MARKET DATA
Newsletter

BI Longgarkan Likuiditas, Krisis Utang Prancis Jadi Bom Waktu-RI Aman?

Elvan Widyatama,  CNBC Indonesia
22 October 2026 06:20
Bendera Amerika ditampilkan di layar di lantai Bursa Saham New York (NYSE) di Kota New York, AS, 22 September 2025. (REUTERS/Jeenah Moon/File Foto)
Foto: Bendera Amerika ditampilkan di layar di lantai Bursa Saham New York (NYSE) di Kota New York, AS, 22 September 2025. (REUTERS/Jeenah Moon)

Dari pasar saham AS, bursa Wall Street kompak menguat pada perdagangan Rabu (21/10/2026) atau Kamis dini hari waktu Indonesia.

Saham naik seiring perkembangan terbaru terkait SpaceX dan Tesla mendorong investor kembali memburu saham-saham teknologi.

Indeks Nasdaq Composite naik 1,05% dan ditutup di level 26.702,86. Sementara itu, S&P 500 menguat 0,58% ke posisi 7.757,17. Dow Jones Industrial Average menanjak 360,21 poin atau 0,69% menjadi 52.856,09.

Saham SpaceX milik Elon Musk melonjak 7% setelah perusahaan tersebut mengumumkan pendapatan kuartal III-2026 tumbuh 161%. Musk juga menyatakan bahwa SpaceX dan Tesla, perusahaan otomotif miliknya, telah membentuk komite khusus untuk membahas kemungkinan merger.

 

Saham Tesla, yang dijadwalkan merilis laporan keuangan setelah penutupan perdagangan, turut menguat lebih dari 3%.

Bisnis kecerdasan buatan (artificial intelligence/AI) SpaceX tumbuh sembilan kali lipat.

Perkembangan ini kembali membangkitkan antusiasme investor terhadap saham-saham yang berkaitan dengan industri AI.

Saham Advanced Micro Devices (AMD) naik lebih dari 3%, sedangkan Nvidia menguat lebih dari 2%. Saham Micron Technology dan Marvell Technology masing-masing naik hampir 2%. VanEck Semiconductor ETF (SMH) juga menguat mendekati 2%.

"SpaceX menunjukkan bahwa peluang pertumbuhan di sektor ini masih terbuka untuk waktu yang panjang. Namun, ketegangan mendasar atau kecenderungan investor menjadi terlalu antusias dan memberikan valuasi berlebihan terhadap suatu aset, menurut saya, belum berubah," ujar Joe Zidle, Kepala Strategi Pasar Cresset, kepada CNBC International.

 

Kekhawatiran mengenai keberlanjutan investasi AI belakangan membebani sentimen pasar.

Investor menyoroti investasi AI yang dibiayai utang serta mempertanyakan apakah permintaan infrastruktur benar-benar sebanding dengan besarnya belanja perusahaan.

Meski demikian, Zidle memperkirakan musim laporan keuangan kali ini akan menunjukkan bahwa sejumlah perusahaan terkait AI masih menikmati permintaan yang kuat.

"Saya pikir ketika musim laporan keuangan berakhir dan kita melihat kembali hasilnya, SpaceX bukanlah sebuah anomali atau fenomena yang berdiri sendiri. Menurut saya, hal seperti ini justru akan semakin umum terjadi di sektor tersebut," katanya.

Investor juga menantikan perkembangan bisnis AI dari Meta Platforms, yang dijadwalkan merilis laporan keuangan setelah perdagangan berakhir pada Rabu.

Awal bulan ini, perusahaan tersebut meluncurkan model AI terbarunya, Muse Wonder, yang hanya tersedia bagi pengguna berbayar.

 

Pelaku pasar turut mencermati laporan keuangan IBM dan Southwest Airlines, yang juga dijadwalkan dirilis setelah penutupan perdagangan.

Di sisi lain, Netflix menjadi salah satu saham yang berkinerja paling buruk pada perdagangan Rabu.

Saham perusahaan layanan streaming tersebut anjlok lebih dari 5% setelah proyeksi pendapatan setahun penuh yang disampaikan perusahaan berada di bawah ekspektasi analis.

Netflix juga memangkas proyeksi pendapatan iklan untuk tahun penuh, menambah tekanan terhadap pergerakan sahamnya.

(evw/evw)


Most Popular
Features