Banyak yang Kabur, Segini "Kekuasaan" Asing di Bursa Saham RI Sekarang
Jakarta, CNBC Indonesia - Aksi jual investor asing masih menghantui pasar saham Indonesia. Kepemilikan saham investor asing di pasar modal Indonesia pun terus tergerus.
Penyusutan kepemilikan asing ini terjadi di tengah aksi jual bersih (net sell) investor asing yang mencapai Rp86,08 triliun sepanjang 2026, seiring tekanan terhadap Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) dan kekhawatiran terkait evaluasi MSCI.
Berdasarkan data Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI), nilai saham yang dimiliki investor asing tercatat sebesar Rp2.723,23 triliun per September 2026.
Angka tersebut turun Rp1.297,74 triliun atau 32,27% dibandingkan Januari 2026 yang masih mencapai Rp4.020,98 triliun.
Secara year on year, nilainya juga menyusut cukup dalam. Pada September 2025, kepemilikan saham asing masih bernilai Rp3.846,53 triliun, atau 29,20% lebih tinggi dibandingkan September 2026.
Sepanjang tahun ini, penurunan mulai terlihat pada Februari dan semakin dalam pada Maret, ketika nilai saham asing merosot dari Rp3.864,03 triliun menjadi Rp3.208,59 triliun.
Nilainya terus menurun hingga Juni dan menyentuh Rp2.573,50 triliun, sebelum berangsur pulih pada Juli dan Agustus. Namun, kenaikan tersebut kembali terhenti pada September, dengan nilai kepemilikan asing turun dari Rp2.949,49 triliun menjadi Rp2.723,23 triliun.
Bukan hanya nilainya yang berkurang, porsi saham yang dikuasai investor asing juga semakin kecil dibandingkan investor domestik.
Pada Januari 2026, investor asing masih menguasai 43,54% dari total nilai saham yang tercatat di KSEI. Delapan bulan kemudian, porsinya turun menjadi 39,67%.
Sebaliknya, porsi investor lokal meningkat dari 56,46% menjadi 60,33%. Artinya, hampir dua pertiga nilai saham yang tercatat di KSEI kini berada di tangan investor domestik.
Sementara itu, aksi jual asing masih berlanjut memasuki Oktober. Berdasarkan data Bursa Efek Indonesia (BEI), investor asing kembali mencatatkan net sell Rp1,18 triliun pada Senin (19/10/2026), sehingga total penjualan bersih sejak awal tahun mencapai Rp86,08 triliun.
Angka kepemilikan saham asing yang dilaporkan KSEI sendiri baru mencerminkan posisi September 2026. Dengan demikian, perubahan nilai saham maupun transaksi sepanjang Oktober, termasuk saat IHSG anjlok tajam pada 16 dan 19 Oktober, belum tercermin dalam data tersebut.
Meski nilai kepemilikan asing turun tajam, penurunan itu tidak seluruhnya dapat diartikan sebagai dana yang keluar dari pasar. Selain dipengaruhi transaksi investor, nilai saham yang dimiliki juga berubah mengikuti pergerakan harga di bursa.
(mae/mae)