MARKET DATA

Prabowo Target Ekonomi Tumbuh 7,5% di 2028 dan 8% di 2029, Ini Caranya

Chandra Dwi Pranata,  CNBC Indonesia
24 August 2026 10:50
Pidato Presiden Prabowo Subianto saat Sidang Tahunan MPR dan Sidang Bersama DPR dan DPD, Jumat (14/8/2026). (Tangkapan layar youtube Setpres RI)
Foto: (Tangkapan layar youtube Setpres RI)

Jakarta, CNBC Indonesia-Pemerintah menetapkan target pertumbuhan ekonomi yang cukup tinggi dalam beberapa tahun mendatang. Ekonomi ditargetkan menyentuh level 7,5% pada 2028 dan 8% pada 2029.

"Pemerintah menargetkan pertumbuhan ekonomi menuju level 8 persen serta penurunan tingkat kemiskinan menuju angka 0 persen pada tahun 2029," tulis pemerintah dalam Buku Nota Keuangan, Senin (24/8/2026).

Dalam penjelasannya, pertumbuhan ekonomi yang berkualitas lahir dari inovasi dan efisiensi, sebagaimana tercermin dari peningkatan Total Factor Productivity (TFP). Ada empat intervensi strategis, yaitu: pertama, people, yakni peningkatan kualitas sumber daya manusia dan tenaga kerja terampil; kedua, process, yakni efisiensi operasional serta akselerasi adopsi teknologi.

Asumsi Dasar Ekonomi Makro 2027-2030. (Dok. Kemenkeu)Asumsi Dasar Ekonomi Makro 2027-2030. (Dok. Kemenkeu) Foto: Asumsi Dasar Ekonomi Makro 2027-2030. (Dok. Kemenkeu)

Ketiga, product, yakni penciptaan nilai tambah yang lebih tinggi guna meningkatkan daya saing; dan keempat, policy, yakni penguatan regulasi yang mendukung inovasi serta perbaikan iklim usaha.

"Strategi pertumbuhan tersebut turut diperkuat melalui pengembangan sektor-sektor yang resilien serta memiliki daya serap tenaga kerja yang tinggi, dengan didukung oleh kebijakan fiskal yang kolaboratif, berkualitas, dan berkelanjutan."

APBN akan berperan sebagai katalis dalam mendorong aktivitas ekonomi serta meningkatkan partisipasi sektor swasta, sekaligus menjaga kesehatan dan kredibilitas fiskal secara berkesinambungan. Sinergi antar sektor tersebut, yakni percepatan pergerakan sektor keuangan, penguatan sektor riil, serta terciptanya iklim investasi yang kondusif.

Pemerintah akan mendorong peningkatan investasi melalui penguatan peran lembaga investasi nasional, seperti Badan Pengelola Investasi (BPI) Danantara Indonesia. Danantara akan berfungsi sebagai platform untuk mengonsolidasikan aset Badan Usaha Milik Negara (BUMN), yang diharapkan mampu menarik investasi global guna mendukung transformasi ekonomi serta pembangunan sektor-sektor strategis.

Danantara sendiri menargetkan penyaluran investasi pada tahun 2026, termasuk di antaranya untuk membiayai proyek hilirisasi sumber daya alam, pengembangan energi, serta industri bernilai tambah tinggi, yang diharapkan dapat memperkuat basis industri nasional.

Dengan dukungan kebijakan fiskal yang menjaga stabilitas, keberlanjutan reformasi struktural, serta penguatan peran investasi dan sektor swasta, prospek pertumbuhan ekonomi Indonesia ke depan diharapkan tetap kuat dan mampu mendorong percepatan transformasi ekonomi nasional.

(mij/mij) [Gambas:Video CNBC]
Next Article Pemerintah Genjot Investasi & Pariwisata Demi Pertumbuhan Ekonomi


Most Popular
Features