MARKET DATA

Belajar dari Korsel, Ini Cara Negara Bisa Kaya dalam Beberapa Generasi

Chandra Dwi Pranata,  CNBC Indonesia
13 October 2026 07:25
Hujan salju lebat di istana Gyeongbok, pusat kota Seoul, Korea Selatan, Kamis (6/2/2025). (REUTERS/Kim Hong-Ji)
Foto: Hujan salju lebat di istana Gyeongbok, pusat kota Seoul, Korea Selatan, Kamis (6/2/2025). (REUTERS/Kim Hong-Ji)

Jakarta, CNBC Indonesia - Peraih Nobel Ekonomi 2024 James A. Robinson mengungkapkan Indonesia dapat belajar dari Korea Selatan yang berhasil berubah menjadi negara maju, yang sebelumnya sempat menjadi negara terbelakang.

Robinson mengatakan Korea Selatan berhasil merubah dari negara yang terbelakang menjadi negara maju dalam 70 tahun terakhir, baik dari transformasi ekonomi, sosial, dan politik.

"Semenanjung Korea, 70 tahun lalu terlihat sama, namun kemudian sangat berbeda. Korea Utara mengalami kelaparan secara berkala dan menghadapi kemiskinan yang terus-menerus. Sementara Korea Selatan, yang terletak tepat di sebelahnya dan memiliki latar belakang budaya yang sama, mengalami salah satu kisah keberhasilan ekonomi terbesar dalam sejarah, bahkan mungkin yang terbesar," kata Robinson dalam diskusi yang diselenggarakan Dewan Ekonomi Nasional (DEN) bersama Prasasti Center for Policy Studies, Senin (12/10/2026).

"Transformasi ekonomi, sosial, dan politik Korea Selatan benar-benar merupakan fenomena yang luar biasa. Setiap kali berkunjung ke sana, saya selalu merasa takjub," lanjutnya.

Menurutnya, keberhasilan Korea Selatan merupakan hasil dari proses inovasi, dukungan kewirausahaan, investasi dalam modal manusia, investasi di bidang pendidikan, adopsi teknologi secara cepat dan dinamis, serta pengembangan teknologi baru.

"Semua itu merupakan hal-hal positif, yang menurut beberapa buku ekonomi mana pun, perlu dilakukan untuk mencapai keberhasilan," terang Robinson.

Pihaknya menyebut ekonomi Korea Selatan sudah memiliki karakteristik inklusif, sehingga menciptakan sistem insentif dan peluang yang dapat diakses oleh masyarakat luas.

Namun, perjuangan Korea Selatan untuk menjadi negara maju tidaklah mudah. Butuh lima generasi agar Korea Selatan bisa mendapatkan gelar negara maju.

"Dalam analogi ini, Korea Selatan membutuhkan lima generasi untuk mencapai perubahan tersebut. Namun sebenarnya, perkembangan di Korea Selatan berlangsung jauh lebih cepat daripada yang digambarkan oleh rentang lima generasi itu," ujar Robinson.

Oleh karena itu, kisah perjuangan Korea Selatan dapat menjadi pembelajaran bagi Indonesia karena pembangunan negara membutuhkan fondasi yang kuat.

"Pembangunan negara membutuhkan fondasi yang kuat. Kita dapat mengambil contoh Korea Selatan dan negara-negara lainnya untuk memahami bagaimana fondasi tersebut dibangun," pungkas Robinson.

(chd/haa) [Gambas:Video CNBC]
Next Article Korsel "Haramkan" Bisnis Daging Anjing di 2027, Nggak Boleh Dimakan


Most Popular
Features