Perang Iran Meluas, Inflasi RI Meroket: Mampukah IHSG Melawan Tekanan?
Dari pasar saham AS, bursa Wall Street nyaris tak bergerak pada perdagangan Senin atau Selasa pagi waktu Indonesia.
Indeks sempat turun di awal perdagangan menyusul serangan udara AS dan Israel terhadap Iran pada akhir pekan, namun kemudian berbalik menguat seiring investor melakukan aksi beli saat harga turun (buy on dips).
Indeks S&P 500 naik 0,04% ke level 6.881,62. Indeks Nasdaq Composite menguat 0,36% ke 22.748,86. Sementara itu, Dow Jones Industrial Average turun 0,15% ke 48.904,78.
Serangan terkoordinasi AS dan Israel terhadap Iran pada akhir pekan menewaskan Pemimpin Tertinggi Teheran dan mengguncang pasar global. Harga minyak melonjak dan sebagian besar indeks saham di luar negeri ditutup melemah.
Namun, investor AS memanfaatkan pelemahan awal untuk berburu saham murah, mencerminkan ekspektasi bahwa gangguan akibat konflik ini akan bersifat terbatas.
"Pelaku pasar berpikir ini semua hanya sementara dan masalah di sektor minyak akan segera mereda," ujar Bill Smead, pendiri dan chairman Smead Capital Management, kepada Reuters.
Bentrok tersebut awalnya mendorong kenaikan saham sektor pertahanan dan harga energi, serta menekan saham sektor perjalanan dan sektor yang sensitif terhadap suku bunga.
Kemudian, investor beralih ke saham teknologi sambil mempertimbangkan berapa lama konflik di Timur Tengah akan berlangsung dan dampaknya terhadap inflasi serta kebijakan Federal Reserve.
Smead mengatakan investor kembali ke saham-saham unggulan yang sudah familiar dan berkinerja tinggi seperti Nvidia, saham teknologi "Magnificent Seven", serta sektor pertahanan.
"Ketika orang takut, mereka kembali ke yang terasa nyaman," katanya.
Di Asia, pasar saham merosot akibat lonjakan harga minyak dan ketidakpastian akibat perang. Indeks Nikkei 225 Jepang melemah 1,73%, setelah sempat anjlok hingga 2% saat pembukaan.
Saham perusahaan energi, yang keuntungannya naik seiring kenaikan harga minyak, mengungguli pasar. Sebaliknya, saham perjalanan dan maskapai turun karena pembatalan penerbangan, kenaikan biaya bahan bakar jet, serta penutupan luas wilayah udara Timur Tengah.
Beberapa fasilitas minyak dan gas di Timur Tengah menghentikan produksi. Harga minyak mentah AS ditutup naik 6% ke US$71,23 per barel setelah sempat melonjak dua kali lipat dari kenaikan tersebut selama sesi perdagangan.
Saham sektor pertahanan juga terdorong naik, dengan indeks utama saham pertahanan AS, Dow Jones U.S. Defense Index, diperdagangkan menguat.
Bursa Eropa Jatuh
Saham-saham Eropa ditutup di zona negatif setelah pasar global melemah menyusul serangan besar-besaran Amerika Serikat dan Israel terhadap Iran pada akhir pekan.
Indeks pan-Eropa Stoxx 600 ditutup sementara turun hampir 1,7%, dengan mayoritas bursa utama berada di wilayah negatif.
Berikut pergerakan sejumlah indeks utama:
-
CAC 40: 8.394,32 (-186,43 poin / -2,17%)
-
FTSE MIB: 46.280,40 (-929,49 poin / -1,97%)
-
FTSE 100: 10.780,11 (-130,44 poin / -1,20%)
-
DAX Jerman: 24.638,00 (-646,26 poin / -2,56%)
-
IBEX 35: 17.875,80 (-485,00 poin / -2,64%)
-
STOXX Europe 600: 623,63 (-10,22 poin / -1,61%)
Eksportir minyak dan gas asal Norwegia, Vår Energi dan Equinor, masing-masing melonjak 6% dan 8% seiring meningkatnya kekhawatiran terhadap pasokan energi global.
Saham-saham pertahanan Eropa ditutup bervariasi setelah memangkas kenaikan awal. BAE Systems Inggris naik 6%, sementara produsen jet tempur Swedia Saab turun 0,5%. Leonardo dari Italia naik hampir 3% dan Renk dari Jerman menguat lebih dari 3%. Namun, perusahaan dirgantara Italia Avio turun 1%.
Perusahaan-perusahaan yang terkait sektor perjalanan dan pariwisata merosot tajam karena gangguan global berlanjut pada Senin. Carnival PLC, operator kapal pesiar Anglo-Amerika, turun 8%, dan International Consolidated Airlines melemah lebih dari 5%. TUI AG anjlok hampir 10%, sementara Lufthansa turun 5%.
Pasar Eropa bereaksi negatif terhadap eskalasi konflik AS-Israel dengan Iran, mencerminkan kekhawatiran investor terhadap dampak lanjutan terhadap energi, inflasi, dan stabilitas ekonomi global.
(emb/emb) Add
source on Google