Operasi Penyelamatan Rupiah Dimulai, Bisa Bangkit Seperti IHSG?
Dari pasar saham AS, bursa Wall Street menguat pada Selasa atau Rabu dini hari waktu Indonesia.
Indeks S&P 500 naik 0,81%, mencetak rekor tertinggi sepanjang masa dan ditutup di level 7.259,22. Nasdaq Composite menguat 1,03%, juga mencapai rekor baru dan ditutup di 25.326,13. Sementara itu, Dow Jones Industrial Average menanjak 356,35 poin, atau 0,73%, menjadi 49.298,25.
Harga minyak mentah turun sehingga memberikan dorongan bagi pasar saham. Kontrak berjangka minyak mentah West Texas Intermediate turun 3,9% ke level US$102,27 per barel. Sementara itu, kontrak berjangka minyak Brent melemah 3,99% ke US$109,87.
Gencatan senjata antara AS dan Iran masih rapuh di tengah serangan baru di Selat Hormuz.
Namun, Menteri Pertahanan Pete Hegseth mengatakan pada Selasa bahwa gencatan senjata tersebut tetap bertahan dan dua kapal komersial AS, bersama kapal perusak Amerika, telah melintasi selat dengan aman, menunjukkan jalur tersebut aman.
Hal ini menyusul pernyataan Presiden Donald Trump awal pekan ini bahwa AS akan memandu kapal-kapal yang terjebak melewati selat tersebut.
Sentimen positif di pasar saham juga didorong oleh gelombang laporan kinerja kuartalan yang kembali melampaui ekspektasi.
Secara khusus, saham DuPont de Nemours melonjak 8% setelah laba dan pendapatan kuartal pertamanya melampaui perkiraan.
Saham perusahaan bir Belgia Anheuser-Busch InBev yang tercatat di AS juga naik lebih dari 8% setelah hasil kinerja yang kuat.
Namun, Palantir Technologies menjadi pengecualian, dengan saham turun hampir 7% meskipun hasil kuartal pertamanya melampaui ekspektasi analis, dengan pertumbuhan pendapatan tercepat sejak perusahaan melantai di bursa pada 2020. Perusahaan juga menaikkan proyeksi kinerja setahun penuh.
Sejauh ini, sekitar 85% perusahaan dalam indeks S&P 500 yang telah melaporkan kinerjanya berhasil melampaui ekspektasi, menurut data FactSet.
"Kami melihat kinerja yang luar biasa, bukan hanya dari perusahaan teknologi berkapitalisasi besar, tetapi juga secara luas di S&P 500, bahkan hingga indeks saham berkapitalisasi kecil di AS," ujar Zachary Hill, kepala manajemen portofolio di Horizon Investments, kepada CNBC International.
Menurutnya, ketika hal tersebut dikombinasikan dengan keyakinan pasar bahwa AS dan Iran menginginkan semacam penyelesaian dari konflik ini maka hal itu menjelaskan mengapa pasar diperdagangkan di level tertinggi sepanjang masa.
(emb/emb) Addsource on Google