuk aksi korporasi melalui Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu (HMETD/Rights issue) untuk mempercepat naik ke BUKU III.

"Kami ingin naik ke BUKU supaya bisa bermain lebih lincah. Selama ini kita jadi penonton karena beberapa yang hanya bisa dilakukan ketika BUKU III. Sisa waktu 4 bulan, kami hitung target kami bisa dicapai, dan kami masih optimis," kata Firdi.


Tahun ini menurut Firdi perusahaan juga fokus melakukan perbaikan dalam berbagai hal, hingga membentuk task force khusus. Salah satu yang disoroti adalah upaya untuk menurunkan Non Performing Loan (NPL) dari 6% pada Desember 2018, menjadi 3,8% pada Juli 2019, serta melakukan beberapa restrukturisasi.

"Pengembangan ke depan, bisnis harus benar, mudah-mudahan dengan prudent bisa berjalan baik," katanya.

Perusahaan juga berupaya agar nasabah perbankan syariah bisa mendapatkan fasilitas yang sama dengan perbankan konvensional. Salah satu terobosan yang dilakukan adalah memperkuat layanan digital dengan meluncurkan BRISPay yang berbasis QR Code, dengan sekitar 700 ribu UMKM yang sudah bergabung.

Saksikan Video Begini Strategi BRIsyariah untuk Naik Kelas

[Gambas:Video CNBC]

(dob/dob)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading