MARKET DATA

Dari Renovasi RSUD hingga PFII, Ini 10 Langkah Besar RI di 2025

Robertus Andrianto,  CNBC Indonesia
19 August 2026 17:55
Kepala Badan Komunikasi Pemerintah Republik Indonesia, Muhammad Qodari memberi pemaparan saat  Konferensi pers terkait RAPBN & Nota Keuangan Tahun Anggaran 2027 di Aula Cakti Buddhi Bakti, kantor pusat Direktorat Jenderal Pajak Kementerian Keuangan,
Foto: (CNBC Indonesia/Muhammad Sabki)

Jakarta, CNBC Indonesia - Pemerintah Indonesia menyiapkan 10 langkah besar sebagai bagian dari transformasi Indonesia dalam tahapan pembangunan bangsa. Program tersebut diharapkan dapat menjaga stabilitas sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi nasional.

Plt. Direktur Jenderal Strategi Ekonomi dan Fiskal (DJSEF) Kementerian Keuangan Ferry Ardiyanto mengatakan, pelaksanaan berbagai program tersebut diharapkan dapat mempercepat peningkatan kesejahteraan masyarakat.

"Kami berharap bahwa melalui program-program tersebut, stabilitas dan pertumbuhan ekonomi yang solid dapat menjadi faktor pendorong percepatan peningkatan kesejahteraan masyarakat," kata Ferry dalam konferensi pers di Kantor Badan Komunikasi RI, Jakarta, Rabu (19/8/2026).

Berikut 10 langkah besar transformasi Indonesia yang disiapkan pemerintah:

1. Renovasi 10.000 Puskesmas

Pemerintah akan merenovasi 10.000 puskesmas sebagai fasilitas pelayanan kesehatan dasar. Anggaran yang disiapkan mencapai Rp4 miliar untuk setiap puskesmas.

2. Pembangunan dan Revitalisasi 441 RSUD

Pemerintah akan membangun serta merevitalisasi 441 Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD). Targetnya, setiap kabupaten/kota memiliki rumah sakit yang diperkuat untuk menangani penyakit dengan tingkat kematian tertinggi.

3. Renovasi Sekolah

Di sektor pendidikan, pemerintah menargetkan renovasi 300.000 satuan pendidikan yang ditargetkan rampung paling lambat pada 2029.

4. Membangun Bursa Komoditas Indonesia

Pemerintah juga akan membangun bursa komoditas Indonesia, termasuk Indonesia Reference Price yang ditujukan menjadi salah satu acuan penentuan harga komoditas dunia.

5. Optimalisasi BUMN

Langkah berikutnya adalah mengoptimalkan Badan Usaha Milik Negara (BUMN), termasuk melalui monetisasi aset agar aset negara dapat lebih produktif dan memberikan manfaat bagi masyarakat.

6. Pengembangan Energi Bersih

Pemerintah mendorong keberlanjutan energi bersih sekaligus mewujudkan kemandirian energi. Salah satu targetnya adalah pengembangan kapasitas energi surya hingga 100 gigawatt (GW).

7. Pusat Finansial Internasional Indonesia

Pemerintah akan mendorong berdirinya Pusat Finansial Internasional Indonesia (PFII). Lembaga ini ditujukan untuk menjadi pusat penghimpunan modal dunia di Indonesia, baik untuk sektor keuangan maupun sektor riil.

8. Danantara Development Management Fund

Pemerintah juga menyiapkan Danantara Development Management Fund sebagai sumber pendanaan pembangunan jangka panjang untuk sejumlah proyek strategis, termasuk mobil nasional, motor nasional, dan Giant Sea Wall.

9. Elektrifikasi Mobilitas Rakyat

Pemerintah akan mendorong elektrifikasi mobilitas masyarakat melalui subsidi Rp3 juta per unit untuk pembelian satu juta motor listrik yang diproduksi di dalam negeri.

10. Dwi-Kewarganegaraan

Langkah terakhir adalah kebijakan dwi-kewarganegaraan yang ditujukan untuk membuka jalan bagi talenta-talenta istimewa diaspora Indonesia agar dapat berkontribusi dalam pembangunan nasional.

(haa/haa) [Gambas:Video CNBC]
Next Article Eddy Soeparno: Pertumbuhan PDB 6% Harus Berbasis Ekonomi Berkelanjutan


Most Popular
Features