MARKET DATA

100 Hari Pimpin BGN, Sudaryono Cerita Kebobrokan & Transformasi MBG

Redaksi,  CNBC Indonesia
29 October 2026 13:35
: Transformasi MBG, Kamis (29/10/2026). (Tangkapan layar youtube MBG)
Foto: : Transformasi MBG, Kamis (29/10/2026). (Tangkapan layar youtube MBG)

Jakarta, CNBC Indonesia - Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Sudaryono blak-blakan membongkar kebobrokan pelayanan di era pertama. Sudaryono sendiri dilantik Presiden Prabowo Subianto menjadi Kepala BGN pada 22 Juli 2026.

Sudaryono menggantikan Nanik Sudaryati Deyang yang sebelumnya menggantikan Dadan Hindayana. Sebagai informasi, Dadan jadi tersangka dugaan korupsi pengadaan program Makan Bergizi Gratis (BGN).

Bertepatan dengan 100 hari kepemimpinannya di BGN pada hari ini, Kamis (29/20/2026), Sudaryono mengumumkan Transformasi MBG 2.0. Dia pun bercerita bagaimana merasuknya praktik korupsi di tubuh BGN.

Sudaryono pun memaparkan setidaknya 3 borok utama di dalam tubuh BGN yang kemudian berdampak pada memburuknya pelayanan program MBG.

"Kita tidak menutup mata adanya persoalan, bahwa kita tidak menutup mata menutup telinga terhadap adanya masalah yang dihadapi dalam pelaksanaan MBG," katanya, dikutip dari tayangan di kanal Youtube resmi BGN, Kamis (29/10/2026).

"Saya kira kita semua sepakat program MBG adalah program yang mulia, program yang tujuannya sangat mulia dan sangat baik. Hanya memang harus akui dan mengatakan kepada diri kita ada persoalan," sambungnya.

Dia pun mengutip kata-kata politisi Inggris, Lord Acton (John Emerich Edward Dalberg-Acton, 1887), "Power tends to corrupt and absolute power corrupt absolutely".

"Saya begitu datang di BGN, hal pertama yang saya rasakan adalah bahwa ternyata ada keinginan mungkin dulu pimpinan lama ini ingin kemudian BGN ini betul-betul dikendalikan sendiri semua. Tidak ingin kemudian melibatkan banyak pihak," ungkap Sudaryono.

"Namun kan ada namanya pepatah mengatakan, maksud hati memeluk gunung apa daya tangan tak sampai. Jadi ada yang namanya ada batas rentang kendali," sambungnya.

Dia mengaku kaget dengan kesan pertama yang ditemuinya begitu resmi terjun menakhodai BGN.

"Inilah yang kemudian saya datang pertama. Hal pertama saya kaget adalah BGN kira-kira manpowernya sekitar 700 orang langsung mengendalikan dapur kira-kira 27.000 dengan infrastruktur pengawasan yang sangat minim dan juga pelibatan kolaborasi dengan kementerian/lembaga lain yang sangat minim," tukasnya.

Lebih lanjut, Sudaryono menyebut masalah pertama di tubuh BGN sebelumnya adalah praktik koruptif yang merajalela.

"Kalau ikan busuk dari kepala, kalau kepalanya nyolong bawahnya nyolong-nyolong sampe ke bawah. Dan, budaya ini sudah menjalar ke level sampai dengan level dapur. Ada beberapa oknum yang kemudian sekarang ini menghadapi tututan hukum," ujar Sudaryono.

Persoalan kedua, sambungnya terkait kelayakan tata kelola yang tidak memiliki standar yang jelas. Mulai dari standar dapur, kualitas dapur, kualitas sumber daya manusia, hingga kualitas belanja yang akan berdampak pada standar pelayanan dapur MBG tersebut.

"Ada orang lapor ke saya supplier gas di satu SPPG di Riau. Dia WA ke saya, dia di kick out, tidak bisa suplai gas lagi. Dia lapor saya "Mas Dar itu dapur saya nggak masalah gas nggak beli dari saya. Tapi dapurnya jelek saekali. Saya tanya pake WA jelek kenapa? Bawahnya dapur di atasnya pelihara sarang Burung Walet," cetusnya.

"Ini unacceptable (tidak dapat diterima). Kenapa? Dapur ini yang bikin ngga punya hati. Dan saya punya Kepala Dapur yang adalah P3K ASN yang saya gaji, dia ASN masak nggak masak saya gaji, tapi orang lain yang lapor duluan. Orang yang harusnya bela saya, bela negara, bela BGN, menyembunyikan kelemahan-kelemahahan ini," tukas Sudaryono.

Belum lagi, sambung dia, kualitas komunikasi yang buruk disertai koordinasi yang tidak baik.

"Kementerian lain mungkin sulit diajak bicara, Kepala Daerah tahunya kalau ada keracunan lalu sibuk, tapi dari awal nggak diajak di mana penentuan titik. Jadi semua top down, semua mau dikerjakan sendiri," ucapnya.

"Pepatah saya ulangi, maksud hati memeluk gunung apa daya tangan tak sampai," kata Sudaryono.

: Transformasi MBG, Kamis (29/10/2026). (Tangkapan layar youtube MBG): Transformasi MBG, Kamis (29/10/2026). (Tangkapan layar youtube MBG) Foto: : Transformasi MBG, Kamis (29/10/2026). (Tangkapan layar youtube MBG)

(dce/dce) [Gambas:Video CNBC]
Next Article 504 Dapur MBG Sudah Ditutup, 3.000 Lagi Tunggu Nasib


Most Popular
Features