Ekonomi RI Tumbuh 5,29%: Tertinggi di G-20, China & AS Kalah Telak
Jakarta, CNBC Indonesia - Ekonomi Indonesia kembali mencatatkan pertumbuhan yang lebih tinggi dibandingkan negara-negara besar dunia.
Pada kuartal II-2026, Indonesia sementara menjadi negara dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di antara anggota G20 yang telah merilis data.
Badan Pusat Statistik (BPS) dalam rilis pada Rabu (5/8/2026) melaporkan Produk Domestik Bruto (PDB) Indonesia pada triwulan II-2026 tumbuh 5,29% secara tahunan (year-on-year/yoy).
Pertumbuhan tersebut melambat dibandingkan capaian kuartal I-2026 sebesar 5,61% yoy. Kendati demikian, ekonomi Indonesia tetap tumbuh di atas 5% dan melampaui perkiraan pasar.
Berdasarkan konsensus yang dihimpun CNBC Indonesia dari 15 lembaga dan institusi, ekonomi Indonesia sebelumnya diperkirakan tumbuh 5,12% yoy. Realisasi tersebut lebih tinggi 0,17 poin persentase dibandingkan konsensus.
Secara kuartalan (quarter-to-quarter/qoq), ekonomi Indonesia tumbuh sekitar 3,73%. Capaian tersebut berbalik dari kontraksi 0,77% pada kuartal I-2026.
BPS mencatat PDB Indonesia atas dasar harga berlaku (ADHB) pada kuartal II-2026 mencapai Rp6.552,1 triliun. Sementara PDB atas dasar harga konstan (ADHK) tercatat sebesar Rp3.576,2 triliun.
"Pertumbuhan ekonomi triwulan II-2026 dibandingkan triwulan II-2025 atau yoy tumbuh 5,29%," kata Deputi Bidang Neraca dan Analisis Statistik BPS M. Edy Mahmud dalam rilis BPS.
Capaian tersebut menempatkan Indonesia di peringkat pertama dalam daftar sementara pertumbuhan ekonomi negara anggota G20 pada kuartal II-2026. Indonesia mengungguli Arab Saudi yang tumbuh 4,8% yoy dan China sebesar 4,3%.
Setelah Indonesia, pertumbuhan ekonomi tertinggi dicatatkan Arab Saudi sebesar 4,8%, China 4,3%, dan Korea Selatan 3,7%.
Sementara itu, Meksiko mencatatkan pertumbuhan sebesar 2,2%, Amerika Serikat 2,1%, Italia 1,0%, Jerman 0,9%, dan Prancis 0,7%.
Hingga Rabu (5/8/2026), belum seluruh anggota G20 mengumumkan pertumbuhan ekonominya untuk kuartal II-2026. Oleh karena itu, posisi Indonesia masih bersifat sementara dan dapat berubah setelah negara anggota lainnya merilis data terbaru.
G20 merupakan forum kerja sama ekonomi utama yang terdiri atas 19 negara, Uni Eropa, dan Uni Afrika. Forum ini mewakili sebagian besar perekonomian dunia serta menjadi wadah koordinasi kebijakan ekonomi dan stabilitas keuangan global.
Jika ditarik lebih jauh, pertumbuhan ekonomi Indonesia secara umum masih berada jauh di atas rata-rata G20. Dalam periode dua tahun hingga kuartal I-2026, rata-rata pertumbuhan PDB Indonesia tercatat sebesar 5,08%, sedangkan rata-rata pertumbuhan ekonomi G20 sebesar 3,30%.
Dengan demikian, rata-rata pertumbuhan ekonomi Indonesia lebih tinggi 1,78 poin persentase atau 178 basis poin dibandingkan rata-rata G20.
Perbandingan tersebut menggunakan periode hingga kuartal I-2026 karena data pertumbuhan agregat G20 untuk kuartal II-2026 belum dirilis.
CNBC INDONESIA RESEARCH
(evw/evw)