MARKET DATA
Fundamental Pundit

Adu Kuat & Kencang Laba - Kredit Bank Raksasa RI: Siapa Juara?

Gelson Kurniawan,  CNBC Indonesia
03 September 2026 10:30
Laba Bersih 4 Bank Terbesar Indonesia Tumbuh pada Kuartal I-2026
Foto: Infografis/ Laba Bersih 4 Bank Terbesar Indonesia Tumbuh pada Kuartal I-2026/ Ilham

Jakarta, CNBC Indonesia - Empat bank besar Indonesia mencatatkan pertumbuhan bisnis sepanjang semester I-2026.

PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BBRI), PT Bank Mandiri (Persero) Tbk (BMRI), PT Bank Central Asia Tbk (BBCA), dan PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk (BBNI) sama-sama membukukan kenaikan aset, laba bersih, serta penyaluran kredit dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.

Meski seluruhnya tumbuh, posisi masing-masing bank berbeda. Mandiri memimpin dari sisi nominal aset dan kredit, sedangkan BRI mencatatkan laba bersih terbesar dalam perbandingan ini. Sementara itu, BNI membukukan pertumbuhan aset dan kredit paling tinggi.

Perbandingan menggunakan data konsolidasian. Khusus Mandiri, angka mengikuti penyajian perusahaan yang mengecualikan Bank Syariah Indonesia (BSI), dengan pembanding 2025 disajikan secara pro forma agar cakupan kedua periode sebanding.

Total Aset

Mandiri mencatatkan total aset sebesar Rp2.527,57 triliun hingga akhir Juni 2026, meningkat 18,09% dibandingkan Rp2.140,40 triliun pada Juni 2025 berdasarkan penyajian pro forma. Capaian tersebut menempatkan Mandiri sebagai bank dengan aset terbesar di antara empat emiten yang dibandingkan.

BRI menyusul dengan aset Rp2.352,38 triliun, tumbuh 11,68% secara tahunan. Sementara itu, BCA membukukan aset Rp1.660,58 triliun, meningkat 10,40% dari Rp1.504,12 triliun pada Juni 2025.

Adapun aset BNI mencapai Rp1.461,00 triliun, dibandingkan Rp1.201,65 triliun pada periode yang sama tahun sebelumnya. Meski nominalnya masih berada di bawah tiga bank lainnya, pertumbuhan aset BNI mencapai 21,58%, tertinggi dalam kelompok ini.

Laba Bersih

BRI membukukan laba bersih yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk sebesar Rp30,87 triliun sepanjang Januari-Juni 2026. Perolehan tersebut meningkat 17,46% dibandingkan Rp26,28 triliun pada periode yang sama tahun sebelumnya, sekaligus menempatkan BRI di posisi pertama dari sisi nominal laba.

Mandiri mengikuti dengan laba bersih Rp30,41 triliun, dibandingkan Rp24,46 triliun berdasarkan angka pro forma semester I-2025. Pertumbuhannya mencapai 24,36%, paling tinggi di antara keempat bank.

Sementara itu, BCA mencatatkan laba bersih Rp29,53 triliun, tumbuh 1,79% dibandingkan Rp29,02 triliun pada semester I-2025. Adapun laba BNI mencapai Rp10,76 triliun, meningkat 6,56% dari Rp10,09 triliun.

Penyaluran Kredit

Mandiri mencatatkan penyaluran kredit sebesar Rp1.677,45 triliun hingga Juni 2026, meningkat 18,83% dibandingkan Rp1.411,63 triliun pada Juni 2025 berdasarkan penyajian pro forma. Nominal tersebut menjadi yang terbesar dalam kelompok ini.

BRI menyusul dengan kredit dan pembiayaan sebesar Rp1.645,53 triliun, tumbuh 16,16% dibandingkan Rp1.416,62 triliun pada periode yang sama tahun sebelumnya. Adapun kredit dan pembiayaan BCA mencapai Rp1.035,62 triliun, meningkat 7,98% dari Rp959,13 triliun.

Sementara itu, kredit BNI mencapai Rp968,54 triliun, dibandingkan Rp778,68 triliun pada Juni 2025. Pertumbuhannya sebesar 24,38%, tertinggi di antara empat bank yang dibandingkan.

Perbandingan tersebut memperlihatkan keunggulan yang berbeda pada masing-masing bank. Mandiri memimpin dalam ukuran aset dan penyaluran kredit sekaligus pertumbuhan laba, sementara BRI unggul dari sisi nominal laba bersih.

BNI menonjol melalui pertumbuhan aset dan kredit, meski kenaikan labanya lebih terbatas. Adapun BCA membukukan nominal laba yang berdekatan dengan BRI dan Mandiri meskipun ukuran aset serta kreditnya lebih kecil.

Perbedaan ini menunjukkan bahwa besarnya neraca dan cepatnya ekspansi kredit tidak selalu menghasilkan urutan yang sama dalam perolehan laba.

-

Sanggahan: Artikel ini adalah produk jurnalistik berupa pandangan CNBC Indonesia Research. Analisis ini tidak bertujuan mengajak pembaca untuk membeli, menahan, atau menjual produk atau sektor investasi terkait. Keputusan sepenuhnya ada pada diri pembaca, sehingga kami tidak bertanggung jawab terhadap segala kerugian maupun keuntungan yang timbul dari keputusan tersebut.

CNBC INDONESIA RESEARCH

[email protected]

(gls/gls)



Most Popular