MARKET DATA
Newsletter

Jalan Makin Mulus, Perang Mereda & Insentif Jadi "Bensin" IHSG-Rupiah

mae,  CNBC Indonesia
06 August 2026 06:21
Pedagang Christopher Lagana bekerja di lantai Bursa Efek New York, Jumat, 11 April 2025. (AP Photo/Richard Drew)
Foto: Pedagang Christopher Lagana bekerja di lantai Bursa Efek New York, Jumat, 11 April 2025. (AP/Richard Drew)

Dari pasar saham AS, bursa Wall Street berakhir beragam pada perdagangan Rabu atau Kamis dini hari waktu Indonesia.

Indeks Dow Jones kembali mencetak rekor tertinggi baru didorong harapan tercapainya kesepakatan damai dengan Iran, sementara Nasdaq terkoreksi setelah saham-saham teknologi berbasis kecerdasan buatan (AI) tertekan.

Dow Jones Industrial Average menguat 263,18 poin atau 0,49% ke level 54.349,06 dan mencetak rekor penutupan tertinggi sepanjang masa. Sebaliknya, S&P 500 turun 0,17% ke 7.723,52 dan Nasdaq Composite merosot 0,83% ke 26.363,44.

Sentimen pasar datang dari kabar kemajuan negosiasi antara Iran dan Oman terkait Selat Hormuz.

Menurut sumber Reuters, rancangan kesepakatan tersebut akan memberikan Iran kendali atas kapal-kapal yang memasuki Teluk Persia melalui jalur strategis tersebut.

Harapan meredanya ketegangan geopolitik membuat harga minyak dan imbal hasil obligasi pemerintah AS (Treasury) turun. Kondisi ini meredakan kekhawatiran inflasi sekaligus mengurangi peluang kenaikan suku bunga Federal Reserve (The Fed).

Meski demikian, reli saham AI mulai kehilangan tenaga. Saham SpaceX anjlok 13,6% setelah investor mengkhawatirkan besarnya belanja perusahaan untuk pengembangan AI dan pusat data.

Padahal, laporan keuangan perdana sejak IPO menunjukkan pendapatan SpaceX hampir dua kali lipat berkat pertumbuhan bisnis Starlink dan AI.

Tekanan juga datang dari Advanced Micro Devices (AMD) yang turun 7%.

Meskipun perusahaan memproyeksikan pendapatan kuartalan di atas ekspektasi pasar berkat tingginya permintaan AI, investor masih menunggu bukti bahwa ledakan investasi AI mampu menghasilkan pertumbuhan laba yang lebih cepat.

Di sisi lain, saham sektor kesehatan menjadi penopang utama pasar. Amgen melonjak 4,6% setelah penjualan kuartal II naik 9%, sementara Eli Lilly melesat 4,9% usai menaikkan proyeksi pendapatan tahunan. Sektor kesehatan S&P 500 pun menguat 1,3%, menjadi salah satu sektor berkinerja terbaik hari itu.

Saham Disney juga naik 3,6% setelah mencatat laba kuartalan yang melampaui ekspektasi analis.

 

Dari sisi ekonomi, laporan ADP menunjukkan pertumbuhan lapangan kerja sektor swasta AS melambat pada Juli. Sementara itu, indeks aktivitas sektor jasa versi ISM naik tipis menjadi 54,1 dari 54,0 pada Juni, namun masih di bawah perkiraan pasar sebesar 54,5.

Data tersebut memperkuat pandangan bahwa ekonomi AS masih cukup solid, tetapi tekanan inflasi akibat perang Iran masih menjadi perhatian investor.

Berdasarkan CME FedWatch, peluang kenaikan suku bunga The Fed pada pertemuan September turun menjadi 54,9%, dari 58,3% sepekan sebelumnya. Penurunan ekspektasi tersebut menjadi salah satu faktor yang menopang sentimen positif di Wall Street.

(mae/mae)


Most Popular
Features