MARKET DATA
Newsletter

Perang Iran Meluas, Inflasi RI Meroket: Mampukah IHSG Melawan Tekanan?

Emanuella Bungasmara Ega Tirta,  CNBC Indonesia
03 March 2026 06:25
IRAN-CRISIS/PAKISTAN-PROTESTS
Foto: REUTERS/Akhtar Soomro
  • Pasar keuangan Indonesia berakhir di zona merah pada perdagangan kemarin, IHSG melemah dan rupiah jatuh
  • Wall Street nyaris tak bergerak sementara bursa Eropa jatuh
  • Perang Iran serta data dalam negeri akan menjadi penggerak pasar hari ini

Jakarta, CNBC Indonesia-  Pasar keuangan dalam negeri kompak ditutup melemah pada awal pekan ini. Ruoiah dan bursa saham jatuh terimbas perang Iran vs Israel dan Amerika Serikat (AS).

Pasar keuangan Indonesia diperkirakan masih akan menghadapi tekanan pada hari ini. Selengkapnya mengenai proyeksi pasar hari ini bisa dibaca pada halaman 3 artikel ini.

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) turun semakin dalam pada akhir perdagangan Senin (2/3/2026). Indeks turun 206,29 atau -2,5% ke level 8.029,2.

Sebanyak 108 saham naik, 671 turun, 41 tidak bergerak. Nilai transaksi terbilang tinggi, yakni Rp 29,8 triliun, melibatkan 56,6 miliar saham. Kapitalisasi pasar terperosok menjadi Rp 14.342 triliun.

Investor asing mencatat net sell sebesar Rp 631 miliar.

Mengutip Refinitiv, hanya sektor energi yang berada di zona hijau, sedangkan sisanya parkir di zona merah.

Adapun penyebab anjloknya IHSG kemarin adalah imbas dari konflik antara Amerika Serikat, Israel, dan Iran yang makin meningkat menyusul kabar tewasnya Pemimpin Tertinggi Iran Ali Khamenei.

Situasi ini memicu kekhawatiran pasar terhadap potensi gangguan pasokan energi global serta meningkatnya ketegangan geopolitik di kawasan Timur Tengah.

Beralih ke pasar valas, nilai tukar rupiah menutup perdagangan awal pekan ini dengan pelemahan tajam terhadap dolar Amerika Serikat (AS).

Seiring menguatnya dolar AS di pasar global, pasca serangan AS dan Israel ke Iran pada akhir pekan lalu.

Melansir Refinitiv, pada perdagangan Senin (2/3/2026), rupiah ditutup di zona merah dengan pelemahan sebesar 0,60% atau terdepresiasi ke level Rp16.860/US$.

Level ini sekaligus menjadi yang terlemah dalam dua pekan terakhir.

Serupa dengan IHSG, pergerakan rupiah banyak dipengaruhi oleh respon pelaku pasar terhadap meningkatnya eskalasi geopolitik di Timur Tengah, pasca serangan AS dan Israel ke Iran pada Sabtu (28/2/2026) yang dilaporkan menewaskan Pemimpin Tertinggi Iran, Ayatollah Ali Khamenei.

Selain itu, Iran juga dilaporkan melancarkan serangan terhadap aset-aset AS di sejumlah negara sekitarnya, seperti Uni Emirat Arab, Bahrain, Kuwait, Qatar, Arab Saudi, Yordania, Irak, dan Suriah.

Dari pasar obligasi, imbal hasil Surat Berharga Negara (SBN) tenor 10 tahun melonjak menjadi 6,48% dari sebelumnya 6,41%. Lonjakan ini menandai aksi jual investor yang menyebabkan harga SBN jatuh sehingga imbal hasil SBN naik.

Add as a preferred
source on Google

Dari pasar saham AS, bursa Wall Street nyaris tak bergerak pada perdagangan Senin atau Selasa pagi waktu Indonesia.

