Adu Kencang Kredit BRI, BNI, BTN & Bank Mandiri, Siapa Juara?
Jakarta, CNBC Indonesia - Empat bank badan usaha milik negara (BUMN) berskala besar, yakni PT Bank Mandiri (Persero) Tbk (BMRI), PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BBRI), PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk (BBNI), dan PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk (BBTN), telah merilis laporan kinerja penyaluran kredit untuk periode kuartal pertama tahun 2026.
Secara keseluruhan, keempat entitas perbankan pelat merah ini berhasil mencatatkan pertumbuhan kredit yang solid pada level dua digit secara tahunan atau year on year.
Kinerja ini mengindikasikan bahwa fungsi intermediasi perbankan tetap berjalan secara optimal di tengah dinamika ekonomi yang menantang. Keempat bank tersebut menerapkan strategi ekspansi yang berbeda sesuai dengan fokus bisnis utama masing-masing, mulai dari segmen korporasi hingga usaha mikro.
Bank Mandiri Catat Volume Terbesar
Dari sisi volume penyaluran pembiayaan, Bank Mandiri menempati posisi teratas. Hingga akhir Maret 2026, total kredit yang berhasil disalurkan oleh Bank Mandiri menyentuh angka Rp1.614,01 triliun. Perolehan tersebut merepresentasikan tingkat pertumbuhan sebesar 17,4% yoy.
Namun perlu dicatat bahwa total kredit yang tercapai saat ini terjadi akibat adanya aksi spin-off dari anak perusahaannya yang merupakan Bank Syariah Indonesia Tbk (BRIS) sehingga ada sedikit perubahan.
Â
Ekspansi kredit yang dilakukan oleh Bank Mandiri secara khusus difokuskan untuk mendorong aktivitas ekonomi riil secara nasional. Strategi penyaluran pembiayaan ini memprioritaskan sektor-sektor yang berorientasi produktif dan industri yang menyerap tenaga kerja dalam jumlah besar atau padat karya.
BRI Jaga Pertumbuhan Melalui Segmen UMKM
Menyusul di posisi kedua, Bank Rakyat Indonesia melaporkan total penyaluran kredit sebesar Rp1.562,45 triliun pada kuartal I-2026. Pencapaian penyaluran pembiayaan tersebut mencatatkan laju kenaikan sebesar 13,7% yoy.
Pertumbuhan kredit BRI secara konsisten tetap ditopang oleh segmen usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM). Segmen tersebut memegang peran krusial dan terus menjadi lini bisnis inti perusahaan dalam merealisasikan komitmennya untuk mendukung ketahanan sektor riil dan ekonomi kerakyatan secara menyeluruh.
BNI Pimpin Persentase Pertumbuhan
Sementara itu, Bank Negara Indonesia mencatatkan laju pertumbuhan persentase yang paling tinggi dibandingkan kedua bank lainnya. Total kredit yang disalurkan BNI pada periode kuartal I-2026 terakumulasi sebesar Rp919,32 triliun, yang menunjukkan pertumbuhan terakselerasi sebesar 20,1% yoy.
Peningkatan penyaluran kredit oleh BNI ini ditopang oleh penyaluran yang tumbuh secara berimbang. Pertumbuhan pembiayaan yang sehat ini terlihat secara paralel, baik pada sisi business banking yang melayani korporasi maupun pada pembiayaan konsumer ritel.
BTN Fokus Dorong Sektor Perumahan
Melengkapi jajaran bank BUMN, Bank Tabungan Negara mencatatkan penyaluran kredit senilai total Rp400,63 triliun per kuartal I-2026. Pencapaian tersebut merekam kenaikan sebesar 10,3% yoy.
Kinerja positif ini didorong oleh segmen KPR Subsidi yang telah mencapai Rp193,55 triliun atau naik 7,7% yoy, serta KPR Non-Subsidi sebesar Rp112,56 triliun yang naik 5,4% yoy.
Keberpihakan BTN pada sektor perumahan ini dinilai memberikan efek ganda yang besar bagi perekonomian, baik dari sisi penyerapan tenaga kerja maupun penggunaan produk lokal.
-
Sanggahan: Artikel ini adalah produk jurnalistik berupa pandangan CNBC Indonesia Research. Analisis ini tidak bertujuan mengajak pembaca untuk membeli, menahan, atau menjual produk atau sektor investasi terkait. Keputusan sepenuhnya ada pada diri pembaca, sehingga kami tidak bertanggung jawab terhadap segala kerugian maupun keuntungan yang timbul dari keputusan tersebut.
CNBC INDONESIA RESEARCH
(gls/gls) Addsource on Google