Jelang Libur Panjang: Prabowo Buka Suara Soal Moody's, Pasar Siaga?
Dari pasar saham Amerika Serikat (AS), bursa Wall Street lagi-lagi ditutup di zona merah pada perdagangan Kamis atau Jumat dini hari waktu Indonesia.
Saham-saham turun pada Kamis seiring investor mulai mengkhawatirkan sisi negatif dari pembangunan (buildout) kecerdasan buatan (AI), yang berpotensi mengganggu model bisnis berbagai industri dan meningkatkan pengangguran.
Indeks Dow Jones Industrial Average turun 669,42 poin atau 1,34% dan ditutup di 49.451,98. Penurunan indeks dipimpin oleh Cisco Systems, yang anjlok 12% setelah produsen perangkat jaringan seperti switch dan router itu mengeluarkan panduan (guidance) yang mengecewakan untuk kuartal berjalan.
S&P 500 anjlok 1,57% dan ditutup di 6.832,76, sementara Nasdaq Composite melemah 2,03% ke 22.597,15.
Beberapa sektor pasar saham terpukul tahun ini setelah peluncuran berbagai alat AI yang berpotensi meniru bisnis mereka atau setidaknya menggerus margin keuntungan.
Saham-saham keuangan seperti Morgan Stanley tertekan akibat kekhawatiran AI akan mengganggu bisnis pengelolaan kekayaan (wealth management).
Sementara itu, saham perusahaan truk dan logistik seperti C.H. Robinson merosot 14% karena kekhawatiran AI akan menyederhanakan operasi pengiriman barang, sehingga menekan lini pendapatan tertentu.
Ketakutan terhadap disrupsi AI bahkan menyebar ke sektor properti, menekan saham seperti CBRE dan SL Green Realty, dengan asumsi bahwa kenaikan pengangguran akan mengurangi permintaan ruang kantor.
Saham-saham perangkat lunak memperpanjang penurunan sejak awal tahun selama sesi perdagangan.
Saham Palantir Technologies terkoreksi hampir 5%, sehingga penurunannya tahun ini mencapai lebih dari 27%. Saham Autodesk turun hampir 4%, dan kini telah melemah sekitar 24% sepanjang tahun. ETF iShares Expanded Tech-Software Sector (IGV) turun hampir 3%. Dana tersebut kini berada sekitar 31% di bawah puncak terbarunya setelah bulan lalu pertama kali masuk ke wilayah pasar bearish.
"AI, yang sebelumnya menjadi faktor utama yang mendorong saham-saham ini melonjak secara parabolik dan ke valuasi yang sangat tinggi meski belum terlalu ekstrem kini justru menjadi faktor yang menahan mereka," kata Jay Woods, kepala strategi pasar di Freedom Capital Markets.
Aksi jual di pasar perak, yang tahun ini menjadi instrumen favorit investor ritel, turut memperkuat sentimen risk-off pada Kamis. Kontrak berjangka perak anjlok 10%.
Investor mencari perlindungan di sektor-sektor defensif. Saham Walmart dan Coca-Cola masing-masing naik 3,8% dan 0,5%. Sektor barang konsumsi pokok dan utilitas memimpin penguatan di antara sektor S&P 500, masing-masing naik lebih dari 1%. Kenaikan ini membawa sektor barang konsumsi pokok mencatatkan rekor penutupan baru.
Saham sebelumnya ditutup lebih rendah pada sesi sebelumnya setelah sempat reli berkat laporan ketenagakerjaan yang kuat.
Namun, antusiasme terhadap data tersebut mereda karena para ekonom meragukan apakah itu menandai awal tren kenaikan lapangan kerja, terutama setelah revisi dalam laporan menunjukkan tidak ada pertumbuhan lapangan kerja pada paruh kedua 2025.
Pelaku pasar kini bersiap menghadapi laporan inflasi penting pada Jumat. Ekonom yang disurvei Dow Jones memperkirakan CPI Januari akan menunjukkan kenaikan 0,3% baik untuk inflasi utama (headline) maupun inti (core), yang tidak memasukkan harga makanan dan energi.
"CPI kini sedikit kurang penting setelah kita mendapatkan angka ketenagakerjaan yang bagus, karena itu sudah memberi ruang bagi The Fed untuk menahan suku bunga dalam waktu yang cukup lama," kata Ross Mayfield, ahli strategi investasi di Baird.
"Jika CPI keluar lebih tinggi dari perkiraan, kita masih punya beberapa bulan data untuk melihat trennya sebelum The Fed benar-benar harus mengambil keputusan besar." Imbuhnya.
Sebaliknya, jika data inflasi lebih rendah dari perkiraan, sang ahli strategi memperkirakan Jumat bisa menjadi hari dengan sentimen risk-on.
Namun angka yang benar-benar sangat tinggi barulah yang bisa berdampak signifikan pada pasar saham dan kontrak berjangka fed funds.
(gls/gls)