Pakai AI, Purbaya Sukses Lacak Perdagangan Ilegal
Jakarta, CNBC Indonesia - Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa akan menindak tegas perusahaan yang ketahuan melakukan perdagangan ilegal beberapa tahun ke belakang.
Purbaya menjelaskan dengan database terintergerasi dan dibantu teknologi kecerdasan buatan (AI) oleh Lembaga National Single Window (LNSW). Hasilnya pun sudah terlihat seperti temuan perdagangan emas ilegal yang saat ini sedang diproses dan diteliti.
"Akan kita gali seperti emas tadi kan sudah sedang diproses, sedang diteliti. Ini belum final. Kita akan ketahuan nanti belakangnya siapa yang melakukan pembelian nggak tercatat," ujar Purbaya kepada awak media di kantor LNSW, Jakarta pada Rabu (9/9/2026).
Purbaya membocorkan sudah ada 10 nama perusahaan dengan transaksi ilegal untuk beberapa tahun ke belakang hasil pelacakan dan akan segera diproses.
"Kalau sedikit, kalau 10 besar sudah kelihatan. Saya mau lihat beberapa tahun ke belakang seperti apa nanti akan kita kejar," ucapnya.
Purbaya sendiri mengaku akan meminta orang pajak untuk memeriksa transaksi perusahaan ilegal tersebut seperti siapa supliernya dan siapa pembelinya belinya dari mana.
"Kalau dia belum bayar pajak, langsung bayar pajak. Itu gara-gara intensifikasi dalam pengertian mengefisienkan, meningkatkan efisiensi penerimaan pajak dengan analisa data."
Integrasi data tersebut dilakukan dengan database di LNSW agar memudahkan pengerjaan data keseluruhan oleh Kementerian Keuangan (Kemenkeu), termasuk potensi pendapatan negara.
Dirinya mengatakan tengah mengembangkan aplikasi yang memiliki teknologi kecerdasan buatan (AI) untuk melakukan analisis potensi-potensi pendapatan negara dengan adanya perbaikan sistem.
Menkeu mengatakan bahwa LNSW memiliki kekuatan untuk membantu analisa Kemenkeu untuk melacak potensi pendapatan dari pajak dengan akurasi yang tinggi.
Begitu juga potensi pendapatan dari setiap perusahaan berapa potensi pembayaran pajak yang kurang. Purbaya mengatakan bahwa data potensi tersebut bisa dilacak untuk beberapa tahun ke belakang.
(haa/haa)