MARKET DATA
Newsletter

IHSG Pesta 9 Hari Tanpa Henti, Semua Mata Kini Tertuju ke BI

Elvan Widyatama,  CNBC Indonesia
22 July 2026 06:20
Bendera Amerika ditampilkan di layar di lantai Bursa Saham New York (NYSE) di Kota New York, AS, 22 September 2025. (REUTERS/Jeenah Moon/File Foto)
Foto: Gubernur Bank Indonesia, Perry Warjiyo saat menyampaikan Hasil Rapat Dewan Gubernur Bulan Januari 2025 dengan Cakupan Triwulanan pada Rabu (15/1/2025). (REUTERS/Willy Kurniawan)

Wall Street ditutup menguat pada perdagangan Selasa atau Rabu dini hari waktu Indonesia.

Penguatan didorong reli saham semikonduktor yang mengalihkan perhatian investor dari konflik Timur Tengah dan perang tarif. Investor kini menanti laporan keuangan raksasa teknologi yang dinilai akan menjadi penentu arah tren kecerdasan buatan (AI).

Indeks S&P 500 naik 0,86% ke 7.507,32, Nasdaq melonjak 1,26% ke 25.829,61, sementara Dow Jones menguat 0,74% ke 52.223,72. Sektor teknologi menjadi motor penguatan.

Kenaikan saham-saham semikonduktor yang sebelumnya sempat tertekan menjadi penopang utama penguatan indeks-indeks saham AS.

\Indeks Philadelphia Semiconductor (SOX) juga melonjak tajam untuk hari kedua berturut-turut, setelah pada penutupan Jumat lalu berada lebih dari 20% di bawah rekor tertinggi yang dicapai pada akhir Juni.

 

"Investor benar-benar kembali membeli saham semikonduktor menjelang musim laporan keuangan karena mereka takut ketinggalan (fear of missing out/FOMO)," kata Lindsey Bell, Chief Investment Strategist di 248 Ventures, Charlotte, North Carolina, dikutip dari Reuters.

Dia menambahkan ada kekhawatiran bahwa perusahaan-perusahaan ini akan melaporkan laba yang jauh melampaui ekspektasi sekaligus menaikkan proyeksi bisnisnya, sementara kepemilikan investor terhadap saham-saham tersebut kini lebih rendah dibandingkan sebelum koreksi terakhir.

Namun, Bell mengingatkan bahwa ketika harga saham sudah melonjak tajam sebelum laporan keuangan dirilis, ruang kenaikan lebih lanjut setelah laporan keluar menjadi semakin terbatas.

"Angka-angka kinerjanya kemungkinan akan sangat bagus, tetapi harga sahamnya juga sudah mencerminkan ekspektasi yang nyaris sempurna," ujarnya.

Indeks saham chip sempat melemah pekan lalu setelah investor mulai khawatir terhadap valuasi yang terlalu tinggi dan besarnya investasi yang digelontorkan untuk pengembangan AI.

Meski demikian, setelah koreksi tersebut, indeks ini masih mencatat kenaikan hampir 75% sepanjang tahun berjalan (year-to-date).

 

Berdasarkan data awal, indeks S&P 500 naik 64,04 poin atau 0,86% menjadi 7.507,32. Nasdaq Composite melonjak 321,53 poin atau 1,26% ke 25.829,61. Sementara itu, Dow Jones Industrial Average menguat 384,46 poin atau 0,74% menjadi 52.223,72.

Dari 11 sektor utama dalam indeks acuan S&P 500, sektor teknologi informasi mencatat penguatan terbesar selama sesi perdagangan, sedangkan sektor barang kebutuhan pokok (consumer staples) menjadi sektor dengan kinerja terlemah.

Investor saham tampaknya mengabaikan pengumuman Presiden AS Donald Trump pada Senin mengenai penerapan tarif impor sebesar 50% terhadap berbagai produk asal Kanada.

Investor juga tidak terlalu memperhatikan meningkatnya ketegangan geopolitik, meskipun harga minyak ditutup naik sekitar 2% setelah menyentuh level tertinggi dalam lima pekan.

Kenaikan harga minyak terjadi setelah dua kapal tanker yang mengangkut minyak mentah Arab Saudi ke Asia berbalik arah di Laut Merah menyusul ancaman kelompok Houthi yang didukung Iran di Yaman untuk memberlakukan blokade terhadap pelayaran komersial di kawasan tersebut. Trump mengatakan Amerika Serikat akan mengambil tindakan jika ancaman Houthi benar-benar direalisasikan.

"Investor melihat perang ini hanya bersifat sementara karena ada dua hal yang kami ketahui. Pertama, harga minyak US$100 per barel merupakan titik sensitif bagi Trump. Kedua, pemilu sela (midterm election) juga sudah semakin dekat," kata Bell.

Sementara itu, perhatian investor pada pekan ini akan beralih ke laporan keuangan Alphabet, serta produsen chip Intel dan Texas Instruments.

 

Di antara saham-saham individual, saham 3M melonjak setelah perusahaan industri tersebut menaikkan proyeksi laba setahun penuh.

Saham Hasbro juga melesat setelah perusahaan meningkatkan proyeksi pendapatan dan laba tahunan, didorong optimisme terhadap permintaan produk gim digital dan permainan kartu Magic: The Gathering.

Sebaliknya, saham Danaher anjlok setelah perusahaan ilmu hayati tersebut memangkas proyeksi pertumbuhan pendapatan inti dan melaporkan pendapatan bisnis bioteknologinya yang lebih rendah dari perkiraan pasar.

Saham MSCI juga merosot setelah penyedia indeks tersebut menaikkan proyeksi beban operasional setahun penuh meskipun pendapatan kuartalannya melampaui ekspektasi analis. Sementara itu, saham Genuine Parts turun setelah distributor suku cadang otomotif tersebut memangkas proyeksi laba untuk sepanjang tahun.

(evw/evw) Add logo_svg as a preferred
source on Google


Most Popular
Features