Indeks sempat turun di awal perdagangan menyusul serangan udara AS dan Israel terhadap Iran pada akhir pekan, namun kemudian berbalik menguat seiring investor melakukan aksi beli saat harga turun (buy on dips).

Indeks S&P 500 naik 0,04% ke level 6.881,62. Indeks Nasdaq Composite menguat 0,36% ke 22.748,86. Sementara itu, Dow Jones Industrial Average turun 0,15% ke 48.904,78.

Serangan terkoordinasi AS dan Israel terhadap Iran pada akhir pekan menewaskan Pemimpin Tertinggi Teheran dan mengguncang pasar global. Harga minyak melonjak dan sebagian besar indeks saham di luar negeri ditutup melemah.

Namun, investor AS memanfaatkan pelemahan awal untuk berburu saham murah, mencerminkan ekspektasi bahwa gangguan akibat konflik ini akan bersifat terbatas.

"Pelaku pasar berpikir ini semua hanya sementara dan masalah di sektor minyak akan segera mereda," ujar Bill Smead, pendiri dan chairman Smead Capital Management, kepada Reuters.

Bentrok tersebut awalnya mendorong kenaikan saham sektor pertahanan dan harga energi, serta menekan saham sektor perjalanan dan sektor yang sensitif terhadap suku bunga.

Kemudian, investor beralih ke saham teknologi sambil mempertimbangkan berapa lama konflik di Timur Tengah akan berlangsung dan dampaknya terhadap inflasi serta kebijakan Federal Reserve.

Smead mengatakan investor kembali ke saham-saham unggulan yang sudah familiar dan berkinerja tinggi seperti Nvidia, saham teknologi "Magnificent Seven", serta sektor pertahanan.

"Ketika orang takut, mereka kembali ke yang terasa nyaman," katanya.

Di  Asia, pasar saham merosot akibat lonjakan harga minyak dan ketidakpastian akibat perang. Indeks Nikkei 225 Jepang melemah 1,73%, setelah sempat anjlok hingga 2% saat pembukaan.

Saham perusahaan energi, yang keuntungannya naik seiring kenaikan harga minyak, mengungguli pasar. Sebaliknya, saham perjalanan dan maskapai turun karena pembatalan penerbangan, kenaikan biaya bahan bakar jet, serta penutupan luas wilayah udara Timur Tengah.

Beberapa fasilitas minyak dan gas di Timur Tengah menghentikan produksi. Harga minyak mentah AS ditutup naik 6% ke US$71,23 per barel setelah sempat melonjak dua kali lipat dari kenaikan tersebut selama sesi perdagangan.

 

Saham sektor pertahanan juga terdorong naik, dengan indeks utama saham pertahanan AS, Dow Jones U.S. Defense Index, diperdagangkan menguat.

Bursa Eropa Jatuh
Saham-saham Eropa ditutup di zona negatif setelah pasar global melemah menyusul serangan besar-besaran Amerika Serikat dan Israel terhadap Iran pada akhir pekan.

Indeks pan-Eropa Stoxx 600 ditutup sementara turun hampir 1,7%, dengan mayoritas bursa utama berada di wilayah negatif.

Berikut pergerakan sejumlah indeks utama:

  • CAC 40: 8.394,32 (-186,43 poin / -2,17%)

  • FTSE MIB: 46.280,40 (-929,49 poin / -1,97%)

  • FTSE 100: 10.780,11 (-130,44 poin / -1,20%)

  • DAX Jerman: 24.638,00 (-646,26 poin / -2,56%)

  • IBEX 35: 17.875,80 (-485,00 poin / -2,64%)

  • STOXX Europe 600: 623,63 (-10,22 poin / -1,61%)

Eksportir minyak dan gas asal Norwegia, Vår Energi dan Equinor, masing-masing melonjak 6% dan 8% seiring meningkatnya kekhawatiran terhadap pasokan energi global.

Saham-saham pertahanan Eropa ditutup bervariasi setelah memangkas kenaikan awal. BAE Systems Inggris naik 6%, sementara produsen jet tempur Swedia Saab turun 0,5%. Leonardo dari Italia naik hampir 3% dan Renk dari Jerman menguat lebih dari 3%. Namun, perusahaan dirgantara Italia Avio turun 1%.

Perusahaan-perusahaan yang terkait sektor perjalanan dan pariwisata merosot tajam karena gangguan global berlanjut pada Senin. Carnival PLC, operator kapal pesiar Anglo-Amerika, turun 8%, dan International Consolidated Airlines melemah lebih dari 5%. TUI AG anjlok hampir 10%, sementara Lufthansa turun 5%.

Pasar Eropa bereaksi negatif terhadap eskalasi konflik AS-Israel dengan Iran, mencerminkan kekhawatiran investor terhadap dampak lanjutan terhadap energi, inflasi, dan stabilitas ekonomi global.

 

Pasar keuangan Indonesia diperkirakan masih akan menghadapi tekanan berat pada hari ini. Ketidakpastian ekonomi global, memanasnya situasi di Timur Tengah serta data ekonomi dari dalam  negeri akan menjadi penggerak pasar hari ini.

Inflasi Februari 2026

Badan Pusat Statistik (BPS) melaporkan Indeks Harga Konsumen (IHK) pada Februari 2026 melonjak. Kenaikan harga terutama dipicu oleh meningkatnya harga sejumlah bahan pangan menjelang dan selama Ramadan. 

Deputi Bidang Statistik Distribusi dan Jasa BPS Ateng Hartono menyampaikan bahwa inflasi bulanan Februari 2026 mencapai 0,68%, tertinggi sejak April 2025.

Dengan perkembangan tersebut, inflasi IHK secara tahunan tercatat sebesar 4,76% (yoy) atau tertinggi sejak Maret 2023 atau hampir dua tahun terakhir.



Data BPS menunjukkan mayoritas wilayah mengalami kenaikan harga. Sebanyak 33 provinsi mencatat inflasi, sedangkan lima provinsi mengalami deflasi. Inflasi tertinggi terjadi di Sulawesi Selatan sebesar 1,04%, sementara deflasi terdalam tercatat di Papua Barat sebesar 0,65%.

Kelompok makanan, minuman, dan tembakau menjadi sumber utama tekanan harga dengan inflasi sebesar 1,54%. Kelompok ini memberikan andil inflasi sebesar 0,45% terhadap inflasi bulanan secara keseluruhan.

Menurut BPS, beberapa komoditas pangan memberikan kontribusi dominan terhadap kenaikan harga. Daging ayam ras menyumbang inflasi sebesar 0,09%, diikuti cabai rawit sebesar 0,08%, ikan segar sebesar 0,05%, dan cabai merah sebesar 0,04%. Sementara itu, tomat, beras, serta telur ayam ras masing-masing memberi andil sekitar 0,02%.

Perkembangan inflasi tersebut jauh lebih tinggi dibandingkan dengan perkiraan pelaku pasar. Konsensus yang dihimpun CNBC Indonesia dari 13 institusi sebelumnya memperkirakan inflasi Februari 2026 berada di kisaran 0,3% secara bulanan.

Dalam proyeksi yang sama, inflasi tahunan diperkirakan mencapai 4,34%, sedangkan inflasi inti diprediksi berada di level 2,49%. Sebagai perbandingan, pada Januari 2026 terjadi deflasi sebesar 0,15% secara bulanan. Namun secara tahunan inflasi masih tercatat 3,55%, dengan inflasi inti sebesar 2,45%.

Neraca Dagang RI Surplus

Kinerja perdagangan luar negeri Indonesia kembali mencatatkan hasil positif pada awal tahun. Badan Pusat Statistik (BPS) melaporkan neraca perdagangan Januari 2026 mengalami surplus sebesar US$ 960 juta. Capaian ini memperpanjang tren surplus yang telah berlangsung selama 69 bulan berturut-turut sejak Mei 2021.

