Newsletter

Tegang Jelang Liburan: 11 Bank Sentral Rapat, Risiko Defisit Membesar

mae, CNBC Indonesia
Senin, 16/03/2026 06:20 WIB
Foto: Infografis/ 9 Negara Ini di Ujung Tanduk/ Edward Ricardo
  • Pasar keuangan Indonesia ambruk pekan lalu di tengah memanasnya perang dan harga minyak
  • Wall Street jatuh pada pekan lalu imbas dari perang
  • Perkembangan perang, defisit APBN hingga keputusan suku bunga akan menjadi penggerak pasar keuangan Indonesia pekan ini

Jakarta, CNBC Indonesia - Pasar keuangan Indonesia babak belur pada perdagangan pekan lalu. Bursa saham hingga nilai tukar ambruk berjamaah.

Pasar keuangan Indonesia diperkirakan masih akan tertekan pada pekan ini di tengah pendeknya hari perdagangan yakni cuma dua hari. Selengkapnya mengenai sentimen pekan ini bisa dibaca pada halaman 3 artikel ini.

Pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG), nilai tukar hingga Surat Berharga Negara (SBN) pada pekan lalu tertekan hebat setelah perang Iran versus Israel- Amerika Serikat (AS) memanas dan melambungkan harga minyak.

Harga minyak menyentuh level US$ 100 atau tertinggi sejak 2022. Lonjakan ini memicu kekhawatiran tingginya inflasi, kenaikan dolar AS hingga melemehanya proyeksi pemangkasan suku bunga. Investor asing pun memilih untuk meninggalkan pasar keuangan Indonesia sehingga IHSG hingga rupiah mengalami tekanan.

IHSG pada perdagangan Jumat (13/3/2026) ditutup di posisi 7.137,21 atau ambruk 3,05%. Pelemahan ini memperpanjang tren negatif IHSG dengan ambruk tiga hari beruntun. Pelemahan ini juga membawa IHSG  ke level terendah sejak Juli 2025.




(mae/mae) Add as a preferred
source on Google
Pages