MARKET DATA

Bank Raksasa RI Langsung Tancap Gas di Awal Tahun, Siapa Juara?

saw,  CNBC Indonesia
12 March 2026 10:20
4 Bank Terbaik Penopang Ekonomi RI 2023
Foto: Infografis/4 Bank Terbaik Penopang Ekonomi RI 2023/Aristya rahadian

Jakarta, CNBC Indonesia - Bank big caps pelat merah berhasil menunjukkan kinerja solid pada Januari 2026.

Ada tiga bank besar BUMN yaitu PT Bank Mandiri (Persero) Tbk (BMRI), PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BBRI), dan PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk (BBNI) yang terpantau mencatat pertumbuhan laba positif pada bulan pertama 2026 secara tahunan (yoy). Berikut hasil rekap-nya:

Dari data di atas terlihat kalau BMRI mencatatkan laba bersih sebesar Rp4,65 triliun pada Januari 2026, meningkat 16,18% secara tahunan dibandingkan laba Januari 2025 yang mencapai Rp4,00 triliun.

Pencapaian ini menempatkan Bank Mandiri sebagai bank dengan laba terbesar di antara tiga bank jumbo yang dianalisis pada periode tersebut.

Pertumbuhan laba ini ditopang oleh ekspansi bisnis yang cukup agresif, khususnya pada penyaluran kredit. H

Hingga Januari 2026, total kredit yang disalurkan Bank Mandiri mencapai Rp1.511,41 triliun, meningkat 15,62% YoY dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya sebesar Rp1.307,18 triliun.

Di sisi pendanaan, Bank Mandiri juga berhasil meningkatkan penghimpunan dana pihak ketiga (DPK) secara signifikan.

Total DPK tercatat mencapai Rp1.635,48 triliun, tumbuh 17,29% YoY dari Rp1.394,40 triliun pada Januari 2025. Pertumbuhan kredit dan dana pihak ketiga yang relatif seimbang ini menunjukkan kemampuan Bank Mandiri dalam menjaga ekspansi bisnis sekaligus mempertahankan likuiditas yang kuat.

Sementara itu, BBRI mencatatkan kinerja yang paling menonjol dari sisi pertumbuhan laba. Pada Januari 2026, BRI membukukan laba bersih sebesar Rp3,72 triliun, melonjak 85,40% YoY dibandingkan laba Januari 2025 yang sebesar Rp2,00 triliun.

Lonjakan laba tersebut menunjukkan adanya perbaikan kinerja yang signifikan dibandingkan tahun sebelumnya. Dari sisi intermediasi, BRI mencatatkan pertumbuhan kredit yang cukup solid. Total kredit yang disalurkan mencapai Rp1.354,08 triliun, meningkat 11,95% YoY dibandingkan Rp1.209,51 triliun pada periode yang sama tahun sebelumnya.

Di sisi pendanaan, BRI juga berhasil meningkatkan dana pihak ketiga menjadi Rp1.495,69 triliun, naik 9,96% YoY dari Rp1.360,16 triliun pada Januari 2025. Pertumbuhan kredit yang stabil dan peningkatan dana pihak ketiga menunjukkan bahwa basis bisnis BRI yang kuat di segmen UMKM masih menjadi motor utama pertumbuhan perusahaan.

Adapun BBNI mencatatkan laba bersih sebesar Rp1,68 triliun pada Januari 2026, tumbuh 3,45% YoY dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya yang sebesar Rp1,62 triliun.

 

Meskipun pertumbuhan laba relatif moderat dibandingkan bank lain, BNI menunjukkan ekspansi yang cukup agresif dari sisi intermediasi. Penyaluran kredit BNI mencapai Rp894,29 triliun, meningkat 19,27% YoY dibandingkan Januari 2025 yang sebesar Rp749,82 triliun.

Selain itu, BNI juga mencatatkan pertumbuhan yang sangat kuat pada penghimpunan dana pihak ketiga. Total DPK mencapai Rp1.051,49 triliun, melonjak 35,80% YoY dari Rp774,28 triliun pada periode yang sama tahun sebelumnya. Peningkatan yang signifikan ini menunjukkan adanya perbaikan likuiditas serta ekspansi basis dana nasabah.

Sanggahan : Artikel ini adalah produk jurnalistik berupa pandangan CNBC Indonesia Research. Analisis ini tidak bertujuan mengajak pembaca untuk membeli, menahan, atau menjual produk atau sektor investor terkait. Keputusan sepenuhnya ada pada diri pembaca, sehingga kami tidak bertanggung jawab terhadap segala kerugian maupun keuntungan yang timbul dari keputusan tersebut.

CNBC INDONESIA RESEARCH

[email protected]

(mae/mae) Add as a preferred
source on Google



Most Popular