Nilai surplus terbentuk dari ekspor yang mencapai US$ 22,16 miliar, lebih tinggi dibandingkan impor sebesar US$ 21,20 miliar. Selisih tersebut menjaga posisi neraca perdagangan tetap berada di zona positif pada awal 2026.

Deputi Bidang Statistik Distribusi dan Jasa BPS Ateng Hartono menjelaskan bahwa surplus Januari terutama berasal dari sektor nonmigas yang mencatatkan kelebihan neraca sebesar US$ 3,22 miliar. Komoditas utama yang menopang surplus nonmigas antara lain lemak dan minyak hewan atau nabati, bahan bakar mineral, serta besi dan baja.

Di sisi lain, neraca perdagangan migas masih mencatatkan defisit sebesar US$ 2,27 miliar. Defisit ini berasal dari perdagangan minyak mentah, hasil minyak, dan gas yang nilai impornya masih lebih besar dibandingkan ekspor.

Menurut Ateng, kontribusi surplus perdagangan juga tercermin dari hubungan dagang dengan sejumlah negara mitra utama. Tiga negara yang menjadi penyumbang surplus terbesar adalah Amerika Serikat sebesar US$ 1,55 miliar, diikuti India sebesar US$ 1,07 miliar, serta Filipina sebesar US$ 0,69 miliar. Pernyataan tersebut disampaikan dalam konferensi pers BPS pada Senin (2/3/2026).

PMI Manufaktur - S&P Global

Lembaga pemeringkat global S&P Global melaporkan aktivitas manufaktur Indonesia pada Februari 2026 masih berada dalam fase ekspansi. Indeks Purchasing Managers' Index (PMI) manufaktur tercatat sebesar 53,8, menandakan kondisi sektor industri yang terus membaik.

Capaian tersebut meningkat dibandingkan posisi Januari yang berada di level 52,6. Dalam keterangan resminya pada Senin (2/3/2026), S&P Global menyebutkan kenaikan indeks menunjukkan perbaikan yang lebih kuat pada kesehatan sektor produksi barang di Indonesia.

PMI manufaktur menggunakan angka 50 sebagai batas pemisah antara ekspansi dan kontraksi. Posisi Februari yang jauh di atas ambang tersebut menunjukkan aktivitas industri yang terus berkembang. Peningkatan terutama didorong oleh percepatan permintaan terhadap produk manufaktur domestik. S&P mencatat ekspansi ini merupakan yang terbesar sejak Maret 2024.

Pertumbuhan permintaan baru berlangsung selama tujuh bulan berturut-turut dengan laju peningkatan paling kuat sejak November. Kenaikan penjualan mendorong perusahaan memperluas penyerapan tenaga kerja. Dalam tujuh bulan terakhir, perekrutan meningkat enam kali dan mencapai tingkat tertinggi sejak November. Penambahan tenaga kerja tersebut membantu perusahaan meningkatkan kapasitas produksi pada Februari.

Laporan tersebut juga menunjukkan aktivitas pembelian bahan baku meningkat selama tujuh bulan beruntun. Laju kenaikannya menjadi yang paling tajam dalam hampir dua tahun terakhir. Seiring dengan meningkatnya kebutuhan produksi, sejumlah perusahaan menambah persediaan bahan baku sehingga stok inventaris ikut bertambah.

Konferensi Pers THR

Pemerintah menunda pengumuman kebijakan terkait Tunjangan Hari Raya (THR), Bantuan Hari Raya (BHR), serta perkembangan stimulus ekonomi Ramadan 2026.

Semula, kebijakan tersebut dijadwalkan diumumkan dalam konferensi pers pada Senin (2/3/2026)

Penundaan disampaikan melalui keterangan resmi Biro Komunikasi Layanan Informasi dan Persidangan. Dalam pemberitahuan tersebut disebutkan bahwa agenda konferensi pers yang telah dijadwalkan sebelumnya tidak jadi dilaksanakan sesuai rencana.

