MARKET DATA

40 Emiten Gelar Buyback Jumbo, Siaga Puluhan Triliun Jaga Harga

Gelson Kurniawan,  CNBC Indonesia
11 June 2026 12:25
10 Emiten Bakal Buyback, GOTO - BRI Siapin Duit Triliunan
Foto: Infografis/ 10 Emiten Bakal Buyback, GOTO - BRI Siapin Duit Triliunan/ Ilham Restu

Jakarta, CNBC Indonesia - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) terjun pada tahun ini dari titik tertingginya di level 9.174,47 hingga meyemtuh level 5.902,38 pada penutupan perdagangan kemarin, Rabu (10/6/2026).

Sepanjang tahun ini, IHSG sudah jatuh 32%.

Hal ini menjadikan IHSG sebagai indeks dengan performa terburuk di dunia sejak pembukaan awal tahun 2026. Sehubungan dengan ketentuan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) pada 2025 bahwa emiten diperbolehkan untuk melakukan buyback sahamnya tanpa Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) hal ini menjadi petanda baik bagi kelangsung pergerakan harga pasar.

Otoritas Jasa Keuangan (OJK) melaporkan sebanyak 65 emiten di Bursa Efek Indonesia (BEI) menggelar aksi pembelian kembali (buyback) saham tanpa memerlukan persetujuan Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS). Total nilai alokasi dana dari seluruh aksi korporasi tersebut tercatat mencapai Rp65,34 triliun.

Kepala Eksekutif Pengawas Pasar Modal, Derivatif Keuangan, dan Bursa Karbon OJK, Hasan Fawzi, mencatat bahwa realisasi dari rencana buyback tersebut saat ini baru mencapai 30%.

Angka tersebut setara dengan Rp17,12 triliun yang merupakan hasil pelaksanaan dari 64 emiten. Kebijakan ini mengacu pada ketentuan POJK Nomor 13 Tahun 2023 yang memberikan fleksibilitas bagi emiten untuk membeli kembali sahamnya hingga batas maksimal 20% dari modal disetor, terutama dalam kondisi pasar yang berfluktuasi secara signifikan.

Aksi buyback merupakan salah satu instrumen yang difasilitasi oleh regulator agar emiten memiliki fleksibilitas lebih dalam mengelola struktur permodalan.

Selain itu, langkah ini umumnya digunakan oleh pihak manajemen untuk memberikan sinyal keyakinan terhadap prospek fundamental dan kelangsungan usaha perusahaan. OJK menyatakan akan terus memonitor aktivitas pasar secara cermat untuk memastikan seluruh proses berjalan wajar, efisien, dan transparan.

Rincian Alokasi Dana Buyback 40 Emiten

Berdasarkan data pasar terkini, terdapat 40 data alokasi dana buyback emiten yang menjadi bagian dari rencana tersebut yang terpantau oleh penulis.

PT Astra International Tbk (ASII) mencatatkan alokasi maksimal terbesar dengan nilai Rp8 triliun, diikuti oleh PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) sebesar Rp5 triliun, serta PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk (TLKM), PT Alamtri Resources Indonesia Tbk (ADRO), dan PT Jaya Real Property Tbk (JRPT) yang masing-masing mengalokasikan Rp4 triliun.

Berikut adalah tabel rincian alokasi dana buyback dari 40 emiten tersebut:

-

Sanggahan: Artikel ini adalah produk jurnalistik berupa pandangan CNBC Indonesia Research. Analisis ini tidak bertujuan mengajak pembaca untuk membeli, menahan, atau menjual produk atau sektor investasi terkait. Keputusan sepenuhnya ada pada diri pembaca, sehingga kami tidak bertanggung jawab terhadap segala kerugian maupun keuntungan yang timbul dari keputusan tersebut.

CNBC INDONESIA RESEARCH

[email protected]

(gls/gls) Add logo_svg as a preferred
source on Google



Most Popular