Zulhas-Sudaryono Bersih-Bersih Kongkalikong MBG: Yayasan Sampai CCTV
Jakarta, CNBC Indonesia - Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan (Zulhas) menyoroti dugaan praktik kolusi dalam pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis (MBG), khususnya terkait pembentukan yayasan yang bekerja sama dengan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG).
Zulhas mengatakan, pemerintah tengah membersihkan praktik-praktik yang dinilai tidak sesuai dalam pelaksanaan program tersebut. Ia menyinggung adanya yayasan yang dibentuk untuk menentukan titik tertentu, kemudian menjalin kerja sama.
"Jadi kalau dulu itu yayasan-yayasan dibentuk, titik ditentukan ya, akhirnya kerja sama, kolusi. Nah, itu yang dibersihkan," ujar Zulhas dalam konferensi pers di kantornya, Jakarta, Senin (19/10/2026).
Ia menegaskan, praktik semacam itu tidak boleh lagi terjadi. Pemerintah juga membuka kemungkinan membawa pelanggaran yang dilakukan secara sengaja ke ranah hukum.
"Hal-hal yang ginian itu nggak boleh lagi, dibersihkan sama sekali. Dan kalau ada kesalahan yang sengaja, jelas terang benderang, ini bisa dibawa ke pengadilan ya," tegasnya.
Sementara, Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Sudaryono mengatakan, pihaknya juga melakukan pembenahan terhadap dapur MBG, mulai dari pemeriksaan operasional hingga perbaikan data penerima manfaat.
BGN turut memperketat pemenuhan standar higiene dan sanitasi. Dapur yang dinilai bermasalah, termasuk terkait pengolahan limbah dan kebersihan, dapat dikenai penghentian operasional sementara hingga permanen.
Selain itu, BGN tengah menguji coba integrasi kamera pengawas atau CCTV dari dapur MBG ke pusat. Sistem tersebut akan dilengkapi kecerdasan buatan (AI) untuk memantau kepatuhan terhadap prosedur operasional standar (SOP).
"Kami berusaha mengintegrasi CCTV. Jadi semua dapur itu sudah punya CCTV, hanya CCTV-nya belum atau baru hanya dikonsumsi oleh internal dari dapur itu. Sehingga kami sedang piloting ada sekitar 70-an dapur yang kita piloting untuk CCTV-nya kita tarik ke pusat. Kita kasih artificial intelligence (AI) sehingga kita bisa memonitor SOP," kata Sudaryono dalam kesempatan yang sama.