Konferensi pers ini akan menghadirkan Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto sebagai narasumber utama. Pemerintah dijadwalkan memaparkan kebijakan yang berkaitan dengan kebutuhan masyarakat menjelang Hari Raya sekaligus perkembangan program stimulus ekonomi selama Ramadan 2026.

Berdasarkan jadwal terbaru, konferensi pers akan diselenggarakan pada hari ini Selasa, (3/3/2026) mulai pukul 09.30 WIB hingga selesai. Acara tetap berlangsung di Selasar Loka Kretagama, Gedung Ali Wardhana Lantai 3, Jakarta Pusat, lokasi yang sama seperti rencana sebelumnya.

Dalam agenda tersebut, pemerintah akan menjelaskan kebijakan terbaru mengenai pencairan THR dan BHR. Selain itu, akan dipaparkan pula perkembangan realisasi stimulus ekonomi Ramadan tahun ini.

 Perang Iran vs Israel dan AS Meluas

Perang udara Amerika Serikat dan Israel terhadap Iran meluas pada Senin tanpa tanda-tanda akan segera berakhir. Israel menyerang Lebanon sebagai respons atas serangan Hizbullah, sementara Teheran terus melancarkan serangan rudal dan drone ke negara-negara Teluk yang menjadi tuan rumah pangkalan militer AS.

Presiden AS Donald Trump mengatakan operasi tersebut dapat berlangsung selama beberapa minggu dan belum jelas siapa yang kini memimpin Iran, menyusul tewasnya Pemimpin Tertinggi Ayatollah Ali Khamenei dalam serangan terarah pada awal kampanye AS-Israel akhir pekan lalu.

Serangan terhadap Iran telah menyeret kawasan Teluk ke dalam perang, menewaskan puluhan orang di Iran, Israel, dan Lebanon, mengacaukan transportasi udara global, serta menghentikan pelayaran melalui Selat Hormuz-jalur vital yang dilalui sekitar seperlima perdagangan minyak dunia di dekat pantai Iran-sehingga mendorong lonjakan harga minyak.

Menegaskan besarnya risiko konflik, Kuwait secara keliru menembak jatuh tiga jet tempur F-15E milik AS saat terjadi serangan Iran, menurut Komando Pusat AS. Seluruh enam awak berhasil melontarkan diri dan dievakuasi dengan selamat. Video yang diverifikasi Reuters menunjukkan salah satu pesawat berputar jatuh dengan mesin terbakar.

Militer AS menyatakan telah menyerang lebih dari 1.250 target di Iran dan menghancurkan 11 kapal Iran.

Bagi Trump, serangan akhir pekan terhadap musuh lama AS dan sekutunya tersebut merupakan pertaruhan kebijakan luar negeri terbesar dalam beberapa dekade.

Sejauh ini enam personel militer AS tewas, semuanya dalam serangan balasan Iran terhadap Kuwait pada akhir pekan. Jumlah itu termasuk dua korban yang sebelumnya dinyatakan hilang dan diumumkan pada Senin.

Kampanye militer ini berpotensi menjadi risiko politik besar bagi Partai Republik dalam pemilu sela (midterm) tahun ini, dengan hanya satu dari empat warga Amerika mendukung serangan tersebut, menurut jajak pendapat Reuters/Ipsos akhir pekan.

Rata-rata harga bensin eceran di AS naik di atas US$3 per galon, sebagian akibat konflik ini-sebuah sinyal yang mengkhawatirkan bagi presiden yang sudah menghadapi ketidakpuasan publik atas isu-isu kebutuhan pokok.

Harga Minyak Melejit

Harga minyak brent terbang 7% ke US$ 77,9 per barel pada Senin sementara harga minyak WTI melonjak 6,3% ke US$ 71,23 per barel.

