MARKET DATA

Bos BGN Sudaryono Bongkar Yayasan Calo MBG, Begini Modusnya

Martyasari Rizky,  CNBC Indonesia
19 October 2026 17:41
Sejumlah siswa di Jakarta mengikuti uji coba penyajian Makan Bergizi Gratis (MBG) dengan sistem prasmanan di Sekolah SMP Kemala Bhayangkari 3, Pasar Minggu, Jakarta, Kamis, (15/10/2026).(CNBC Indonesia/Muhammad Sabki)
Foto: Sejumlah siswa di Jakarta mengikuti uji coba penyajian Makan Bergizi Gratis (MBG) dengan sistem prasmanan di Sekolah SMP Kemala Bhayangkari 3, Pasar Minggu, Jakarta, Kamis, (15/10/2026). (CNBC Indonesia/Muhammad Sabki)

Jakarta, CNBC Indonesia - Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Sudaryono membongkar dugaan praktik yayasan calo dalam program Makan Bergizi Gratis (MBG). Yayasan tersebut disebut tidak memiliki modal maupun terlibat dalam pembangunan dapur, tetapi meminta bayaran hingga Rp1.000 per ompreng.

Sudaryono menjelaskan, yayasan tersebut diduga bekerja sama dengan oknum di BGN untuk mendapatkan titik Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG). Setelah dapur dibangun dan beroperasi oleh pihak lain, yayasan kemudian meminta bagian dari setiap ompreng makanan.

"Yayasan calo, dia bikin yayasan banyak, tapi nggak punya duit. Lantas, apa yang dia lakukan? Karena dia bekerjasama sama oknum-oknum terdahulu yang ada di BGN, dia bikin titik-titik. Terus dia suruh orang bangun. Setelah bangun, jalan, dia minta, 'Oh, per ompreng minta Rp500 ya, minta Rp1.000 ya," kata Sudaryono saat ditemui di Kantor Kemenko Pangan, Jakarta, Senin (19/10/2026).

"Dia nggak ada peranan apapun, mengelola dapur nggak, ikut bangun nggak, modal nggak, cuman hanya karena dia punya yayasan yang punya titik di BGN," sambungnya.

Sejumlah siswa di Jakarta mengikuti uji coba penyajian Makan Bergizi Gratis (MBG) dengan sistem prasmanan di Sekolah SMP Kemala Bhayangkari 3, Pasar Minggu, Jakarta, Kamis, (15/10/2026). (CNBC Indonesia/Muhammad Sabki)Sejumlah siswa di Jakarta mengikuti uji coba penyajian Makan Bergizi Gratis (MBG) dengan sistem prasmanan di Sekolah SMP Kemala Bhayangkari 3, Pasar Minggu, Jakarta, Kamis, (15/10/2026). (CNBC Indonesia/Muhammad Sabki) Foto: Sejumlah siswa di Jakarta mengikuti uji coba penyajian Makan Bergizi Gratis (MBG) dengan sistem prasmanan di Sekolah SMP Kemala Bhayangkari 3, Pasar Minggu, Jakarta, Kamis, (15/10/2026). (CNBC Indonesia/Muhammad Sabki)

Menurutnya, praktik tersebut tidak adil karena menambah biaya yang harus ditanggung dalam pelaksanaan program MBG. Pungutan dari pihak yang tidak berperan dalam operasional dapur juga berpotensi mengurangi anggaran untuk menjaga kualitas makanan.

"Sehingga, menambah rente. Nah, kalau nambah rente itu artinya yang tadinya harusnya Rp2.000 (per ompreng) dia dapat untung, dipotong Rp1.000 sama orang yang nggak ada peranan apapun. Yang dilakukan apa? Pasti menurunkan kualitas makanan. Sehingga saya ingin membersihkan yayasan-yayasan yang nyalo," tegas dia.

Sebelumnya, Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan (Zulhas) juga menegaskan pemerintah akan membersihkan praktik kolusi dalam pelaksanaan MBG. Ia menyebut pelanggaran yang dilakukan secara sengaja dapat dibawa ke ranah hukum.

"Dan kalau ada kesalahan yang sengaja, jelas terang benderang, ini bisa dibawa ke pengadilan ya," tegas Zulhas.

(wur) [Gambas:Video CNBC]
Next Article Sudaryono Revolusi BGN Besar-besaran, Mau Luncurkan Sistem Canggih MBG


Most Popular
Features