MARKET DATA

Sudaryono Bongkar Praktik Jual Beli Lokasi MBG, Ini Pelaku-Modusnya

Redaksi,  CNBC Indonesia
29 October 2026 14:40
Transformasi MBG, Kamis (29/10/2026). (Tangkapan layar youtube MBG)
Foto: Transformasi MBG, Kamis (29/10/2026). (Tangkapan layar youtube MBG)

Jakarta, CNBC Indonesia - Praktik jual beli titik layanan program Makan Bergizi Gratis (MBG) jadi salah satu keburukan yang tercatat di era-era awal program yang diluncurkan Presiden Prabowo Subianto tersebut.

Karena itu, Kepala BGN Sudaryono bertepatan dengan 100 hari kepemimpinannya hari ini, Kamis (29/10/2026) mengumumkan penerapan Transformasi MBG 2.0, BGN yang baik, benar, bersih, dan bergizi. Demikian ditayangkan kanal Youtube resmi BGN.

Sudaryono pun blak-blakan mengupas merajalelanya praktik korupsi di tubuh BGN di era kepemimpinan yang lama. Yang kemudian berdampak pada buruknya pelayanan program MBG, tidak memiliki standar yang jelas. Salah satunya adalah praktik jual beli titik layanan program MBG. Nilainya berkisar Rp300-350 juta.

"Sebelum saya jadi Kepala BGN, sudah saya sering dengar 350 juta, 300 juta diperjualbelikan. Kemudian yayasan calo ternyata banyak. Ini saya temukan setelah saya jadi kepala BGN, saya bikin pembaruan PKS (Perjanjian Kerja Sama), saya lihat ada banyak sekali yayasan calo," paparnya.

"Apa itu yayasan calo, saya terangkan. Jadi kan idealnya, idealnya dapur itu dibangun oleh mitra, oleh investor. Dia punya uang, dia bangun dapur, kemudian dia untuk bisa menyalurkan bantuan pemerintah, dia harus buat yayasan," tuturnya.

Idealnya, sambung dia, yayasan itu dikepalai, dimiliki oleh si investor atau mitra MBG.

"Yang terjadi adalah, banyak oknum di BGN Pusat yang lampau, kemudian dia bikin banyak yayasan, nitik i titik-titik, tapi tidak punya uang. Sementara orang yang ingin bangun dapur tidak punya akses dapat titik ke BGN. Ketemu lah ini. Sehingga ada yayasan-yayasan tidak punya peranan apa pun, hanya nitik i, nyalo, kemudian minta potongan per ompreng (food tray MBG). Rp500, Rp1.000, Rp1.500 setiap omprengnya, setiap hari, kali sekian ribu, kali sekian dapur," ungkap Sudaryono.

Dia mengutip catatan Kejaksaan, disinyalir ada sekitar 560-600 dapur MBG fiktif yang terafiliasi oleh praktik jual beli titik tersebut.

"Anda bayangkan, katakanlah ngelayani 2.000 ompreng, kali Rp1.000, berarti kan 2.000 ompreng, kali Rp1.000, Rp2 juta, satu hari, satu dapur, kali 500 (dapur). Rp2 juta, kali 500, Rp1 miliar pendapatan dia. Nggak keringat, nggak modal, nggak ngapa-ngapain, cuma malak-malak,"

Praktik jahat tersebut, imbuh dia, kemudian memicu efek domino. Termasuk, buruknya standar menu MBG.

"Itulah yang membuat banyak sekali titik-titik, banyak sekali temuan-temuan di medsos atau di mana-mana, menu MBG-nya itu kemudian tidak standar. Karena dia mendapatkan pengurangan dari hasil dipalak, potongan-potongan yang tidak perlu itu," tukas Sudaryono.

"Maka di era sekarang kita bersihkan semua itu. Tidak peduli yayasan punya siapa. Selama yayasan itu tidak ada peranan, kita bersihkan semua," tegas Sudaryono.

Tak berhenti di situ, dia pun menegaskan, pembersihan total juga akan menyasar pengadaan di tubuh BGN-layanan MBG. Dia mencontohkan kasus yang ramai jadi sorotan mengenai pengadaan yang nggak jelas. Mulai dari kaos kaki, speri, dan lainnya.

"Begitu kami masuk, ternyata ada pengadaan yang mau digolkan, yaitu pengadaaan LED besar Rp535,3 miliar. Begitu datang hari kedua, saya dengan Bu Waka Pak Waka dan semua Eselon I kami semua putuskan, batalkan," bebernya.

"Sudah diperintah batalkan saja, orang-orang di bawah ini, kita ini kan maunya begitu perintah langsung dikerjakan, ini nggak, ditahan-tahan begitu. Akhirnya, mohon maaf, pegawai itu kami pecat. Kemudian kami keluarkan semua. Jadi begitu kami masuk, dari mulai Satpam, resepsionis, tukan bersih-bersih, semua kami ganti, Eselon II kami ganti semua. Pengadaan-pengadaan yang nggak benar kami hentikan," ucapnya.

Transformasi MBG 2.0, tangkapan layar paparan Kepala BGN Sudaryono, Kamis (29/10/2026). (Tangkapan layar youtube BGN)Transformasi MBG 2.0, tangkapan layar paparan Kepala BGN Sudaryono, Kamis (29/10/2026). (Tangkapan layar youtube BGN) Foto: Transformasi MBG 2.0, tangkapan layar paparan Kepala BGN Sudaryono, Kamis (29/10/2026). (Tangkapan layar youtube MBG)

(dce/dce) [Gambas:Video CNBC]
Next Article 6.100 Dapur MBG Belum Lapor Dana Harian, Awas Ada Ancaman Ngeri Ini


Most Popular
Features