Turun ke 3,8%, NPF Bank Syariah Terendah Sejak Mei 2014

Syariah - Donald Banjarnahor, CNBC Indonesia
24 August 2018 19:21
Turun ke 3,8%, NPF Bank Syariah Terendah Sejak Mei 2014
Jakarta, CNBC Indonesia - Industri Bank Syariah mencatatkan rasio pembiayaan bermasalah (non performing financing/NPF) gross pada level 3,83% pada akhir Juni 2018. Rasio NPF tersebut terendah sejak Mei 2014 silam.

Berdasarkan Statistik Perbankan Syariah Indonesia, nilai pembiayaan bermasalah dari 13 bank umum syariah (BUS) mencapai Rp 7,27 triliun secara bruto. Adapun secara neto, pembiayaan bermasalah itu mencapai Rp 4,05 triliun atau setara dengan 2,13%.

Adapun total pembiayaan dariĀ bank syariah mencapai Rp 189,68 triliun pada Juni 2018, naik 2,2% dibandingkan dengan setahun sebelumnya yang tercatat Rp 185,57 triliun.


Ini merupakan pertama kali rasio NPF industriĀ bank syariah di bawah 4%, sejak 2014 lalu. Terakhir kali, NPF perbankan syariah berada di 4%, pada Juni 2014, dengan posisi 3,9% secara bruto.

Tingginya NPF dari 13 Bank Umum Syariah dipengaruhi oleh memburuknya beberapa bank syariah besar, seperti Bank Syariah Mandiri (BSM), BRI Syariah dan Bank Muamalat Indonesia. BSM mencatatkan rasio NPF sebesar 4,53% pada akhir 2017 dan 4,92% pada akhir 2016.

Sementara itu, BRI Syariah mencatatkan NPF pada level 6,43% pada akhir 2017 dan 4,57% pada akhir 2016. Pada Juni 2018, rasio NPF BSM membaik ke level 3,97% pada Juni 2018, sementara NPF BRI Syariah masih betah di level 5,13%.

Bank Muamalat, yang merupakanĀ bank syariah pertama di Indonesia, mencatatkan penurunan NPF terbesar pada Juni 2018. NPF Bank Muamalat berada pada level 1,65% secara gross pada Juni 2018, dibandingkan dengan setahun sebelumnya yang tercatat 4,95%. Adapun secara netto, NPF Bank Muamalat tercatat 0,88% pada akhir Juni 2018.

Penurunan NPF tersebut mendukung peningkatan laba Bank Muamalat lebih dari 3 kali lipat dari Rp 29,96 miliar menjadi Rp 103,74 miliar.

(dob/roy)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading