MARKET DATA

Pertemuan MSCI & OJK Makin Dekat: Awasi 10 Saham Ini!

saw,  CNBC Indonesia
27 March 2026 13:15
MSCI
Foto: MSCI

Jakarta, CNBC Indonesia - Menjelang April 2026, pelaku pasar kembali waspada soal risiko teknis dari MSCI, karena akan ada pertemuan kembali dengan regulator (BEI dan OJK).


Sebagaimana diketahui, Otoritas Jasa Keuangan (OJK) bersama Bursa Efek Indonesia (BEI) saat ini tengah menyelesaikan berbagai reformasi pasar yang menjadi perhatian utama MSCI.

Upaya ini dilakukan setelah beberapa pertemuan intensif yang berlangsung sejak Februari 2026, termasuk pembahasan mengenai dinamika pasar yang sempat terjadi pada awal tahun.

Salah satu fokus utama reformasi tersebut adalah peningkatan transparansi data kepemilikan saham.

OJK menargetkan implementasi sistem pelaporan yang lebih detail mengenai komposisi investor, termasuk pengungkapan pemegang saham dengan kepemilikan di atas 1%.

 

Targetnya, seluruh perbaikan terkait granularitas data investor dan transparansi beneficial owner dapat mulai dilaporkan secara rutin kepada MSCI sejak Maret dan rampung sepenuhnya pada akhir April 2026.

Saat ini, MSCI juga sedang melakukan simulasi terhadap data kepemilikan saham yang lebih transparan yang disediakan oleh Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI).

Hasil dari simulasi tersebut akan menjadi faktor penting dalam menentukan apakah MSCI akan mencabut kebijakan pembekuan (freeze) terhadap penambahan saham baru asal Indonesia ke dalam indeks global mereka.

Jika reformasi ini dinilai memadai, peluang saham-saham Indonesia untuk kembali masuk dalam daftar kandidat indeks MSCI pada review berikutnya, yang biasanya berlangsung pada periode Mei hingga Juni, akan kembali terbuka.

Fokus utama MSCI dalam proses evaluasi ini adalah memastikan bahwa perhitungan free float saham benar-benar mencerminkan kepemilikan publik yang sebenarnya, sehingga tidak ada lagi saham dengan konsentrasi kepemilikan tinggi yang masuk ke dalam indeks global secara tidak akurat.

Oleh karena itu, setidaknya kita juga perlu setidaknya memperhatikan secara khusus 10 saham yang memiliki porsi paling banyak di indeks MSCI Indonesia. Kenapa ini penting? karena risiko outflow masih membayangi sampai Mei 2026 alias rebalancing kedua secara kuartalan MSCI

Sanggahan : Artikel ini adalah produk jurnalistik berupa pandangan CNBC Indonesia Research. Analisis ini tidak bertujuan mengajak pembaca untuk membeli, menahan, atau menjual produk atau sektor investor terkait. Keputusan sepenuhnya ada pada diri pembaca, sehingga kami tidak bertanggung jawab terhadap segala kerugian maupun keuntungan yang timbul dari keputusan tersebut.

CNBC INDONESIA RESEARCH

[email protected]

(mae/mae) Add as a preferred
source on Google



Most Popular