6.100 Dapur MBG Belum Lapor Dana Harian, Awas Ada Ancaman Ngeri Ini
Jakarta, CNBC Indonesia - Badan Gizi Nasional (BGN) bakal menghentikan sementara operasional dapur Makan Bergizi Gratis (MBG) yang tidak melaporkan penggunaan dana harian. Kepala BGN Sudaryono mengungkapkan, hingga saat ini terdapat 6.100 dapur yang belum menyampaikan laporan pertanggungjawaban penggunaan dana.
Sudaryono mengungkapkan, dari total 26.385 dapur MBG belum memenuhi kewajiban pelaporan melalui Laporan Penggunaan Dana Harian (LPDH). BGN pun akan menahan penambahan dana operasional sampai laporan penggunaan anggaran disampaikan dan dipertanggungjawabkan.
Sudaryono menjelaskan, sebelumnya dapur menerima tambahan dana ketika saldo rekening virtual account (VA) berkurang, tanpa kewajiban pelaporan yang ketat. Kini, BGN mewajibkan pengelola dapur merinci penggunaan uang sebelum memperoleh tambahan dana.
"Karena ini bukan uang nenek saya, saya sampaikan kepada tim di tempat saya, ini harus dipertanggungjawabkan. Maka kami membuat namanya LPDH, Laporan Penggunaan Dana Harian," ujar Sudaryono dalam acara Transformasi MBG 2.0 di Jakarta, Kamis (29/10/2026).
Ia mencontohkan, apabila dapur menerima dana Rp500 juta dan telah menggunakan Rp300 juta, pengelola harus menjelaskan secara terperinci uang tersebut digunakan untuk apa dan ditransfer ke mana.
Menteri Komunikasi dan Digital, Meutya Hafid Meninjau Pembagian MBG ke Sekolah di Depok, Senin (6/1/2025). (CNBC Indonesia/Novina Putri Besari) Foto: Menteri Komunikasi dan Digital, Meutya Hafid Meninjau Pembagian MBG ke Sekolah di Depok, Senin (6/1/2025). (CNBC Indonesia/Novina Putri Besari) |
"Dia (menerima dana Rp 500 Juta, dipakai Rp300 juta. Nah Rp300 jutanya itu kamu pakai jadi apa? Dibelikan apa? Ditransfer ke mana? Itu harus ada pertanggungjawabannya. Itu namanya LPDH," katanya.
Menurut Sudaryono, langkah tersebut diperlukan agar pengelolaan dana MBG lebih transparan dan setiap pengeluaran dapat dipertanggungjawabkan. BGN tidak akan kembali mengisi saldo rekening dapur yang belum memberikan laporan penggunaan dana secara benar.
"Jadi kalau Anda melihat di medsos (media sosial), ada yang bikin pengumuman dapurnya tidak beroperasi karena dana operasionalnya nggak ada, itu bukan berarti negara nggak punya duit. (BGN) punya duitnya, tapi dia tidak bisa menyediakan laporan yang benar," tegas dia.
Ia mengatakan, pihaknya juga akan mengambil langkah lebih lanjut terhadap dapur yang tidak menyampaikan laporan. Selain menghentikan sementara penambahan dana, operasional dapur akan disetop sementara untuk kepentingan pemeriksaan oleh Inspektorat.
"Sehingga keputusan kami adalah, yang tidak membuat laporan penggunaan dana harian bukan hanya tidak di-top up, tapi dapur itu akan kami hentikan sementara, untuk kami investigasi oleh Inspektorat," kata Sudaryono.
Ia menambahkan, apabila pemeriksaan menemukan indikasi pelanggaran pidana, BGN siap menindaklanjutinya bersama aparat penegak hukum.
"Kalau ada pelanggaran pidana di situ, maka dari kepolisian, dari mana-mana, kami siap untuk kemudian kita sapu itu semua. Nggak boleh lagi. Ini uang bukan uang nenek kita, ini yang harus dipertanggungjawabkan dengan sebaik-baiknya," tegasnya.
Selain memperketat pelaporan dana, BGN juga melakukan pembenahan tata kelola program MBG, termasuk pengawasan terhadap kelayakan dapur, kepatuhan terhadap standar operasional prosedur (SOP), serta penggunaan anggaran.
Sudaryono juga menyampaikan bahwa BGN telah melakukan efisiensi anggaran dan mengembalikan dana ke kas negara. Ia menegaskan, pengawasan akan terus diperkuat agar anggaran program MBG digunakan sesuai peruntukannya.
Langkah tersebut menjadi bagian dari pembenahan pengelolaan program MBG, seiring upaya pemerintah memastikan dana yang dialokasikan untuk pemenuhan gizi masyarakat dapat dipertanggungjawabkan secara transparan.
(wur) [Gambas:Video CNBC]