MARKET DATA

9 Saham dengan "Penguasa Tunggal" Lebih dari 95%, Ada BREN

mae,  CNBC Indonesia
03 April 2026 10:00
Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada perdagangan siang hari jeda Sesi I Rabu (28/1/2026), mencatatkan pelemahan yang amat dalam mencapai ambles 7,34% di posisi 8.321. (CNBC Indonesia/Muhammad Sabki)
Foto: Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada perdagangan siang hari jeda Sesi I Rabu (28/1/2026), mencatatkan pelemahan yang amat dalam mencapai ambles 7,34% di posisi 8.321. (CNBC Indonesia/Muhammad Sabki)

Jakarta, CNBC Indonesia - Otoritas Jasa Keuangan (OJK) bersama Bursa Efek Indonesia (BEI) dan Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI) secara resmi mulai membuka data High Shareholding Concentration (HSC) atau konsentrasi kepemilikan saham tinggi terhadap suatu emiten.

Emiten HSC merupakan emiten hanya dimiliki sedikit pihak atau pihak yang terafiliasi. Data ini mulai Kamis kemarin (2/4/2026).

Data yang lebih terbuka ini diharapkan bisa meningkatkan kepercayaan investor pasar modal.

Data ini diambil berdasarkan metodologi penentuan Kepemilikan Saham Terkonsentrasi Tinggi (High Shareholding Concentration) atas struktur kepemilikan Saham dalam bentuk Warkat dan Tanpa Warkat per tanggal 31 Maret 2026.

Berdasarkan ketentuan tersebut, ada sembilan saham yang sudah diumumkan Kamis kemarin dengan kepemilikan tunggal di atas 95%.

Emiten dengan Kepemilikan Saham Terkonsentrasi Tinggi saat ini adalah PT Rockfields Properti Indonesia Tbk (ROCK) dengan kepemilikan saham Tunggal 99,85% dan disusul PT Ifishdeco Tbk (IFSH) dengan 99,77%.

Apa Risiko Kepemilikan Saham Terkonsentrasi Tinggi?

Saham dengan kepemilikan terkonsentrasi tinggi dinilai memiliki risiko yang jauh lebih besar dibandingkan saham dengan free float besar.

Pasalnya, kendali harga dan likuiditas berada di tangan segelintir pihak, bukan sepenuhnya oleh mekanisme pasar.

Dengan dikuasai segelintir pihak maka volume transaksi bisa menjadi terbatas, investor akan kesulitan dalam menjual saham saat pasar bergejolak.

Kepemilikan yang terbatas juga memungkinkan harga melonjak sangat tinggi dan jatuh dalam hanya karena transaksi kecil dari pemilik utama. Harga yang bisa dikontrol oleh segelintir pihak ini tentu tidak mencerminkan pasar saham secara keseluruhan.

Pemegang saham utama juga memiliki kontrol penuh dalam arah kebijakan perusahaan hingga dividen.

(mae/mae) Add as a preferred
source on Google



Most Popular