Harga minyak kemarin adalah yang tertinggi sejak Juni tahun lalu-di tengah meningkatnya ketegangan di Timur Tengah dan kekhawatiran atas potensi gangguan di Selat Hormuz, jalur sempit strategis yang menangani sekitar seperlima pengiriman minyak global.

Perusahaan pelayaran mulai mengalihkan rute kapal menjauhi perairan tersebut sebagai langkah pencegahan. Lonjakan harga terjadi setelah serangkaian serangan oleh AS dan Israel terhadap Iran, yang memicu serangan balasan Teheran ke sejumlah target di kawasan.

Saudi Aramco untuk sementara menghentikan operasi di kilang Ras Tanura-yang terbesar di kerajaan tersebut-guna menilai kerusakan setelah fasilitas itu menjadi sasaran serangan drone.

Sementara itu, OPEC+ pada Minggu sepakat meningkatkan produksi sebesar 206.000 barel per hari mulai April, mengakhiri jeda tiga bulan. Namun, kenaikan ini lebih rendah dari kisaran 411.000 hingga 548.000 barel per hari yang sebelumnya dipertimbangkan, sehingga pasar tetap waspada di tengah ketidakpastian geopolitik.

Lonjakan harga minyak bisa berdampak ganda ke Indonesia. Di satu sisi, kenaikan harga minyak bisa menambah pendapatan negara serta menguntungkan emiten minyak seperti PT ELnusa (ELSA) hingga PT  Medco Energi Internasional (MEDC).

Namun, kenaikan harga minyak juga akan membebani belanja subsidi, impor hingga menekan rupiah.

Berikut sejumlah agenda dan rilis data yang terjadwal untuk hari ini:

  • CNBC Indonesia Market Outlook 2026 bertajuk "Capital Market Reform: Integrity & Credibility" bertempat di Main Hall Bursa Efek Indonesia, Jakarta Selatan. Turut hadir antara lain Pjs Ketua/Wakil Ketua Otoritas Jasa Keuangan, Ketua Komisi XI DPR, dan Pjs Direktur Utama BEI.

  • Otoritas Jasa Keuangan akan menyelenggarakan konferensi pers hasil Rapat Dewan Komisioner Bulanan Februari 2026 secara hybrid

  • Rapat Koordinasi Pengendalian Inflasi Kementerian Dalam Negeri

  • Menteri Pertanian menghadiri acara pelepasan ekspor unggas dan produk turunannya ke Jepang, Singapura dan Timor Leste yang akan dilaksanakan di depan Auditorium Gedung F, kantor Kementerian Pertanian, Jakarta Selatan

  • Konferensi pers terkait kebijakan THR, BHR, dan Realisasi Stimulus Ramadan 2026 yang akan diselenggarakan di Selasar Loka Kretagama, Gedung Ali Wardhana, Jakarta Pusat. Narasumber: Menteri Koordinator Bidang Perekonomian dan Menteri Ketenagakerjaan

  • Xiaomi Indonesia akan memperkenalkan Xiaomi 17 Series, Xiaomi Pad 8 Series, Xiaomi Watch 5, serta rangkaian produk AIoT bertempat di Makara Grand Ballroom, DoubleTree by Hilton Hotel Jakarta.

Agenda korporasi:

  • RUPS PT Asuransi Digital Bersama Tbk
  • RUPS PT Master Print Tbk
  • RUPS PT Mitra Pack Tbk.
  • Tanggal Pembayaran Dividen Tunai Interim PT Garuda Metalindo Tbk.


Berikut sejumlah indikator perekonomian nasional:





CNBC INDONESIA RESEARCH

Sanggahan: Artikel ini adalah produk jurnalistik berupa pandangan CNBC Indonesia Research. Analisis ini tidak bertujuan mengajak pembaca untuk membeli, menahan, atau menjual produk atau sektor investasi terkait. Keputusan sepenuhnya ada pada diri pembaca, sehingga kami tidak bertanggung jawab terhadap segala kerugian maupun keuntungan yang timbul dari keputusan tersebut.




Most Popular
Features