Piala Dunia Datang 4 Tahun Sekali, IHSG Bikin Deg-Degan Tiap Hari
Dari pasar saham Amerika Serikat (AS), bursa Wall Street ditutup menguat pada Kamis atau Jumat dini hari waktu Indonesia.
Kenaikan saham didorong oleh rebound saham sektor chip, setelah Presiden AS Donald Trump membatalkan serangan terhadap Iran yang semula dijadwalkan kemarin dan mengatakan bahwa AS akan segera menandatangani kesepakatan dengan negara tersebut.
Indeks S&P 500 naik 1,75% dan ditutup di level 7.394,30, sementara Nasdaq Composite melonjak 2,54% menjadi 25.809,66. Adapun Dow Jones Industrial Average naik 929,97 poin atau 1,86% ke posisi 50.848,75.
Trump mengatakan kepada wartawan di Ruang Oval bahwa dia memiliki kesepakatan bahwa Iran tidak akan pernah memiliki senjata nuklir.
Dia melanjutkan AS akan segera melakukan penandatanganan, dan dokumen-dokumennya sudah hampir final. Ini akan selesai dan seharusnya selesai dengan sangat cepat.
Saham-saham sebenarnya sudah menguat lebih awal pada Kamis setelah Trump menulis di Truth Social bahwa dia membatalkan serangan dan pemboman terhadap Iran yang dijadwalkan malam ini.
Blokade Angkatan Laut akan tetap diberlakukan sepenuhnya hingga transaksi ini selesai, waktu dan tempat penandatanganan akan diumumkan segera.
Kontrak berjangka minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) turun 2,58% dan ditutup di US$87,71 per barel setelah pengumuman Trump. Sementara itu, minyak mentah Brent merosot 2,92% menjadi US$90,38 per barel. Keduanya terus melemah setelah penutupan perdagangan.
Sebelum komentar tersebut muncul, pasar berada dalam kondisi waspada.
Harga minyak sempat naik setelah Trump dalam unggahan Truth Social lainnya mengatakan bahwa AS akan menyerang Iran dengan "SANGAT KERAS MALAM INI."
Dia juga mengatakan dalam waktu yang tidak terlalu lama lagi, kami akan mengambil alih Pulau Kharg dan titik-titik infrastruktur minyak lainnya, serta menguasai sepenuhnya pasar minyak dan gas mereka.
"Pasar tampaknya tidak terlalu terganggu oleh konflik Timur Tengah. Laporan inflasi yang kami terima tidak menunjukkan bahwa kenaikan harga minyak benar-benar menyebar ke sektor-sektor lain, sehingga fondasi ekonomi masih cukup kuat. Secara umum, kondisi pasar masih relatif normal." , kata Thomas Martin, manajer portofolio senior di Globalt Investments, kepada CNBC International.
Indeks Harga Produsen (Producer Price Index/PPI) AS naik 1,1% pada Mei, menurut laporan Biro Statistik Tenaga Kerja AS pada Kamis. Angka ini lebih tinggi dibandingkan perkiraan ekonom yang disurvei Dow Jones sebesar 0,7%. Sementara inflasi inti (core inflation), yang tidak memasukkan harga pangan dan energi yang berfluktuasi, tercatat 0,4%, lebih rendah dari perkiraan Dow Jones sebesar 0,5%.
Pemulihan saham-saham seperti Micron Technology, Advanced Micro Devices (AMD), dan Intel memberikan dorongan bagi pasar. ETF iShares Semiconductor (SOXX) melonjak lebih dari 8%.
ETF sektor chip tersebut sebelumnya tertekan setelah anjlok 10% pada Jumat lalu, yang membuat banyak investor mempertanyakan apakah reli luar biasa di sektor tersebut telah berakhir.
Intel juga mendapat peningkatan rekomendasi dari Bank of America, dari "underperform" menjadi "buy", sehingga sahamnya melonjak 9%.
Antusiasme investor juga meningkat menjelang debut SpaceX pada Jumat, yang diperkirakan akan menyoroti pertumbuhan besar-besaran pembangunan infrastruktur kecerdasan buatan (AI).
Namun, sebagian pelaku pasar menilai pelemahan saham chip belakangan ini disebabkan oleh investor yang menjual saham-saham teknologi dalam portofolionya untuk menyediakan dana bagi IPO tersebut, yang diperkirakan menjadi debut terbesar sepanjang sejarah dengan valuasi sekitar US$1,8 triliun.
Meski demikian, tidak semua saham teknologi menjadi bintang pada Kamis. Saham Oracle turun 8% setelah perusahaan perangkat lunak tersebut mengumumkan rencana menghimpun tambahan dana sebesar US$20 miliar melalui ekuitas dan utang untuk membiayai ekspansi bisnis kecerdasan buatannya.
Pada sesi sebelumnya, pasar saham AS ditutup melemah akibat aksi jual besar-besaran di sektor chip serta meningkatnya ketegangan dengan Iran.
(gls/gls) Addsource on Google