NEWSLETTER

Jalan Makin Mulus, Perang Mereda & Insentif Jadi "Bensin" IHSG-Rupiah

mae, CNBC Indonesia
Kamis, 06/08/2026 06:21 WIB
Foto: Pexels
  • Pasar keuangan Indonesia akhirnya kompak menguat, bursa saham dan rupiah terbang
  • Wall berakhir beragam di tengah ambruknya saham Spacex
  • Data ekonomi Indonesia dan luar negeri akan menjadi penggerak pasar hari ini

Jakarta, CNBC Indonesia - Pasar keuangan Indonesia akhirnya bisa berakhir kompak di zona hijau. Baik bursa saham dan rupiah sama-sama menguat.

Pasar keuangan Indonesia diharapkan bisa melanjutkan tren penguatan pada hari ini. Selengkapnya mengenai proyeksi pasar hari ini bisa dibaca pada halaman 3 artikel ini.

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup menguat 0,50% ke level 6.351,14 pada perdagangan Rabu (5/8/2026), ditopang sentimen positif dari dalam dan luar negeri.

Posisi penutupan kemarin adalah yang tertinggi sejak 19 Mei 2026 atau 2,5 bulan terakhir. Investor asing mencatat net sell sebesar Rp 182,77 miliar pada perdagangan kemarin.

Nilai transaksi mencapai Rp14,93 triliun dengan 406 saham menguat, 208 melemah, dan 178 stagnan.

Penguatan pasar didorong data pertumbuhan ekonomi Indonesia kuartal II-2026 yang mencapai 5,29% (Year on Year/YoY), melampaui ekspektasi pasar sebesar 5,12%.

Capaian ini meningkatkan optimisme terhadap prospek konsumsi, investasi, dan kinerja emiten pada paruh kedua tahun ini.

Dari global, pasar mendapat dorongan setelah Wall Street kembali mencetak rekor tertinggi pada Selasa. Harapan meredanya ketegangan AS-Iran dan potensi pembukaan kembali Selat Hormuz memicu penurunan harga minyak serta meningkatkan minat investor terhadap aset negara berkembang.

Mayoritas sektor saham ditutup di zona hijau pada perdagangan Rabu (5/8/2026). Sektor kesehatan memimpin kenaikan dengan lonjakan 2,35%, disusul bahan baku 2,22% dan energi 1,61%.

Di jajaran top gainers, saham PT Gaya Abadi Sempurna Tbk (SLIS) melesat 25,40% ke Rp79 per saham. PT Citra Buana Prasida Tbk (CBPE) dan PT Guna Timur Raya Tbk (TRUK) juga sama-sama melonjak 25%, masing-masing ke level Rp440 dan Rp675.

Kenaikan signifikan juga dicatat PT Tunas Alfin Tbk (TALF) yang melesat 24,87% ke Rp1.205, serta PT VKTR Teknologi Mobilitas Tbk (VKTR) yang menguat 20,27% ke Rp890 per saham.

Dari pasar uang, nilai tukar rupiah semakin menguat terhadap dolar Amerika Serikat (AS) setelah BPS mengumumkan pertumbuhan ekonomi Indonesia kuartal II-2026 yang lebih tinggi dari ekspektasi pasar.

Merujuk data Refinitiv, pada Rabu (5/8/2026), rupiah ditutup menguat 0,5% ke posisi Rp17.925/US$.


Dari pasar obligasi, imbal hasil Surat Berharga Negara (SBN) tenor 10 tahun melandai ke 7,27% pada perdagangan Rabu kemarin dari  7,36% pada Selasa.

Imbal hasil yang melandai menandai harga SBN yang tengah menanjak naik karena diburu investor.


(mae/mae)
Pages